Dalam detik kesekian kalinya,
Amigdalaku seperti terbelit kusut menyaksikan pertempuran ego dan Nurani...
Perlahan namun sengit, menciptakan beberapa kekhawatiran tanpa ujung...
Kusut yang terhelat, memuntahkan benang-benang halus yang acak dan terurai....
Darimana akan kuuntai benang-benang kusut ini bahkan aku saja tak tau mana bagian awal dan akhirnya....
Seperti menyulam benang hitam dalam kegelapan..
Gagap kucari gelap merayap....
Ingin ku warnai raga seputih kapas, agar tak tampak kegelapan disana...
Ingin ku warnai rona jinga senja keemasan, agar tampak indah saat terlihat dipelupuk mata...
Namun aku siapa?
Diantara dentingan jarum jam yang berdetak...
Dan putaran bumi yang terus berotasi..
Aku diam tanpa sepatah suara, menunggu waktu kembali berpihak padaku....
KAMU SEDANG MEMBACA
Tertulis Dari Tangan Manusia Sepi
PuisiDuduk sebentar disini, akan kusuguhkan beberapa teguk sajak agar kamu menjadi lebih kuat dalam setiap bab hidup yang terjadi, Setiap orang akan terbebas dari dendam dan rasa sakit ketika mereka mulai belajar untuk menerima. lihatlah aku menuangkanny...
