하나

166 17 5
                                        

"tumben sekali menyuruh ku pulang lebih awal?" tanya haechan yang baru saja datang

"Putuskan pacarmu" kata Johnny dengan tegas.

"Tidak, aku dan Nara tidak akan putus" tolak haechan.

"kalau begitu menikahlah dengan anak teman bisnis ayah" kata Johnny dengan enteng nya

"Hah?! Apa ayah sudah gila?, Aku sudah memiliki kekasih ayah" kata haechan alih alih menolak.

"Kamu tau kan jika kita tidak suka dengan gadis tidak jelas itu?" Sindir johnny

"Stop! Jangan sebut Nara seperti itu, Nara itu gadis baik" lawan yang lebih muda.

"Hah, dia baik karena uangmu seo haechan, apakah kau tidak sadar?" Sindir johnny lagi

"Jika ayah hanya ingin membicarakan itu, cih sama sekali tidak ada faedahnya" kata haechan dan ia langsung masuk ke kamarnya

"Liat Ten anak mu sudah semakin tidak ingin mendengar perkataan ku, dia semakin kurang ajar karena gadis itu" kata Johnny sambil memijit pelipisnya, jujur ia sangat pusing dengan sikap anak tunggal nya itu.

"sudah John biar aku coba bicara dengan haechanie, mungkin saja jika aku yang  bicara dengan lembut, dia jadi luluh" jawab yang lebih muda dengan suara lembutnya

.
"Aku tidak habis pikir, apa yang sebenarnya yang di pikirkan ayah, dia ingin menikah kan aku dengan anak teman bisnis nya yang sama sekali tidak aku kenali?" Kata haechan, sekarang ia sedang berbaring di kasur king size nya

tok tok tok..

"Haechanie bolehkah bunda masuk?" Kata Ten dengan nada yang lembut

"Masuklah bunda pintunya tidak di kunci" jawab sang anak yang langsung mengubah posisi nya menjadi duduk.

setelah mendapat persetujuan dari sang pemilik kamar, akhirnya Ten masuk ke kamar yang bernuansa kuning itu.

"Boleh kah bunda duduk di sampingmu?" Tanya Ten lagi

Haechan hanya mengangguk tanda "iya"

"Duduklah bunda" kata haechan sambil menepuk bagian kasur di sebelah nya

Akhirnya Ten duduk di samping haechan, dan entah kenapa tiba tiba Ten memeluk haechan, sang anak hanya bisa terkejut. Dia hanya bisa bertanya dalam hati "ada apa dengan bunda nya?, Mengapa tiba tiba memeluk ku?"

"b-bunda?, Ada apa?" Kata haechan yang jujur saja sangat terkejut, ia jarang sekali mendapati bunda nya yang seperti ini, biasanya Ten akan ceria dan bersikap lembut. Tapi kali haechan rasa bunda nya sedang banyak pikiran.

"Haechanie.., haechanie sayang bunda tidak?" Tanya Ten sambil menatap anak bungsu nya.

"Kenapa bunda bertanya seperti itu?, Tentu saja haechan sangat menyayangi bunda" kata haechan

"Haechan sayang ayah kan?" Tanya Ten lagi.

Sebenarnya ada apa dengan bunda nya mengapa bertanya seperti itu?

"Tentu saja Haechan juga sayang ayah, haechan sayang ayah, bunda, dan kak hendery" jawab haechan dan tersenyum kepada melihat Ten

Ten yang melihat senyum yang akhir akhir ini sangat amat ia rindukan akhirnya muncul, kalau boleh jujur semenjak haechan memiliki kekasih haechan berubah, bukan berubah sepenuhnya, tidak hanya saja haechan tidak seperti haechan yang dulu. Haechan yang dulu ia akan tersenyum manis, selalu patuh kepada kedua orang tuanya, dan terbuka.

Tapi semenjak dia memliki kekasih haechan langsung berubah, ia menjadi tertutup dan tidak seperti dulu, Ten sangat merindukan haechan yang dulu. Sangat merindukan

Ten pun membalas senyum haechan sambil mengusap rambut coklat haechan dengan lembut

"Haechan mau melihat bunda dan ayah bahagia tidak?" Tanya Ten yang masih mengusap rambut coklat anak semata wayang nya.

"Anak mana yang tidak ingin melihat orangtua nya bahagia bunda" jawab haechan sambil tersenyum hangat.

"Haechanie mau ya menikah dengan anak teman ayahmu" kata Ten sembari menggenggam tangan haechan sesekali ia usap dengan lembut.

"Tapi bunda haechan sudah punya kekasih, bunda tau sendiri kan?" Kata haechan dengan nada yang lembut.

"Iya bunda tau, tapi feeling bunda kekasih mu itu tidak benar benar mencintai kamu nak" kata Ten sambil menatap mata haechan.

mendengar Ten berbicara sambil menatap nya, seketika haechan terdiam, ia memang sangat lemah akan tatapan Ten yang sedang memohon seperti ini.

"Bunda mohon haechan, kamu anak satu satunya yang kami punya. Kami ingin kau mendapatkan pasangan yang terbaik, agar saat kita sudah tidak ada. Kita bisa tenang meninggalkan kamu dengan orang yang tepat" runtuh sudah pertahanan Ten, ia saat ini benar benar ingin sekali anak semata wayangnya bahagia dengan pilihan yang tepat.

"Hei bunda jangan bicara seperti itu, haechan sayang bunda dan ayah. Haechan tidak mau berpisah dengan kalian" kata haechan sambil memeluk Ten dengan erat.

haechan menghela nafas nya dengan berat, lalu dia berkata "baiklah aku akan ikuti, keinginan kalian. Tapi aku harus bertemu dulu dengan calon ku sebelum acara pernikahan dimulai"

"Terimakasih ya nak. Kamu memang anak yang penurut. Besok akan bunda kabari calon mu dan kalian akan segera bertemu"
Jawab Ten sambil memeluk sang anak dengan kasih sayang.

Haechan hanya tersenyum, melihat bunda nya bahagia seperti ini.

"Apakah ini takdir ku untuk memutuskan Nara, dan menerima lelaki itu?" Monolog haechan.


























.
.
.
.

Hai hai hai...
Ini book aku yang kedua yaaa

Kali ini aku bawa markhyuck
Ohya, aku mau jelasin kenapa kok karakter cewek nya ga ku kasih nama idol?

Karena aku takut nanti akan kebawa keselnya ke real:")
Jadi Agar menghindari hal hal tersebut, lebih baik aku pake nama non idol, hehe

maaf ya singkat bangett kan baru chap pertama, nanti lama lama juga panjang

Jangan lupa vote cerita ini juga yaaa

Makasii yang udah mau mampir💚💚

Stay healthy yaa kalian semuaa😘😘

Bai Bai...

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Mar 23, 2021 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

IL MIO -markhyuck Où les histoires vivent. Découvrez maintenant