Part 1

35 8 12
                                        

Hai semuaaaa
Welcome to my story

Sebenernya ini bukan kali pertama aku nulis cerita, sebelume pernah cuma kebanyakan berhenti ditengah jalan atau gak hiatus :((

Jadi, mohon dukungannya ya, semoga ceritaku kali ini bisa sampe ending.

Happy reading guys :*

🌼🌼🌼

Seorang gadis cantik dengan dandanannya yang terkesan seperti preman dan gaya jalannya yang sangat jauh dari kata 'anggun'.

Berjalan di koridor SMA Cakrawala. Sekolah barunya.

Notabenya sebagai adik kelas baru tidak membuatnya takut ataupun ketar-ketir.

Berbagai tatapan tajam dari kakak kelas disepanjang koridor tidak pernah ia gubris.

Langkahnya tetap angkuh bak ratu kerajaan, Rambut model keriting gantung dengan beberapa bagian yang ia warna, seragam atas yang ia tutup dengan jaket levis abu abunya, rok 3 cm diatas lutut, wajahnya yang natural tanpa make up sedikitpun, perfect.

"HEH LO!"

Langkahnya terhenti saat jalannya tiba-tiba dihadang oleh segerombolan cewe yang ia yakini adalah kakak kelasnya.

"Gue?" Tanya gadis itu dengan menunjuk dirinya sendiri.

"Iya lah lo, siapa lagi!" Sahut salah satu cewe dengab rambut sebahunya.

Gadis tadipun mengangguk paham,
"Santai, gak usah ngegas." Katanya dengan menepuk bahu cewe berambut sebahu yang langsung ditepis oleh sang empu.

"Sok banget sih lo! Adek kelas baru aja udah sok sama kakak kelas! Siapa lo hah?!" Sentak cewe ditengah yang lebih tinggi dari kedua temannya.

"Gue? Oiya kenalan dulu." Pinta gadis tadi sambil mengambil tangan cewe tinggi tersebut.

"Nama gue Putri Anjani, cewe cantik dan manis yang selalu jadi primadona sekolah." Ucap Putri dengan senyuman angkuhnya.

"Cuih! Pede banget lo!" Ejek cewe tinggi tadi setelah melepas kasar jabatan tangannya dengan Putri.

"Adek kelas baru aja belagu!" Timpal cewe berambut keriting pendek disebelah cewe tinggi.

"Maya Ghresthia, Clara Nadezda, Keiva Taya." Kata Putri membaca name tag tiga cewek tadi dimulai dari yang rambut sebahu.

"Salken kakak." Sapa Putri dengan menekankan kata terakhirnya.

Berjalan kembali melanjutkan langkahnya menuju menyusuri koridor tanpa memperdulikan tatapan sebal dari ketiga kakak kelasnya.

--°°--

Setelah tiga hari melaksanakan MOS. Kini siswa/siswi kelas 10-12 tengah menikmati masa rehat mereka yang biasa disebut dengan 'jamkos'.

Salah satunya adalah siswi yang pagi tadi baru saja berhadapan dengan kakak kelas yang terkenal dengan bullyingnya.

Ya, siapa lagi kalau bukan Putri Anjani.

Bersama kedua sahabatnya sejak memasuki SMP. Ocha diana dan Shafa Aurellia.

Mereka bertiga tengah menikmati makan siang di kantin sekolah, ditemani 3 mangkuk bakso dan 3 gelas es jeruk.

"Heran gue sama lo Put."

Putri yang tengah menyeruput es jeruknya dengan memainkan ponsel, lantas mendongak menatap Shafa yang kini juga menatapnya.

"Heran kenapa?" Tanya Putri yang juga ikut membuat Ocha penasaran.

"Iya, heran kenapa Fa?" Timpal Ocha ikut bertanya.

"Dari SMP ada aja kakak kelas yang daftar jadi musuh lo." Ujar Shafa menjawab pertanyaan Putri dan Ocha.

"Gue kan cantik, populer, ya pasti ada yang iri lah, kayak gatau netijen Indonesia aja, apalagi kakak kelas yang suka ngusik kehidupan adek kelas." Balas Putri, seperti biasa dengan gaya bicaranya yang terkesan angkuh.

Shafa dan Ocha memutar kedua bola matanya malas.

"Tapi kalo adek kelasnya sok, pantes juga sih diurusin." Lanjut Putri setelah sekian detik hening.

"Nah bener, apalagi yang modelan kayak lo Put, baru masuk udah belagu gitu jalannya." Sahut Ocha memanasi.

Bukan Putri namanya jika langsung tersulut emosi, Putri selalu terkenal dengan sikap santainya.

"Iya dong Putri gitu lho, limited edition ini."

"Gue suka nih temen yang sok gini." Ujar Shafa seraya merangkul pundak Putri.

🌻🌻🌻

Nah selesai juga, gimana sama part 1?

Aku mau bilang, kalo aku ini anaknya moodyan. Jadi kalo nulis part mau panjang apa pendek itu sesuai mood ya hehe.

Di bio juga udah aku kasih tau, kalo aku update sesuai mood, jadi maklumi ya.

See you guys :*

Putra & PutriWhere stories live. Discover now