Prolog

75 18 38
                                        

"SUDAH HENTIKAN! Jangan buat masalah lagi!"

Suara itu bergema memenuhi ruangan. Suara bentakan yang diiringi oleh air mata yang jatuh pun sudah tak terhitung berapa banyaknya. Tetapi, pusat kendali tetap tak dapat diraih lagi.

"Percuma Kau menangis. Tak akan ada yang berubah. Semua sudah terlanjur terjadi. Baik mundur atau tetap melangkah maju. Semuanya sudah terjadi."

"HENTIKAN!" bentakan yang bergema di ruangan itu terdengar lirih, mengiba dan penuh penyesalan.

Hanya dengan satu kalimat, kata yang bisa membuat harapan hancur, semangat mundur. Kata yang terucap, yaitu 'tak akan ada yang berubah' membuat banyak kejadian kembali berputar, laksana layar proyektor yang sengaja dihidupkan.

"Apakah kamu...." Helaan napas pelan dan mengikutimu "masih mau melangkah?"

Kalimat yang sengaja dijeda itu membuat atmosfer semakin terasa tak nyaman bagi siapa pun.

"Atau diam menunggu semuanya selesai dengan sendirinya?"

"Aku..., aku ta—"

"Kalau begitu, menangislah. Ingat! Tak akan ada yang berubah, meski kau menangis darah sekali pun! Nikmati harimu, Sayang."

"Mau pergi ke mana?"

...

"Tunggu! Apa benar, tak ada yang bisa kita lakukan?"

❦ ❦ ❦
MINT EYE
Shin No Hikari

❀ ❦ ❦ ❦ ❀

A/n:
Selamat datang di prolog yang sangat pendek( ❛ ᴗ ❛.)

Selamat menikmati. (◔‿◔)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 12 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Mint EyeWhere stories live. Discover now