fountain

2 1 0
                                        

"Eum gue, eum aku menyukaimu" ucap seorang siswa di loteng sekolah sambil menyerahkan sebungkus roti strawberry kepada wanita yang ada didepannya

"Gua juga suka" jawab wanita yang ada di depannya dengan senyuman yang manis diikuti oleh mata yang ramah..... Tapi hanya bertahan sampai tiga detik. Raut wajah nya berubah menjadi datar. Diapun mengambil roti yang ada di tangan si cowok sembari berkata "sangat suka roti ini, thank you" lalu pergi meninggalkan sad boy yang berdiri menatapnya dengan nanar.

"Wah.... Minho, lo ditolak Mina lagiiiii huhuhuu....." air mata dari cowok bernama Minho tak bisa dibendung lagi dia menangis dan meratapi hidup nya yang menyedihkan.

Dari situlah datangnya klan sad boy.

Mina pergi meninggalkan Minho, dia berjalan ke taman sekolah dan duduk disana lalu menyantap roti yang diberikan Minho tadi.

"Klo cuma satu roti mana mau gua terima, dasar bodoh" ucap nya, sepermenit kemudian datanglah seorang wanita bertubuh gempal menghampirinya.

"Sorry, Mina kata Jinha....." ucap Siti, teman sekelas Mina.

Mina hanya menatap Siti tanpa memberi jawaban, lalu memberikan sisa roti strawberry nya.

"Roti dari si bodoh Minho, lu suka dia kan" ucap Mina

Siti yang mendengar hal itu berusaha menyembunyikan ekspresinya agar tidak ketahuan bahwa dia menyukai Minho.

Mina tersenyum sarkas melihat Siti yang lugu, "Pembantu, si ratu tepung Jinha nya ada dimana?" tanya Mina

"Di belakang ruang kelas XI" jawab Siti

Mina pun pergi, setengah perjalanan dia berteriak "Oy pembantu gempal tuh roti udah gua campurin darah kelinci hahaha"
Siti yang mendengar ucapan Mina merasa mual dan berusaha mengeluarkan roti yang ada dimulutnya.

"Kayak nya bakal seru nih" gumam Mina sambil berjalan dan memegang bolpoin bergambar strawberry yang ia pegang.

Setelah sampai dibelakang ruang kelas XI ada sekumpulan siswi yang diketuai oleh Jinha sang ratu sekolah ini.

"Omayo omayo Jinha-san noh si Mina datang" ucap cewek bernama Sakura dengan style anak weibo akut, rambut yang dikepang dua style jepun-jepun loli dan buku manga yang selalu dia bawa

"mana mana...." cewek sebelah Sakura bernama Yura sedang memoles wajah Jinha dengan cushion yang dia pegang mengalihkan perhatiannya ke Mina.

"Wanita menjijikan akhirnya datang juga, guys guys habisi dia hari ini juga!" suruh Jinha pada tiga anak karate yang sudah bersiap tarung disana.

"Siap Jinha Mama!!" ucap mereka serentak
*mama diartikan yang mulia*

"Wah wah colab sama anak karate ya Jin tomang" ucap Mina yang memainkan bolpoin kesayangannya sambil menunjuk ketiga siswa yang siap menyerangnya.

Salah satu anak karate yang paling berani menghampiri Mina dengan jurusnya. Tak kalah telak, Mina menghalau serangan anak itu dan menyayat tangan siswi tadi dengan bolpoin yang ternyata dalamnya sebuah besi tajam yang runcing

"Awww..." ringkih siswi tersebut lalu mundur sambil menahan sakit

Mina memandang bolpoin nya dan menjilat darah yang ada disana.

"Aaappp apaaa....apa apaan dia psikopat!!!..... Jinha Mama maaf kami ada latihan dadakan" semua siswi karate tersebut pergi meninggalkan Jinha, Sakura dan Yura.

"Jinha-san aduh lupa manga gua ketinggalan dikelas" ucap Sakura sambil pergi berlari karena takut.

"Ah iya maskara lu dipinjem sama Pak guru, sekarang gua mau bawa ya...." Yura langsung berlari menyusul Sakura.

"Yahh!! Woii kalian..." belum sempat Jinha melarikan diri, Mina sudah ada didepannya.

"Jin. ha. lu" ucap Mina datar dan memandang wajah cantik Jinha, dia memang terkenal dengan wajah yang shining shimmering splendid.

"Klo gua sayat muka lo, butuh waktu lama mau glowing kek gini lagi yakan?" lanjut Mina

"Yah... Lu mau dikeluarin dari sekolah gua hah?" ancam Jinha, dia memang cucu dari pemilik sekolah.

"Wah ancaman lu boleh juga, nah buat lo" Mina memberikan bolpoin yang ternyata sebuah perekam suara lalu berjalan pergi.

"Ah lupa biar gua tegaskan... Lo ga bakal bisa ngeluarin gua dari sini, ayah lo yang bodoh gak bakal lakuin itu" Mina pun pergi meninggalkan Jinha.

"Awas ya lu dasar parasit psikopat menjijikan" maki Jinha, lalu dia mengambil bolpoin yang Mina diberikan, ternyata rekaman pernyataan suka Minho saat diloteng sekolah.

"Huaaaaaa!! Minho oppa kenapa lu....huaaaaa" teriak Jinha sambil nangis bombai.

______

"Oke terimakasih, kau bisa membawa bagian mu" ucap Mina, dia sedang berbicara kepada mitra bisnis nya. Lalu diapun berjalan pergi ke ruang guru.

"Mina....!!" tiba-tiba Minho datang dan mengagetkan Mina

"Lo mau ngapain disini?"tanya Minho yang mendapati mina di depan ruang guru

"Bisa gak sih lo kagak ngikutin gua" keluh Mina

"Eum...bisa gak ya...engga bisa lu kan separuh jiwa gue" ucap Minho

"Serah lu dah, gua mau izin pulang awal, lo jangan ngikutin, lo tau kan gua ada urusan dan lo jangan ikut campur, ini urusan pribadi" jelas Mina, "Lo tau kan ibu gue.... Kalo lo ikut lo bisa mampus kayak waktu itu" bisik Mina, Minho langsung menjauh dan mempersilahkan Mina masuk ke ruang guru.

Minho takut dengan ibu Mina karena pernah waktu itu dia ngeyel pengen ikut karena mau minta izin buat direstuin jadi mantu nya, tapi ibu Mina malah menggoda minho dan mengajaknya tidur.

adolescentDonde viven las historias. Descúbrelo ahora