TITIK AWAL

45 5 0
                                        

-------------
Memimpikanmu
Mengkhayalkanmu
Rasanya... Itu cukup
Buatku rasakan dekat
--------------

[]

"Manusia di bumi kalau soal cinta itu banyak rasa egoisnya ya?" Ia menatapku.

Aku tersenyum. "Selalu mau menang banyak entah menguntungkan satu sisi saja atau keduanya. Iya kan?"

Ia tidak menjawab, lantas cepat menunduk. Memainkan sedotan di dalam gelas minumannya.

Aku tertawa pelan. Menyandarkan punggung lelahku ke kursi kayu di toko ini.

Menutup mata. "Rasakan setiap pergerakan para pemburu itu." Lalu aku menoleh ke arah meja di sebelah kiriku. "Enggan di tinggal tapi, bodohnya, malah bertingkah sangat menjengkelkan." aku berdecak bosan.

Ia ikut menatap ke arah aku menatap. Ada dua pasangan muda yang sedang kasmaran. Ia kembali menatapku. Menunggu sambung penjelasan tadi.

Aku tersenyum. "Jangan seperti itu ya?" ucapku pelan.

"Kalau bosan, bilang, lalu mari ikhlaskan. Kalau tidak, tolong jangan terlalu banyak mengekang. Nanti akunya tidak nyaman." sambungku menatapnya lekat.

Ia mengangguk.

[]

SEBERKAS MIMPI ALALUNA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang