We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Chapter 0 : Miserable Soul

307 24 0
                                        

"Tolong aku kali ini saja tuan! Ampuni aku! Biarkan aku hidup.. Aku masih punya istri dan anak yang membutuhkanku!"

Sosok yang ada di pojok kamarnya itu menatapnya dingin. Ia tahu betul siapa sosok itu, sosok itu tentunya bukan sembarang menyusup ke dalam rumahnya tengah malam seperti ini.

"Oh kau tentu tahu pasti bagaimana peraturannya. Aku telah memberimu waktu 10 tahun, dan hal itu sudah lebih dari cukup." Balas sosok itu dingin dan angkuh di saat yang bersamaan. Mendengar hal itu, Ia kemudian segera merangkak mendekat ke arah sosok itu.

Karena gelapnya malam, dan lampu kamar yang masih dalam keadaan mati, Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana kedua mata berwarna merah itu menyala dengan terang. Ia terus meminta mohon di bawah kaki sosok itu untuk diampuni, namun kelihatannya yang diminta mohon sama sekali tidak peduli akan hal itu.

Kemudian sosok itu mulai menyiulkan sebuah nada yang indah dan tidak pernah Ia dengar sebelumnya. Tak lama terdengar suara geraman seperti binatang buas dari berbagai arah ruangan. Suara itu terdengar sangat dekat dengan telinganya sehingga membuatnya panik.

Saat hendak kabur, baju piyama yang dikenakan tiba-tiba sobek seperti telah dicakar oleh serigala. Yang saat ini Ia lihat adalah seperti terdapat mahkluk tak kasat mata yang terus menyobek baju piyamanya dengan ganas dan mahkluk itu juga terus mengeluarkan suara auman atau deruman.

Kemudian Ia bisa merasakan sakit yang luar biasa saat merasakan cakaran disepanjang tubuhnya. Sosok itu hanya bisa berdiri di pojok ruangan sambil menonton dirinya yang meronta tak berdaya di lantai kamarnya. Perutnya kemudian dikoyak sehingga Ia bisa melihat isi organnya sendiri. Kemudian mahkluk tak kasat mata itu terus mengaduk isi organnya sampai Ia kehilangan nyawa.

Sosok itu kemudian menghilang seperti angin--menyatu dengan kegelapan, begitu memastikan 'pelanggan'nya telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Ia telah mendapatkan apa yang Ia butuhkan. Jiwa manusia yang putus asa.

The Man from the Crossroad ; MeanieStories to obsess over. Discover now