Hey
Apa kabar?
Sudah bahagiakah dirimu setelah menetapkan keputusan yang berlandaskan amarah itu?
Keputusan yang membuatku tersungkur dengan sisa babak belur hatiku demi mempertahankan kita
Sukmaku terkulai pedih karena ucapan selamat tinggal tak berdasar darimu
Lelah katamu..
aku lelah menjadi air ditengah kobaran emosimu yang sulit kupadamkan
aku lelah memberi makan egomu hingga kenyang
aku lelah mengalah dengan sikap batumu yang sulit melebur
Namun aku tetap berdiri bertahan sekuatku demi terwujudnya janji yang sempat kau ucap kepadaku
lalu sekarang...
kau porak porandakan mimpi yang sudah kubangun untuk kita
Dan menjadikan semuanya hanya khayal yang tak terwujud
jika mencintaimu terasa seperih ini, aku enggan untuk memulai kisah yang berujung kesedihan ini
terimakasih..
terimakasih telah membalas ketulusan dengan caci
sudah sampai kepadaku setiap tuduhan-tuduhan belakamu yang tak kau sampaikan langsung
yang mengatas namakanku sebagai pelaku kedurjanaan atasmu
sudah kuterima semua pandangan-pandangan bobrok tentangku
hanya tangisan aspirasiku saat ini
Sekarang yang kulakukan adalah merobek dan mengubur sedalam mungkin perasaan bodoh yang dulu kuagung-agungkan untukmu
Dan disini tertulis jelas, nisan bertuliskan kenangan yang akan usang ditelan waktu
YOU ARE READING
Sajak Puan
PoetryHanya kumpulan imaji berlandaskan rasa yang tertuang pada tulisan dan ditulis oleh seonggok manusia tidak sempurna
