Anachael 02

21 13 48
                                    

Selamat membaca
.
.
.
.

Hari ini cuaca sangat mendukung. Matahari yang telah naik sepenggalan ditambahkan lagi dengan hawa yang tidak terlalu panas, membuat udara pagi ini sangat bagus. Dan sangat baik untuk seorang gadis remaja berkulit putih yang tengah berlari kecil menelusuri jalan raya.

Menggunakan hoodie hitam dimana tudung hoodie tersebut telah melekat sempurna diatas kepala gadis remaja ini. Keringat telah mengalir deras dipelipis gadis ini tapi itu tidak menggubrisnya sedikit pun. Gadis ini tetap melanjutkan olahraganya.

Hampir satu jam gadis ini berolahraga, akhirnya dia berhenti pada salah satu bangku yang ada dekat taman tepi jalan raya. Gadis ini mencoba untuk menetralkan nafasnya yang terengah-engah. Wajahnya yang putih bersih kini telah merah padam karena hawa tubuhnya yang panas akibat olahraga.

Nafas gadis ini masih belum kembali seperti biasa, sembari mengontrolnya gadis ini celingak-celinguk kearah jalan raya. Entah apa yang dilihat oleh gadis ini tapi seperti ia sedang menunggu seseorang. Beberapa menit kemudian, kedua sudut bibir gadis ini sedikit terangkat kala melihat seseorang yang tengah melintas dihadapannya.

"Hey!" panggil gadis ini dengan nada seperti orang berteriak. Yang dipanggil tidak menoleh. Gimana mau noleh, orang panggilnya cuman hey ga pake nama. Yah jelas lah, dasar-_-.

Gadis itu tampak kesal lalu ia berdiri dan, "Luh budeg?" ujarnya kepada orang itu.

Orang itu menatap gadis berhoodie hitam ini dengan tatapan aneh "Loh manggil gue?" tanyanya sambil menunjuk dirinya.

Gadis itu menghela nafasnya pelan "Emang disini ada banyak orang? Enggak kan,"

"Ga jelas banget loh," balas orang itu sambil memutar badannya ingin pergi meninggalkan gadis aneh menurutnya.

"Kurang ajar banget sih loh!" tampaknya ucapan gadis ini tidak ada pengaruhnya bagi orang itu. Lihat saja, orang itu terus berjalan meninggalkan gadis ini tampa menoleh kebelakang sedikit pun.

"Aaaghh sial!" gerutu gadis ini. Tak ingin berlama-lama ditepi jalan raya ini kerena matahari sudah semakin terik, akhirnya gadis berhoodie ini meninggalkan taman tersebut.

Gadis ini berjalan sembari menunduk kepalanya. Beberapa kaleng bekas minuman ia tendang untuk melampiaskan sedikit amarahnya kepada orang tadi. 

"Padahal kan gue cuman mau minta beliin minuman," monolognya sendiri.

Gadis itu menghembuskan nafasnya pelan "Ternyata gini yah, susahnya hidup di negri orang," lanjutnya lagi.

Gadis ini masih terus berjalan dan tanpa ia sadari ia memasuki suatu kawasan perumahan elit. Perumahan bertingkat dimana, disetiap perkarangan rumah tersebut pasti ada satu atau lebih mobil mewah yang terparkir.

"Udah pulang neng?" tanya seorang pria paruh baya yang memakai seragam satpam.

"Eeh Pak Maman, udah Pak." balas gadis itu sambil mengeluarkan cengirannya.

"Owalah, bagus sekali neng," ujar lagi pria paruh baya yang bernama Pak Maman itu sambil mengangkat satu jempolnya.

Gadis itu hanya tersenyum " Makasih Pak, oiya aku masuk dulu yah Pak," ujar gadis itu dan Pak Maman mengangguk sebagai jawabannya.

Gadis itu kembali melanjutkan perjalanannya. Berjalan sambil senandungan kecil menuju rumahnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti kala melihat mobil mewah yang terparkir dihalaman rumahnya.  Awalnya Gadis itu mengernyitkan dahinya tapi raut wajah kebingungan itu berubah menjadi seperti biasa malahan kedua sudut bibir gadis ini terangkat sempurna.

AnachaelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang