"gue ga peduli tentang tanggapan org org yg bilang gue brutal,nakal,ga berpendidikan atau apa lah itu mereka bilang. gue ga peduli vin, ini dihidup gue! gue nafas bukan karna mereka!" -nad
cerita ini menceritakan kisah seorang perempuan yang ternila...
Nad memasuki sebuah cafe yang terletak tak jauh dari apartemen tempat ia tinggal. Ia memesan hot chocolate drink,lalu memilih tempat duduk.
Kebetulan cafe tersebut tidak begitu ramai, hanya ada beberapa orang saja.
"Sendirian aja nih" -ucap seseorang yg tiba² duduk dihadapan nad, yaitu victor.
"Lo ngapain disini?" -tanya nad dingin.
"Nongki lah" -victor
"Nongki kok sendiri, lucu lo" -ucap nad sambil tertawa kecil
"Ga sendiri tuh" -victor
"Hah?" -nad
"Sama lo" -victor
"Dih najis, cabut lah gue" -ucap nad sambil bangkit dari tempat duduk nya
"Eh sial mau kemana lo?" -tanya victor sambil mencekal tangan nad
"Cih, lepas!" -ucap nad menepis tangan victor
"Duduk makanya" -victor
"Kenapa si?" -nad
"Lo masih tinggal sendiri diapartemen itu?" -victor
"Peduli apa lo sm gue" -nad
"Kok jawab nya gitu si? kan gue nanya nad" -victor
"Gue masih tinggal disitu, trs knp?" -nad
"Mau sampe kapan lo lari terus kya gini? dua tahun yg lalu lo bilang lo bakal pulang, tp bahkan sampe sekarang pun lo ga pernah berkunjung ke rumah orang tua lo" -victor
"Lo disuruh vino buat bujuk gue supaya gue mau pulang? gue ga akan terpengaruh" - nad
"Bukan nad, vino ga pernah nyuruh gue kya gtu kok" -victor
"Hahahha.. jangan bohong victor, gue tau lo temen deket nya vino" -nad
"Ya tapi gue ngomong gini bukan karna disuruh vino, gue ngomong gini karna gue kasian sama orang tua lo" -victor
"Maksud lo?" -nad
"Dua hari yang lalu gue kerumah ortu lo buat jenguk vino yg lagi sakit, trs gue ngobrol bentar sama nyokap lo, dia nanyain kabar tentang lo, nyokap lo bilang kalian udh ga pernah ketemu setelah lo kabur dua tahun yang lalu, nyokap lo juga bilang ke gue buat nyampein permintaan maaf nya buat lo" -victor
"Ck.. minta maaf?" -nad
"Iya.. nyokap lo ngrasa bersalah banget" -victor
"Oh..bilangin aja iya" -nad
"Kenapa lo ga kesana aja? atau setidaknya telfon" -victor
"Kalo lo ga mau nyampein yaudh no problem, btw gue cabut duluan" -ucap nad lalu bangkit dan pergi meninggalkan victor
"Tu cewe knp keras kepala banget si" -gumam victor
----------00----------
Setelah meniggalkan victor nad kembali ke apartemen nya dan mengambil kunci motor lalu bergegas pergi lagi.
Ia mengendarai motornya,lalu berhenti disebuah taman, ia memarkirkan motor nya lalu duduk disalah satu bangku yang terletak tak jauh dari tempatnya.
Tiba tiba nad ingat dengan perkataan victor tadi, lalu nad mengeluarkan ponsel dari saku celana jeans nya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tak lama setelah itu kia pun datang, dan mereka langsung menuju ke warung mang dadang.
"Jadi gimana? lo mau pulang atau gimana?" -tanya kia sambil mengunyah sate dimulutnya.
"Gue gatau juga" -nad
"Saran gue mendingan lo kesana, setidaknya jengukin ortu lo lah" -kia
"Gue males ketemu vino" -nad
"Seminggu lagi liburan kita abis, toh lo bakalan ketemu vino juga disekolah kan" -kia
"Setidaknya klo disekolah gue bisa menghindar, tp klo gue dateng ke rumah ga bakal bisa hindarin vino" -nad
"Yaiya si, tp ya mau sampe kapan lo kya gini, lo sama vino kan saudara kandung kalian ga bisa gini terus, kasian juga orang tua lo kan, kya yg victor bilang nyokap lo juga nyesel sm apa yg udh dia lakuin ke lo" -kia
"Hahh.. sialan pusing gue, mungkin lusa gue bakal kesana, apa gue kontak nyokap dulu aja kli ya?" -nad
"Nah bener, lo kontak nyokap lo aja dulu biar pas ketemu ga canggung" -kia
"Iya deh, udah jam 10.00 p.m, gc abisin sate sm minum lo, abis itu gue anter balik, gue mau ke night club" -nad