Apa yang kalian pikirkan setelah menonton film?
Ingin menjadi si dia?
Ingin punya pasangan yang sesempurna pemeran utamanya?
In your dreams. Come on.
Mereka yang kalian tonton adalah manusia yang berperan menjadi orang lain. Sosok yang sudah dirangkai sedemikian rupa lewat naskah, riasan, dan pencahayaan yang pas.
Di film, lo bakal ketemu si jahat yang sangat dibenci, atau si menyedihkan yang air matanya tampak estetik di layar.
Sama kayak gue.
Gue adalah kumpulan peran-peran itu.
Catatan malam hari
Senin 30 Agustus 2021
♣ ♣ ♣
"My mama always said, 'Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get."
— Forest Gump 1994
Bevan

Night person.
Pernah dengar istilah itu?
Harusnya familiar di telinga anak muda yang aktif saat dunia mulai gelap dan baru terlelap saat fajar menyapa.
Biasanya, orang-orang macam ini beredar di kelab malam, marathon film, atau sekadar berpesta.
Tapi gue berbeda.
Setiap malam, gue akan merenung di ruang tengah dengan lampu padam. Atau terkadang, gue termenung di depan jendela kaca besar yang menampakkan kerlip cahaya Jakarta.
Hanya menghela napas, menatap objek yang sama setiap hari, mencoba mencari tahu siapa gue sebenarnya di balik semua topeng ini.
Semenjak lulus SMA, gue memutuskan tinggal sendiri. Alasannya klise; supaya lebih mandiri dan nggak membuang waktu untuk pulang-pergi kampus.
Padahal jujur saja, gue jarang berangkat kuliah. Karier menyanyi yang gue impikan sejak kelas satu SD sudah mulai menuntut waktu sepenuhnya. Karena sejak kuliah gue sudah aktif wara-wiri di festival musik bareng teman-teman satu band gue.
YOU ARE READING
Belum Selesai
General Fiction"Ternyata kamu disini.. " "Hai.. " "Semuanya udah selesai?? " "Ya, terimakasih banyak.. " Tentang si asing yang tanpa sadar dan tahu bahwa dia berhasil mengupas dan mengobati luka lama yang terlanjur menggerogoti. Tentang si topeng yang tanpa senga...
