-1-

7 0 0
                                        

Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
Oo cantik
Bukan 'ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja 'kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu

(Cantik-Kahitna)

'Gimana suara aku, Can?' tanya seseorang dengan gitar yang berada dipangkuannya sambil menatap perempuan yang dihadapannya. Seperti lagu yang tadi dia nyanyikan, perempuan itu juga cantik. Bahkan sangat.

'Bagus Bar,bikin aku meleleh hehe' jawabnya sambil tersenyum lebar hingga menampilkan kedua lesung pipinya. Tambah cantik.

'Es krim kali ah meleleh, mau lagu apa lagi?' tanyanya kembali sambil menyiapkan gitarnya untuk lagu yang akan diminta oleh perempuannya.

'Gamau lagu. Mau nanya aja. '

'Apa?'

'Bara suka Cantik?'

'Hmm.Iya'

---

'Pagi pagi pagi Bara' teriak Cantik sambil berlari kecil menghampiri motor yang sudah berada di depan rumahnya.

'Pagi Can. Jangan lari-lari gabakal ditinggal juga. Ini helmnya' kata Bara sambil memasangkan helm ke kepala mungil perempuannya.

'Bara kan cuek, diam. Diam-diam pergi aja hehe... bercanda sayang ih. Jangan marah Bar' kata Cantik setelah kembali melihat muka cuek Bara. Ya itu Bara. Dingin. Tapi Cantik suka.

'Engga, Gaada yang marah. Ayo berangkat keburu telat' Segera Bara mendirikan standar dan menyalakan motornya. Sebuah tangan mungil seketika memegang lengan baju Bara, sambil berkata pelan 'Bara gaakan ninggalin Cantik kan?'

'Iya'

Perjalanan menuju sekolah hari ini seperti perjalanan sekolah mereka biasanya. Satu arah. Bukan arah perjalanannya, tapi arah pembicarannya. Cantik yang aktif bertanya dan bercerita, Bara yang pasif akan segalanya. Iya, Bara yang diam, tapi Cantik suka.

---

'Nanti aku basket. Pulang sendiri atau mau nunggu?' tanya Bara sesampainya di parkiran SMA Merah Putih

'Nunggu aja deh, aku juga ada kumpul OSIS. Nanti aku kabarin lagi aja' kata Cantik sambil turun dari motor dan melepas helmnya.

'Oke, duluan ya'

'Iya dah' kata Cantik sambil melambai kecil melihat punggung Bara berjalan menghampiri teman-temannya.

Ingat pada sifat Bara yang sudah diceritakan tadi? Jadi jangan membayangkan balasan lambaian, atau cerita romantis yang cowonya mengantar cewenya ke kelas sambil berkata 'semangat belajarnya'. Ini Bara. Bara yang sudah Cantik kenal dan telah memiliki hubungan dengannya hampir berjalan 6 bulan. Bara yang kaku, namun membuat nyaman. Membuat Cantik selalu berkata pada dirinya 'aku suka Bara'.

'Melamun terus. Itu pangerannya udah pergi' kata Tasya, salah satu sahabat Cantik sambil menoel pelan lengan sahabatnya itu. 'Awas dilihatin terus, jadi makin suka'

'Emang dan udah hehe' kata Cantik sambil terkekeh kecil

'Terserahlah. Ayo masuk kelas. Sebentar lagi kelas pak killer mulai'

---

'Masih lama? Kalau masih aku pulang sendiri aja' kata Cantik melepon Bara sambil duduk dekat pos satpam sekolahnya

'..bentar aku ganti baju dulu'

'Yau..dah. Kebiasaan orang belum selesai ngomong ditutup. Untung pacar' kesal Cantik sambil kembali memainkan kembali ponselnya

'Nungguin Bara?' tanya seseorang tiba-tiba yang menghampiri Cantik dengan motornya. Cantik menoleh, Rangga, Alex, dan Putra rupanya

'Iya' jawab Cantik singkat. Hubungan dia dengan ketiga sahabatnya Bara tidak dikatakan buruk, tapi sangat tidak dikatakan baik juga. Mereka tidak terlalu setuju dengan adanya hubungan antara Cantik dan Bara. Entah apa alasannya, Cantik juga tidak pernah tahu.

'Lagi beres-beres dia. Hmm Can gue mau nanya, gimana hubungan lo sama Bara?' tanya Alex

'Baik-baik aja, kenapa nanya gitu?' tanya Cantik heran sambil menoleh kearah mereka bertiga

'Pernah terpikirkan akan 'tidak baik-baik aja'? tanya Alex kembali dengan pelan namun masih dapat terdengar oleh Cantik

Cantik mengerutkan dahi 'ini maksudnya mereka doain hubungan aku sama Bara ga baik-baik aja apa gimana sih?' tanya Cantik dalam hati

'Engga pernah sama sekali. Dan ga akan' kata datar Cantik sambil menoleh ke arah ketiga sahabat Bara

'Ada yang pergi dan hilang, ada yang pergi dan kembali Can' kata Putra lirih

'Maksudnya? Kalian kenapa sih?Siapa yang kembali?' tanya Cantik yang semakin heran. Memang akan ada siapa?

'Can..' kata Rangga terputus setelah Bara menghampiri mereka

'Belum pada balik?' tanya Bara heran melihat sahabatnya yang tadi duluan pamit balik ternyata belum pada pulang

'Ini baru mau balik. Yaudah deh duluan ya bro. Can,kita duluan ya' pamit ketiganya pada pasangan tersebut dan langsung pulang meninggalkan mereka

Cantik masih terdiam dalam pikirannya. Siapa yang sebelumnya pergi dan datang kembali? Dari kehidupan Bara? Siapa?

'Can kenapa?' tanya Bara heran, melihat perempuannya menghiraukan panggilannya

'Hah kenapa?' tanya Cantik yang kembali sadar pada dunianya

'Ayo balik, nih helmnnya' sambil memberi helm pada Cantika dan membantunya menaiki motor karna motornya terlalu tinggi untuk Cantika yang lebih mungil

Diam dalam perjalanan bukanlah hal biasanya untuk keduanya. Yang sebelumnya satu arah, menjadi tidak ada arah. Cantik yang terdiam dan kembali pada dunianya sendiri dan Bara yang..kalian yang pasti tau sendiri

'Siapa yang akan kembali Bar?'tanya pelan Cantik yang terendam oleh suara laju berbagai kendaraan di sekitar mereka. 'Siapa yang bakal hadir di cerita kita Bar?'

---

Naabot mo na ang dulo ng mga na-publish na parte.

⏰ Huling update: Aug 27, 2020 ⏰

Idagdag ang kuwentong ito sa iyong Library para ma-notify tungkol sa mga bagong parte!

Dear BaraTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon