𝐏𝐫𝐨𝐥𝐨𝐠

7 2 0
                                        

Seorang lelaki terlihat sedang berlari disekitaran komplek apartemen yang dia tinggali. Lelaki itu terus berlari tanpa henti seakan tidak merasakan lelah. Mengabaikan peluh yang terus membasahi tubuhnya.


“𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘶𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩,”


Kalimat itu terus mengusik pikirannya. Benar, sudah dua tahun dia masih tetap menyalahkan dirinya sendiri. Sungguh lucu.


Dia memutuskan untuk memasuki minimarket, mencoba untuk menenangkan pikirannya dengan sebotol air mineral dingin.


Saat ingin membayar, dia melihat seorang anak kecil yang terus mengelus-elus permen yang berada di dekat kasir. Tanpa banyak bicara, dia mengambil permen tersebut untuk dibayar bersamaan dengan air mineralnya. Setelah memberikan permen tersebut kepada si anak kecil, dia berjalan keluar minimarket dan duduk di kursi yang telah disediakan.


“Paman, kalau kau bisa kembali ke masa lalu apa yang akan kau lakukan?”


Lelaki itu terkejut dengan suara dan pertanyaan yang muncul tiba-tiba. Tapi, dia merespon dengan tawa kecil.


“Kira-kira apa ya?” Lelaki itu terdiam. Memandang jalanan yang sepi dengan tatapan menerawang. “Aku hanya tidak ingin menghancurkan hubunganku dengan orang yang ku cintai,”


“Banyak hal yang belum aku lakukan bersamanya,” lanjutnya.


“Hey anak kecil, kenapa kau tiba-tiba bertanya-”


Lelaki itu terkejut saat anak kecil itu sudah tidak ada lagi di sampingnya. Dia menoleh kesana kemari guna mencari sosok anak kecil tersebut.


Nihil.


Anak kecil itu tidak ada.
















Hi guysss xiixixix ini cerita ateez ku yang pertama disini>.<

Mind to review and click the star button guys 😣😣😣❤️❤️

In HeavenStories to obsess over. Discover now