! PROLOG !
Seperti murid sekolah pada umumnya, aku membereskan perlengkapan sekolah, karna pelajaran telah berakhir, tapi menurutku hari ini tidak seperti biasanya, pasalnya hari ini aku merasa Ren teman sebangku ku bersikap aneh dari waktu pertama istiharat.
Aku tidak pernah berani bertanya jika Ren diam seperti ini, karna aku terlalu takut pada Ren, dan ini pun bukan yang pertama kali nya dia seperti ini, bahkan mungkin dari aku kecil, tiba tiba dia mendiami ku dengan Sih ye, oh ya Sih ye itu teman ku, kami selalu bertiga, hanya saja kali ini aku sekelas dengan Ren saja.
Pada akhirnya aku harus memulai pembicaraan karna aku tidak ingin seminggu sebelum aku pindah, aku bertengkar dengan mereka, ya aku akan pindah minggu depan, aku akan pindah ke busan untuk tinggal bersama keluarga tiri ku, uhh bahagia nya, kalian tahu aku sangat ingin memiliki keluarga lengkap, karna itu aku bahagia walau ini keluarga tiri, semoga mereka semua baik. :)
" Ren~ah kamu tidak marah padaku? Apa aku telah melakukan kesalahan? " tanyaku, tapi tiba tiba Sih ye datang dan mengajak Ren pergi " kkaja (ayo) " ucap Sih ye dan Ren mengangguk, dan seperti biasa mereka pergi tanpa mengajakku dan Ren tidak menjawab pertanyaan itu.
" Tak apalah " gumamku sambil menahan air mata.
aku pulang sendiri, karna kejadian tadi, oh ya rumah kami memang berdekatan bahkan hampir dibilang bersebelahan.
jarak sekolah dan rumah ku tidak terlalu jauh bahkan mungkin bisa di bilang sangat dekat, ya terserah kalian saja mau bilang aku lebay atau apalah, karna aku mengeluh pulang sendiri padahal jarak sekolah sangat dekat, aku memang penakut .
Sesampainya di rumah aku benar benar terkejut melihat banyak barang sudah dikemas oleh ayah, " ayah apa yang ayah lakukan? Kita akan kemana? " teriakku sambil menghampiri nya.
" kita akan berangkat sekarang sayang " ucapnya sambil mengelus puncuk kepala ku, " terus bagaimana dengan sekolahku aku bahkan belum berpamitan ". Jawabku panik, tentu saja aku panik masalahnya tadi pulang sekolah keadaanku dengan sahabatku tidak terlalu baik aku dan merasa tidak enak.
" Tak apa kamu tidak perlu melakukannya " jawabnya enteng, " baiklah " akupun pasrah dan berganti baju.
" Ara ireona (bangun) " ucap ayah sambil memukul pelan pipiku, " Ahk sudah sampai ternyata " kataku sambil mengantuk.
Aku pun turun dari mobil dan betapa terkejutnya aku melihat rumah sederhana namun indah ini, " wah luar biasa " gumamku.
Aku pun berjalan menuju rumah itu, ternyata tidak terlalu sepi, aku terkejut karna tiba tiba seseorang berteriak menghampiri ku dengan wajah bahagia, " haiii, apa kamu Ara? Aku Park Uzi kamu panggil aku gak " katanya sambil tersenyum.
Aku yang sebelumnya terkejut karna wanita yang sepertinya lebih tua dariku itu berbicara dengan kencang dan mendadak , namun sekarang keterkejutanku berubah bukan karna dia yang terlalu agresif, tetapi karna kecantikannya, aku tak menyangka karna demi apapun dia sangat cantik dengan senyuman itu.
" hei? Neo gwenchana? Kenapa melamun, apa aku terlalu mengagetkamu maaf" ( kamu tidak apa apa ) tanyanya dengan khawatir, membuat ku merasa bersalah, " ahk.. ani gwenchanayeo " ( tida tak apa ) jawabku sambil tersenyum, ku pikir dia saudara tiri ku, huh betapa senangnya aku mendapatkan saudara yang baik.
Tak terasa sudah seminggu aku berada disini sendiri, ya ayahku kembali ke seoul untuk bekerja saat itu, dan besok hari dimana aku harus masuk sekolah, sebenarnya jika aku pindah waktu itu pasti aku bukan murid baru, melainkan murid awalan, karna aku baru kelas 10, bahkan aku sekolah menengah pertama di seoul baru sekitar sebulan, sudahlah aku mau tidur besok kan harus sekolah.
YOU ARE READING
Your My Home ( Yoon Jeonghan )
Randomkisah ini menceritakan seorang gadis cantik yang menderita oleh keluarga tirinya tetapi di bantu oleh seorang pria baik hati.
