"Pasukan panah siaga disemua tempat tinggi, pohon, atap, dll!"
"Setengah pasukan pedang, siaga disetiap pintu masuk, blokir semuanya!"
"Pasukan Gas bercun, bersedia disetiap lubang dan celah!"
"Aku, Jihon, dan setengah pasukan pedang lainnya, yang akan menembus pusat jantung, bunuh siapa pun yang menghalangi!" perintah Selwa, pada pasukannya.
"Siap ketua." Jawab pasukan itu.
Ular berbisa itulah nama kelompok ini, pembunuh bayaran tingkat atas. Dalam sejarah, tidak ada satu taget pun yang lolos. Terutama jika sudah berhadapan dengan Selwa. Si cantik yang mematikan. Jika pedangnya, di tarik dari sarungnya, jangan harap ada yang selamat.
"Kita akan menyerang tepat tengah malam, masih ada waktu 6 jam, jadi persiapkan tenaga dan senjata kalian!" sambung Selwa.
"Siap ketua."
***
Tok...tok...tok
"Ini aku,"
"Oh masuklah,"
Selwa yang tadi nya, bergegas memakai tabir nya, melepas nya kembali.
"Duduk lah, dimanapun kau suka,"
"Selwa, target kita kali ini memiliki keamanan yang sangat ketat, apa strategi rahasia mu?" tanya Jihon.
"Seperti biasa dikeadaan terdesak aku akan membuka tabir ku," jawab Selwa tanpa berpaling sedikit pun, gadis itu sedang mengasah pedang nya.
"Selalu itu yang menjadi andalan mu," kata-kata itu sukses membuat Selwa, memalingkan wajah nya.
"Kau meremehkan kemampuan ku?"
"Tidak bukan begitu aku hanya khawatir pada mu."
Selwa menghela nafas bakit dari duduknya mendekati Jihon, menaruh kedua tangannya pada pipi Jihon, membuat laki-laki itu salah tingkah.
"Jihon sahabat terbaik ku, salah satu, dari dua orang laki-laki yang biasa melihat wajah ku. Aku tau, kau sangat menghawatirkan ku, tapi kita sudah bertahun-tahun menjalankan misi bersama, percayalah, jika kau percaya padaku, itu akan membuat ku semakin mudah. Untuk menyelesaikan semua misi kita," ucap Selwa dengan lembut.
Jika sudah seperti ini Jihon sudah tak bisa berkata-kata lagi, laki-laki itu hanya diam, di detik selanjutnya akhir nya menganguk.
"Baiklah aku percaya pada mu,"
"Bagus sekarang siap kan tenaga mu fokus, dan jangan berfikir yang macam-macam," ucap Selwa, sambil menjauhakan tangan nya dari pipi laki-laki itu.
"Yaa aku tidur sebentar,"ucap Jihon.
"Hei keluar dari kamar ku,"
"Teganya kau mengusir ku,"
Selwa tersenyum miring.
"Aku akan mengganti pakaian kau ingin melihat,"
Jihon langsung bangkit dari duduk nya, keluar dari kamar Selwa, tanpa berkata satu kata pun membuat Selwa tertawa pelan.
***
Tepat tengah malam, pasukan Ular berbisa telah sampai di kediaman target. Target kali ini adalah perdana menteri Hong, orang yang mengetahui keberadaan mereka, dan mengancam akan membumi hanguskan kelompok mereka, sampai ke akar-akar nya. Orang itu tidak tau berurusan dengan siapa.
"Masuk lumpuh kan pertahanan awal tanpa suara," bisik Selwa pada pasukan ahli racun.
Dengan cekatan mereka memanjat ke atas pohon terdekat, menaburkan racun berbentuk bubuk tepat di atas para prajurit. Membiarkan mereka menghirup nya dalam-dalam, seketika seperti daun yang berjatuhan mereka tumbang satu persatu. Mati dengan tenang dan meyakitkan.
Pasukan Ahli racun, mengibarkan bendera hitam, bergambar Ular dengan, bercak-bercak merah disekitar nya pertanda misi berhasil.
"Ke posisi masing-masing,"
ESTÁS LEYENDO
Beautiful Death
RomanceKelompok pembunuh bayaran dipimpin oleh seorang yang misterius dan diketuai oleh seorang wanita cantik, sangat cantik yang kecantikan nya menjadi kekuatan nya.
