Waiting 🌸1.

20 5 15
                                        

Seorang perempuan merasakan tidurnya terganggu dengan kedatangan seseorang, membuka jendela dan gordennya membuat cahaya matahari menguasai kamarnya, mengguncang badannya lumayan keras, sesekali berteriak dikupingnya, menyingkap selimut kesayangannya, uh sungguh menyebalkan, dan perempuan itu tau siapa pelakunya.

" Ma, ayolah inikan hari libur, aku ingin tidur, mataku masih mengantuk " ucap perempuan itu merengek.

" tidak sayang, kau ini perempuan, tidak boleh bermalas-malasan walaupun hari libur, sekarang cuci muka, sarapan, dan jangan lupa bantu mama membersihkan rumah, mama tunggu dibawah " suruh perempuan lansia itu lalu pergi.

Dengan malas-malasan Farah berjalan menuju kamar mandi, menggosok giginya dan mencuci mukanya, dengan muka yang masih mengantuk, membersihkan tempat tidurnya, menyisir rambutnya yang berantakan, setelah merasa cukup, Farah langsung kebawah melihat masakan ibunya yang begitu harum.

Dengan sedikit berlari dan tersenyum Farah duduk dimeja makan dan mulai mengambil lauknya.

" Ra, mama akan keluar kota, kau dengan kakakmu aja ya " Ucap ibu itu sambil tersenyum.

" Yahh, mama ih, dikit-dikit keluar kota, sesekali ajak dong aku, kemarin kakak kan udah, sekarang
giliran aku dong " Ucap Farah cemberut.

" Gak bisa Ra, kemarin kakak kamu ikut kan karena libur, mama kan seminggu disana, gak mungkinlah kamu libur seminggu "

" terserah "

Kakak Farah yang melihat itu hanya menggelengkan kepala saja, sudah terbiasa melihat mama dan adiknya begini.

" Kak, aku boleh minjem laptop gak? Laptop aku rusak, mau nonton drakor, ya? Ya? " Ucap Farah memohon.

" Hm, tapi kakak mau kerumah
temen, beranikan sendiri dirumah? " Tanya kakakku.

" Sendiri? " kakak ku menganggukkan kepala bertanda iya, " Lah kalo aku takut gimana, ih gak usah kerumah temen lah, bilangan aja ada urusan " pujuk Farah.

" Ajaran sesat lo, Mau ikut? " Farah menggelengkan kepala. " Terserah lo aja sih, kalau mau ikut ya ikut, tapi kalau gak mau ya terserah, pokoknya kakak mau pergi titik gak pake koma "

" Mending kamu ikut aja Ra, daripada ditinggal dirumah " Ucap mamanya yang sedang makan.

Setelah otak Farah perpikir, dia memilih ikut dengan kakaknya aja, nanti pas pulang Farah mau beli eskrim dong 😁.

" Yaudah aku ikut, tapi beliin eskrim ya " Kakaknya hanya mengangguk, malas berdebat dengan Farah.

Akhirnya mereka pun berbincang-bincang tentang disekolah, pelajaranlah, dan sebagainya.

Setelah makan mereka selesai
Masing-masing membawa piring dan gelas, Farah yang menyucinya kakaknya membawa piring dan gelas serta mengelap meja, bagaimana dengan ibunya?
Nonton Hati Seorang Istri sambil tegolek. 😐

" Ku menangis, membayangkan betapa kejamnya dirimu melepaskanku "

Farah yang merasa setiap hari mendengar lagu itu hanya menepuk jidatnya dan menggelengkan kepala sama seperti kakaknya, yang menyumbat kupingnya dengan earphone.

" Ma, kecilin dikit lah, malu loh didengar tetangga " Ucap Farah tak tahan.

Bukannya makin pelan, lagunya malah makin kuat. Dengan berjalan pelan Farah menuju ruang tv dan mengambil remote dari mamanya.

" Talak aja talak, kok mau dia punya suami kayak gitu " Marah mamanya gak jelas.

" Ma, kecilin sikit suara tv sama suara mama, nanti dikira tetangga entah kenapa " Suruh Farah. Mamanya hanya mengangguk tapi tidak mengecilkan volumenya,
Sama aja ma 😭

WAITINGStories to obsess over. Discover now