Saat itu kepanikan terlihat jelas pada semua wajah yang berada pada ruangan besar bernuansa putih.
Jeritan dan lolongan yang terdengar sungguh memilukan hati siapapun yang mendengarnya. Beberapa orang sedang berusaha dan menunggu dengan cemas.
"Ayo! Kau pasti bisa Lily! Berusahalah, tarik nafasmu dan mengejanlah!" Ujar seorang wanita paruh baya. Dia adalah seorang dokter kandungan. Ya, saat ini dihadapannya terdapat seorang wanita yang sedang berjuang untuk dua kehidupan.
"T-tunggu.. aku.. ngghhhhhh.. t-tidak hahh haahh.. kuathhh.."
"Tidak! Ayo terus mengejanlah, sebentar lagi malaikat kecilmu lahir, hanya sedikit lagi."
"A-aku.. NGGHHHHHHH! Haa-ngghhhh."
"Ya! Seperti itu! 1,2 tarik nafasmu Lily.. "
"Haaaaaaa... NGGHHHHH!!"
Oek oek oek
Bertha. Dokter itu bernafas lega setelah apa yang dilaluinya. Semuanya selamat. Ibu dan anak yang merupakan keponakannya selamat! Ia lalu menggendong bayi perempuan yang lahir dengan bobot 3kg itu dengan lembut. Berjalan pelan untuk menghampiri adik iparnya yang sudah berjuang.
Lelah dan sakit tentu sedang dirasakan Lily sekarang. Namun setelah ia melihat malaikat mungilnya yang berhasil lahir tanpa kekurangan apapun, membuatnya tersenyum bahagia dan melupakan semua rasa sakitnya.
"Ini.. sungguh aku berhasil? Aku berhasil, bertha!" Lily, menangis.
Melihatnya Bertha pun ikut menangis. Bagaimana tidak, Lily telah hamil dua kali sebelumnya namun selalu gagal, tapi kali ini ia berhasil mempertahankan buah hatinya.
Bertha memberikan anak itu kepada Lily untuk disusui. Tak lama kemudian, pintu terbuka dengan keras.
BRAK
"Lily!?"
"Albert.."
Pria yang dipanggil Albert itu menghampiri Lily dan.. anaknya. Albert tak percaya, apakah ini sungguhan? Anakku.. malaikat kecilku akhirnya lahir kedunia? Tangis haru menghiasi wajahnya yang tampan. Ia memeluk Lily dan juga buah hatinya. Mengecup kening wanita yang amat sangat dicintainya dengan lembut, kemudian jemari kekarnya dengan hati-hati mengusap anggota wajah baru keluarga mereka. Menelusuri setiap inci wajahnya seolah ingin mengingatnya. Tentu saja.
"Dia sangat cantik, sepertimu." Ucap Albert.
Lily tertawa renyah. "Ya, karena dia mempunyai ayah yang tampan sepertimu."
Mendengarnya, Albert menciumi istrinya dengan damba. Tanpa sadar kini mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada diruangan itu.
"Berhentilah bersikap seolah kami tidak ada dan berikan nama pada keponakanku!"
Bertha hanya tak habis fikir. Mereka selalu mengumbar kemesraan tak kenal tempat!
Albert mendengus dan Lily hanya bisa tertawa. Yah, bukan rahasia umum kalau memang mereka seperti itu, seolah dunia milik berdua. Kemudian, Lily mengelus buah hatinya dengan sayang. Sebenarnya, ia tidak menyiapkan nama untuk anaknya sejak dalam kandungan. Karena.. ia takut nama yang dipersiapkannya hanya akan terukir dalam duka, lagi. Sudah cukup dia menyiapkan dua nama tapi pada akhirnya berakhir luka.
Matanya terpejam dan sedetik kemudian dia mencium kening putrinya sayang.
"Eve. Malaikat kecilku, Evelynn"
.
.
.
.
Halo, ini karya pertamaku! Semoga kalian suka ❤️
YOU ARE READING
LOVRE
RomanceEvelynn selalu mendapatkan apapun yang ia inginkan. Sebagai putri tunggal keluarga Jacob, Albert dan Lilyanne, selalu berusaha memberikannya. Sekalipun, itu mungkin adalah sesuatu yang salah.. . . "Eve adalah malaikat kecil yang diberikan kepada ke...
