Kim jongin hanya seorang pemuda biasa, memiliki kecerdasan rata rata, visualnya pun tak ada yang perlu dibanggakan, terlalu biasa, semua yang ada pada sosok kim jongin hanya biasa tak ada yang istimewa.
Jongin siswa kelas 11, tak ada yang menarik dihidupnya semua terlalu biasa, ia bukan siswa teladan yang sesiap saat mendapatkan nilai tertinggi, ia hanya siswa biasa yang terkadang mendapat nilai dibawah standar dan terkadang pula mendapat nilai yang bagus.
Ia juga bukan makhluk anti sosial atau aneh, ia hanya seorang pemuda biasa yang tak meninggalkan kesan baik ataupun buruk, itu bukan karna ia tak terlihat tetapi karna ia terlalu biasa dan mudah dilupakan.
Tapi bukan itu yang terpenting. ini hanya menceritakan bagaimana jongin yang sebenarnya, bagaimana pola pikirnya dan keadaan mentalnya pada masa puper.
Jongin terlihat seperti anak anak pada usianya karna pada dasarnya ia biasa, tapi tak ada yang nemahami seseorang dengan baik, hanya diri sendirilah yang mampu paham.
Jongin tak terlalu memikirkan masa depan, disaat teman teman yang lain mati matian belajar agar mendapat nilai yang sempurna agar mampu mencapai tujuannya, jongin masih belum menentukan tujuannya saat ini, ia hanya menjalani hidup secara spontan.
Persis seperti ia mengerjakan tugas rumah disekolah dengan mencontek jawabann teman, ia tak pernah memikirkan hari esok, kemarin ataupun apa yang sudah terjadi dimenit yang lalu, ia membiarkan semuanya mengalir tanpa hambatan.
Jongin tentu sekarang sedang dimasa puper dimana kadang ia memberontak, melakukan beberapa kenakalan tapi yang ia lakukan bukanlah kenakalan yang berarti ia hanya terkadang menonton film dewasa atau tak pulang karna bermain di cafe game, semuanya normal dan biasa.
Yang tidak biasa adalah saat jongin mudah merasa tertekan, putus asa, dan keinginannya untuk menyudahi hidup, coba kalian pahami, tidak ada yang rumit dihidup jongin, hal yang ia lakukan tak seharusnya membuatnya tertekan apalagi putus asa.
Ayah jongin adalah sorang pekerja kantoran, dan ibunya memiliki cafe yang setiap harinya dibuka. Bukankah semua terlihat bagus?
Sedari kecil jongin mudah merasa tertekan dan stres ia akan menangis dikamar dan jika itu tak membuatnya merasa lebih baik ia akan memukul kepalanya beberapa kali hingga ia merasa lebih baik.
Dan keadaannya semakin lama semakin memburuk, semakin ia tumbuh dewasa ia semakin mudah merasa tertekan dan putus asa ia lebih sering mengurung diri dikamar, jika kalian menyarankannya untuk berbicara dengan orang tua, maka jongin tidak bisa melakukannya, ia memang tidak kesulitan untuk berkomunikasi dengan teman temannya, tapi orang tua adalah hal lain yang paling jongin hindari.
Mungkin jika saat ia masih kecil kedua orangtuanya mampu membuatnya tenang dan slalu berada disisinya mungkin ia tak akan merasakan keadaan dimana ia slalu ingin menyudahi hidup. Ia tak dekat dengan kedua orangtuanya, dan jongin sudah terbiasa mengahapi keadaan emosinya seorang diri.
Semakin ia dewasa semuanya mudah sekali meluap ia akan langsung terpuruk karna hal kecil dan bisa bersemangat disaat saat tertentu.
Jongin akan dengan mudah menyalahkan diri sendiri dalam keadaan yang tidak baik, dan ia akan merasa tertekan dan setelahnya putus asa, ia juga bisa dengan mudah menyakiti diri sendiri agar merasa tenang.
"jongin-ah? Eommamu sedang repot di cafe."
Jongin sedang duduk diruang kelurga menatap televisi yang sedang menayangkan acara ragam variety show, suara ayahnya tak terproses dengan baik oleh otak jongin karna ia sedang berfikir ia baru saja mendapatkan nilai yang buruk diujian minggu lalu, tapi bukan nilai ujian yang ia fikirkan ia hanya sedang memikirkan beberapa ucapan temannya.
Nilai jongin memang tak selalu tinggi juga tak selalu rendah hanya saja teman temannya sering melihatnya seperti anak manja yang tak pernah dimarahi meski nilainya rendah, dan ucapan yang mengatakan lebih baik ia tak usah ikut les dengan biaya mahal karna hasilnya selalu naik turun, itu mengganggunya karna ia merasa apa yang dilakukan orangtuanya sia sia.
YOU ARE READING
Jongin Mindset
FanfictionSiklus paten dalam kehidupan jongin dimasa puber. Dan sehun yang memiliki keberuntungan yang baik.
