01

34 9 15
                                        


.
.
.





Beomgyu menatap sekitar kanan kirinya hanya di penuhi oleh berbagai jenis pepohonan besar, alisnya menyerit karna tak menemukan jalan keluar dari hutan ini. Sampai dia menemukan seorang gadis kecil dengan rambut berkepang dua duduk membelakanginya di salah satu akar pohon yang muncul di permukaan tanah.

Beomgyu berjalan pelan mendekatinya dan Beomgyu tersentak, matanya membola saat melihat gadis kecil berwajah belanda itu menoleh ke arahnya dan Beomgyu mendapati banyak luka di wajah gadis kecil itu. Namun Beomgyu malah tersenyum melihatnya. Bagi Beomgyu gadis itu terlihat cantik dengan goresan luka di sekitar pelipis dan sudut bibirnya.

Memang gila Choi Beomgyu. Konah
Suka-suka gua dong. Beomgyu

"K-kamu...zombie?"

Gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum manis dengan bibir pucatnya. Dan Beomgyu merasa ada beribu-ribu tawon ada di perutnya. Senyum semangka merekah di bibir Beomgyu.

"Beomgyu...kamu mau bersamaku?"

"I-iyaa aku mau bersamamu."

"Ayo ikutlah denganku..."

BYURRR....

"WHOY BANGUN KEBO UPIN IPIN."

"EH AYAM GEJROT KENA UJAN."

Beomgyu terloncat kaget saat air memasuki lobang hidungnya dan membanjiri kasurnya.

"Yaa ampun jin...lu bisa ga sih bangunin gua dengan cara yang alusan dikit gitu."

"Gak! Lu kan kebo, udah buruan siap-siap ke sekolah."

"Hmm."

"Dasar cewe jadi-jadian iih."

Beomgyu bergumam saat Ryujin pergi dari kamarnya. Tapi tiba-tiba Ryujin muncul lagi di ambang pintu kamarnya. Ryujin itu sepupunya Beomgyu.

"APA LU BILANG?!"

"Eh ga-gak gua ga bilang apa-apa kok."

Beomgyu mengelus dadanya dan beranjak ke kamar mandi melakukan ritual sebelum berangkat sekolah wg?.

"Whoy Gyu...lemes amat lu. Ngapa?"

Beomgyu berjalan santai melewati gerbang sekolahnya dan mengabaikan seseorang yang tiba-tiba muncul sambil merangkul bahunya.

"Biasa tuh paling di bangunin mak lampir lagi kan?"

Beomgyu hanya merotasikan matanya mendengar sautan dari seseorang di sebelah kirinya. Beomgyu pun melepas rangkulan dari orang yang berada di sebelah kanannya.

"Udah deh, lu berdua kalo dah pada tau ngapain masih nanya mulu tiap hari."

"Yeeuu kita pan sohib bro." Sahut Sungchan yang tadi merangkul Beomgyu.

"Ya terus?"

"Yaa kalo lu ada masalah cerita-cerita lah."

"Ogah gua cerita ma lu berdua."

"Whoi whoi whoi...liat dah tuh."

Beomgyu dan Sungchan menoleh ke arah Jaehyuk yang berdiri di sebelah kiri Beomgyu sambil menunjuk ke arah gedung sekolah khusus putri yang bersebelahan dengan gedung sekolah mereka.

"Apaan sih maleeh?"

"Sini lu berdua ikut gua."

Jaehyuk membawa Beomgyu dan Sungchan ke arah semak-semak dan mengajak mereka berdua ngintip ke gedung sekolahan cewe itu.

SankaReaStories to obsess over. Discover now