Part 1

1.2K 90 25
                                        

Halo guys! Tiba-tiba dapat ide untuk cerita baru maapkeun🙏 Yg cerita A Journey Of Love gue unpub sampai dapat penerangan maaf ya yang udah nunggu soalnya kalo maksain juga pasti hasilnya nggak bagus.

***

"Kerjain ini, ya, Jim. Nanti kita main bareng gimana?"

Jimin mengangguk dengan semangat lalu tersenyum lebar,"Iya." Katanya.

Dua gadis yang tadi menghampirinya pun berbalik sambil terbahak-bahak.

"Gila nggak, sih? Si culun itu mau-mau aja kita suruh-suruh dengan imbalan bakalan main sama dia." Kikiknya.

"Ya, mau gimana. Itu anakkan haus kasih sayang banget kayaknya. Nggak punya temen pula. Makanya banyak yang manfaatin dia. Dia juga mau-mau aja, kok." Kata gadis lainnya.

Jimin. Nandarea Jimin Alexa. Pemuda berperawakan mungil dengan kacamata besar menempel pada wajahnya.

Semua teman sekelas Jimin tau. Kalau Jimin itu orang yang haus kasih sayang. Mereka memanfaatkan hal itu untuk keuntungan mereka sendiri. Jimin sendiri tidak mempermasalahkannya. Ketika ia berhasil menyelesaikan apa yang di suruh oleh teman-temannya. Teman-temannya akan mengajaknya ke kantin bersama. Mengelus kepalanya. Dan entah mengapa ia merasa jantungnya berdebar karena senang. Ia menginginkannya lagi.

Ia sendiri tidak tau mengapa ia senang ketika mendapatkan perlakuan lembut dari teman-temannya.

Ia merasa sedikit di hargai dan di sayang ketika berada di sekolah. Dan ia tak mendapatkan hal itu ketika ia pulang.

***

"Wah, hebat, Jim. Berkat lo, nilai kita pada sempurna semua."

Jimin mengangguk senang. Ia senang ketika merasa berguna untuk orang lain.

"Oke, ayo kita ke kantin dan makan-makan untuk ngerayain ini, guys." Teriak Jaehyun salah satu teman sekelas Jimin.

Kai merangkul pundak Jimin. "Karena lo udah bikin nilai gue bagus. Hari ini gue traktir, Jim." Ucap Kai.

"Makasih, Kai." Jawab Jimin tersenyum.

Kantin tampak ramai di isi sebagian anak-anak dari kelas Jimin. Jimin duduk di samping Kai dan Jaehyun.

"Wkwkwk, yang bener lo kemarin bisa dapetin Yeji?" Celetuk Yeonjun.

"Gimana? Hebat, kan? Cewek dingin kayak Yeji mah gampanglah buat gue." Sahut Jaemin terkikik kecil.

"Hei, jangan jahat-jahat lo sama dia. Gue denger-denger kakaknya galak banget." Celetuk Soodam.

"Ya, nggak mungkin juga gue jahatin kali. Kapan lagi gue dapet pacar segitu cantiknya." Kekeh Jaemin.

"Eh, kalian udah tau belum, sih? Geng berandalan dari kelas 12 itu?"

"Yang mana? Gengnya kak Jungkook?" Tanya Soobin dengan polosnya.

"Ssstt, jangan di sebut, bodoh. Ntar kalo kendengaran bisa mampus kita ketahuan gosipin dia." Tukas Jaehyun.

"Emang kak Jungkook, siapa?" Tiba-tiba Jimin bertanya karena penasaran.

"Sumpah, Lo nggak tau, Jim?" Tanya Kai dengan pandangan tak percaya.

Jimin menggeleng dengan polos.

"Hmm..., Ah! Gimana kalo lo datengin dia aja di Rooftop. Abis itu bilang kalau lo pengen jadi pacarnya. Gimana?" Ucap Jaehyun dengan smirk di bibirnya.

Jimin menggeleng takut,"Jimin nggak kenal. Jimin takut, Jae." Katanya.

"Tenang aja. Ada kita kok. Ya, ya? Lagian lo bakal di sayang banget loh sama Kak Jungkook." Goda Kai kemudian.

Jimin terdiam sebentar. "Jimin nggak bakal di pukul?" Tanyanya.

Teman sekelas Jimin kompak menggeleng dan tersenyum.

"Nggak. Yakin, deh." Jawab mereka.

"I-iya, deh. Jimin ke sana dulu, ya, teman-teman." Jimin beranjak dari tempat duduknya berlari kecil meninggalkan kantin.

"WKWKWKWK, serius tuh dia mau ngelakuin? Wah, hebat juga si culun itu." Ucap Jaehyun tertawa terbahak-bahak.

"Kan kalian tau kalau dia tuh gila kasih sayang banget. Wajar kalau dia iyain. Apalagi dia pasti takut bikin kecewa kita." Ucap Jinny.

"Ntar kalo ada apa-apa gue nggak ikutan, ya."

"Gila lo. Tadi kita semua nyetujuin kali." Protes Kai.

"Dah biarin aja si culun itu. Ntar kita pura-pura nggak tau aja."

Dan waktu istirahatpun akhirnya berakhir.

***

Jimin berjalan sedikit pelan saat sampai di Rooftop sekolah. Ia ragu-ragu saat akan membuka pintu itu.

"Nyari siapa?"

Suara ketus dari belakang Jimin membuat Jimin terlonjak kaget.

"Ah! Maaf, maaf, kak."

Jimin menunduk ketakutan. Ia seperti sedang ketahuan mencuri.

"Gue tanya lo nyari siapa? Gue nggak butuh permintaan maaf lo."

"Ji-jimin..., Jimin nyari kak Jungkook."

"Buat apa lo nyariin Jungkook?"

"Jimin mau jadi pacar Kak Jungkook." Ucap Jimin dengan polosnya.

"HAAH?"

***

To Be Continue~

Guys ada yang mau mutualan nggak di twitter? Cari aja @Uknown1301 ya. Kita ngobrol dan ngehype Jikook bareng nggak lupa juga untuk ngehype BTS 💜🥺


AFFECTIONStories to obsess over. Discover now