Chapter 01 : Beginning

386 40 12
                                        


a story by xxrenmyn

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

a story by xxrenmyn








Enjoy...

Yeonjun tidak mengerti mengapa orang-orang selalu menganggapnya aneh dan tak waras.

Tiap kali ia berjalan di sekitar komplek, seluruh warga pasti akan langsung berbisik pada anak mereka. Mengatakan untuk tidak mendekati seseorang sepertinya, mengajak berbicara, atau bahkan melirik sekalipun. Ada juga satu dua orang yang berperan sebagai provokator. Memberitahu hal yang tidak-tidak pada teman disebelahnya. Padahal Yeonjun itu anak baik-baik. Sejauh ini dia tak pernah membuat keributan atau hal-hal semacamnya. Yah, belum sih.



Kadang juga Yeonjun berpikir, apa yang membuatnya begitu dihindari semua orang? Bahkan paras tampannya tak dapat mengubah pandangan orang lain.




Apa ia dihindari karena selalu menceritakan hal-hal yang –bagi orang lain– mustahil untuk terjadi?

Seperti Hugger Fairy, Tooth Fairy, Snow white, dan kadang beberapa hal mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Tapi sungguh, Yeonjun tak memiliki niat jahat dalam kelakuannya tersebut.




Atau mungkin karena ia selalu membicarakan tentang sihir?

Yeonjun memang sangat tertarik pada hal-hal semacam itu. Ia bahkan sampai membuat penelitian dan eksperimen di ruang kerjanya.

Oh, mungkin itu yang membuat orang-orang jadi provokator. Karena dia selalu melakukan hal aneh di ruang kerja. Melapukkan, meledakkan, dan menghancurkan barang-barang sehingga suara dentuman terdengar jelas dari luar –walau bilik itu kedap suara–


Apa karena ia terlalu terobsesi dengan sihir?

Kadang ketertarikannya tersebut dapat dibilang obsesi.

Segala cara akan dia lakukan untuk mendapat kekuatan sihir tanpa batas. Yeonjun terus belajar lewa buku-buku yang diterbitkan oleh nenek moyangnya yang kebetulan juga menyukai hal berbau mistis.


Atau...




Karena ia berhasil menciptakan sesosok manusia dengan postur badan yang tinggi dan wajah rupawan bak model ternama?

"Hai, dear" Yeonjun menyapa makhluk ciptaannya dengan senyum manis terpampang di wajah. Sembari mengerjap heran, 'makhluk' tersebut menatap Yeonjun sebagai respon.

"Tampan" gumamnya.

Mendengar itu Yeonjun tertawa kecil –yah, ia sangat sering mendengar pujian itu selama 21 tahun.

"Terima kasih, kau juga"
"Sekarang boleh aku tahu siapa namamu?"

Dahi sang lawan bicara terlipat –nampak kebingungan– "Nama? Apa itu?"

SORCERYWhere stories live. Discover now