Prolog

95 24 24
                                        

Jadilah pembaca yang bijak! 17+
Sorry for typo || Happy reading.

Ketika hati mulai mati, mata mulai buta, telinga mulai tuli dan logika yang mulai hancur mengiris jiwa sang penghancur

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ketika hati mulai mati, mata mulai buta, telinga mulai tuli dan logika yang mulai hancur mengiris jiwa sang penghancur.

Ketika hati mulai mati, mata mulai buta, telinga mulai tuli dan logika yang mulai hancur mengiris jiwa sang penghancur

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"ARGHH!!--"

Pagi itu keadaan sangat riuh karena ulah sang queen. Sang queen menginjak pergelangan kaki korbannya. Tanpa ampun, tanpa kasian. Semakin menyinggung senyum kala korbannya terus meminta ampun.

"U -- udah sakit, Na. Ampun."

"Queena Auzora. Biasa di panggil QUEEN." Queen menekan kata 'Queen' karena dia sangat tidak suka jika seseorang memanggil dirinya secara tidak lengkap. Harus Queen, tidak ada yang lain.

Queen melonggarkan sedikit injakannya, cukup lelah. Korbannya kali ini tidak semenarik biasanya, walau ia tetap menyukai rengekan ampunan dari sang korban.

Cewek itu kembali menyeringai sambil menatap korbannya, yang ia tau bernama Dela sang kutu buku. "Nggak akan chagia, sebelum lo jilat es krim lo yang ada di sepatu gue. Sekarang."

Suara bisik-bisik semakin terdengar kala sang Queen Cakrawala mengucapkan kata tadi. Kata-kata yang terucap itu mampu membuat banyak orang berdecak tak suka, namun tidak dapat melakukan apa - apa untuk menolong cewek yang berada di bawah kaki Queen. Mereka hanya mampu berbisik dan menatap iba.

"Gila, makin hari makin aja."

"Nggak ada habisnya. Pokoknya jangan macem-macem deh sama Queen Cakrawala."

"Cewek apaan sih dia."

"Suara. Siapa. Itu." Queen menekan setiap kata yang ia ucapkan. Sekali pancing satu dua ikan tertangkap. Sekali queen murka satu dua manusia tersiksa. Kuping Queen cukup tajam untuk mendengar beberapa bisikan tentangnya.

Hening. Tidak ada yang berani bergunjing lagi. Mereka semua tidak mau menjadi korban kekejaman seorang Queen. Ratunya Sma Cakrawala. Seberapa banyak orang mencibirnya tetap saja tak ada yang pernah berani melawan dirinya. Hanya mulut saja yang bermain, tapi jiwanya pengecut.

Cewek berseragam ketat dengan rambut coklat yang menjuntai sepunggung semakin menekan kakinya ke pergelangan kaki Dela, jika sebelumnya ia melonggarkan untuk memberi Dela sedikit pengampunan. Kali ini lebih parah dari sebelumnya dan Dela semakin menjerit meminta ampun. Sungguh, Queen sangat menyukai suara jeritan seperti itu. Terdengar merdu ditelinganya.

"S-- sakit, Queen ...," rintih perempuan itu. Kacamata yang semula bertengger di wajahnya kini hancur berkeping-keping di bawah kaki Queen.

Lihatlah? Tidak ada yang membantu nya sama sekali untuk lolos dari sang Queen.

"Zora!"

Oh shit!

Kegiatan cewek itu terhenti seketika ketika seseorang menyeruakan nama belakangnya.

"Queen. Not Zora," ujar Queen malas.

Darel Emillio. Pawang seorang Queen.

Darel menghentikan aksi Queen. Ia menarik cewek itu dari belakang, oh tidak lebih tepatnya memeluk cewek itu dari belakang seraya menarik cewek itu dari korbannya.

"Lo beruntung, dewa penyelamat datang tepat waktu," ujar Queen kepada Dela. Yang di maksud Dewa penyelamat itu adalah Darel. Cukup dengan hadirnya cowok itu maka kekacauan yang di timbulkan Queen akan berakhir.

Sebelum pergi, Queen terlebih dahulu menendang Dela hingga cewek itu terpental ke tembok. "Katakan selamat tinggal, Dela sayang."

Jeritan terdengar bersaut-sautan, mereka yang menonton langsung menggerumungi Korban Queen dan segera membawa cewek itu ke uks.

Sedangkan Darel dan Queen menjauh seolah tidak terjadi apa-apa di belakang mereka.

"As usual, Rel," ujar Queen.

"I have never forgotten it, Miss." Secepat kilat tanpa ada yang melihat bagaimana gerakan Darel mencium sekilas bibir mungil Queen.

" Secepat kilat tanpa ada yang melihat bagaimana gerakan Darel mencium sekilas bibir mungil Queen

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Chagia = Sayang (Korea).

"Tak kenal maka tak sayang, udah kenal eh nggak sayang - sayang."  -Landrada Eustacia

Thank's for reading

-Rull

The Demon QueenWhere stories live. Discover now