Bagian 1

61 23 10
                                        

" Good bye memori"


Bunyi bel pulang mulai terdengar membuat seluruh murid seantero SMA Ganesha mulai berhamburan keluar kelas. Sebagian murid berjalan menuju parkiran mengambil kendaraanya lalu bergegas pulang, sebagian lagi menetap di sekolah dikarenakan ada kelas tambahan, ada yang duduk di halte sambil menunggu jemputan datang.

Seorang gadis dengan rambut kepang dua dan sebelah tangannya yang sedang memeluk buku baru saja keluar dari perpustakaan sekolah. Tepat ketika langkah kakinya ingin berbelok di pertigaan koridor, langkahnya terhenti karena seseorang memanggil namanya.

"Risma!"

Seruan itu membuat gadis itu menoleh ke belakang. Terlihat seorang laki-laki berperawakan tinggi menghampiri gadis itu dengan langkah tergesa-gesa.

Ketika mengetahui siapa yang meneriaki namanya, senyum Risma merekah. Jantungnya berdebar-debar, hatinya berdesir.

"Arta? Ngapain kamu kesini? bukannya kamu lagi latihan basket, ya?" tanya Risma disertai senyuman setelah pemuda itu sudah sampai dihadapanya

"Udah selesai, baru aja"ujar Arta. "Kamu kok belum pulang?"

"Kamu pikun ya? Aku kan ada kelas tambahan hari ini"ujar Risma dengan kernyitan di dahinya.

Arta terdiam cukup lama. Raut wajahnya yang tidak seperti biasanya membuat Risma curiga ada yang tidak beres dengan cowok dihadapannya ini. Setelah terdiam cukup lama, Arta baru menatap Risma. Kedua tanganya ia letakkan di bahu Risma, ditatapnya gadis itu lamat-lamat.

"Risma. Ada yang mau aku omongin sama kamu," ujar Arta dingin

"Kamu kenapa Ta? Kok nada bicara kamu gitu?" tanya Risma kesal sekaligus terkejut dengan nada bicara yang Arta gunakan tidak seperti biasanya.

Risma merasakan pegangan tangan Arta di bahunya semakin mengerat. Arta memejamkan matanya sambil memantapkan dalam hati semoga ini keputusan yang tepat dipilihnya.

Arta menatap mata Risma tepat di kedua bola matanya, lalu bibirnya mencetuskan empat kata paling menyakitkan yang mampu membuat dunia Risma hancur seketika itu juga

"Aku mau kita 'putus'!"ucap Arta tegas dengan penekanan di setiap katanya.

"Aku mau kita putus."

"Kita putus"

" Putus"

Pernyataan yang Arta ucapkan tadi terngiang-ngiang dalam kepala Risma. Hatinya bagai tersayat pisau tajam. Sesak menjalari rongga dadanya.

"Kamu bercanda ya, Ta?"tanya Risma diselingi dengan tawa mirisnya. "Kamu kayaknya  kecapekan  abis latihan, makannya kamu ngomongnya jadi ngawur gini,"
Melihat ekspresi yang ditunjukan Risma, membuat Arta terhenyak. Arta menatap Risma dengan tatapan yang sulit diartikan

"Aku serius!" ujar Arta lugas.
Dan seketika itu juga senyuman di wajah Risma memudar tergantikan dengan raut wajah tidak percayanya.
Risma menyentak kasar tangan Arta di bahunya. Tangis Risma pecah. Dadanya  bagai ditusuk ribuan duri tajam. Sakit, sesak dan hancur secara bersamaan.

Risma mengusap air matanya kasar. "Kok kamu gitu sih Ta? Aku ada salah apa sama kamu?"

"Kamu gak ada salah"sahut Arta masih dengan nada dingin.Wajah yang dulu menatapnya lembut dengan sorot mata begitu teduh, kini tergantikan dengan wajah datar dengan sorot mata tajam.

"Tapi aku udah gak bisa sama kamu lagi. Mulai hari ini dan seterusnya aku bukan lagi pacar kamu begitu juga sebaliknya"imbuh Arta lalu berlalu pergi meninggalkan Risma yang masih mematung di koridor.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 09, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

"Good Bye Memory"Where stories live. Discover now