Happy reading
Ruang tamu adalah ruang hukum bagi Adara regi wijaya.ruang yang dimana dara mendengarkan ceramah dari orang tuanya.
-Dara pov
"Papa sudah capek dengan tingkah laku mu ini,dara,"
"Maaf pa,ma," ucap dara lirih sambil menundukan kepala nya
"Papa sudah bosen denger minta maaf mu dara," emang orang tua dara sudah bosen mendengar permintaan maafan dari anak terakhir nya itu, bukan ke satu/dua kali minta maaf tapi sdh beratus ratus dara minta maaf kepada orang tuanya,tetapi dara tetap melakukan kesalahan trus menerus.
Dara mendengar itu hanya bisa nunduk.
"Apa yang kamu lakukan ke bu fat itu sangat tidak sopan" blum dara menjawab sudah di timpal lagi "apalagi kamu tadi juga bolos!"
"Tapi..."blom selesai bicara wijaya langsung memotong nya,ya Wijaya adalah orang tua dara
"Mana dompet,atm,dan kunci sepada mu" ucap wijaya yang membuat dara mengangkat kepala nya dan ter sontak.
"Ma tolong dara" sambil melihat sendu ke arah mama nya.
"Turuti aja omongan papa mu itu" dara semakin kesal mendengar omongan yang keluar dari mulut mama nya itu. Terpaksa dara harus memberikan kpd papa nya..
Wijaya yg menerima langsung naik ke lantai atas.
"Nanti malam kamu pake gaun yang di kamar mu, nanti malam kamu ikut mama" dara mendengar itu langsung mendengus kesal
"Kenapa bukan abang yang ikut" sambil menunjuk rafa abang nya
"Rafa sudah pernah ikut berulang kali" rafa yang mendengar percakapan itu langsung mengejek dara,dara yg melihat itu langsung menatap rafa tajam
Tanpa jawapan dari dara evi langsung naik menyusul wijaya, ya evi adalah mama dara suami wijaya
Tetangga sebelah: ya sudah tau bambank kalo mama dara itu suami wijaya-_-
Hiraukan manteman,ga penting
-flashback on
"Daraaaa!!" teriak bu fat yang mendapat kan dara dan sahabat nya lari, tidak berhenti mendengat terikan bu fat dara dan sahabat nya malah lari secepat mungkin
Gimana bu fat ga teriak melihat dara waktu di hukum karena menaruh kecoa di meja guru,langsung kabur begitu saja.
Dara dan sahabat nya bagas,bimo,ziko sedang mengatur nafas nya di kantin sekolah nya sehabis lari marathon gara gara dara.
"Ga bisa fikir sama kekonyolan lo" timpal ziko yang masih mengatur nafas nya,di angguki bagas dan bimo bersamaan
"Semoga ada cowok yang membuat dara diem keesokan nya" timpal bimo sambil menengadahkan tangan nya:v
"Gimana dara ya..waktu sma nanti,pasti lebih parah dari ini" sekarang timpal bagas dan langsung tertawa semua kecuali dara yang kesal mendengar nya.
"Mau kemana?" ucap ke tiga sahabat nya serempak melihat dara berdiri
"Bolos" jawab dara dengan singkat padat dan jelasss.
Dara berjalan ke arah gerbang yang tidak dijaga oleh satpam,dara langsung memanjat gerbang itu dan meloncat dengan sempurna.
YOU ARE READING
Fino|Dara √
Teen FictionIni hanya akalan lewat yang terpintas di pikiran. Hanya saja mengisi luang kosong. Maaf jika cerita/identitas kalian ada di cerita. Maaf jika nama kalian sama denga jalur cerita. Oke lah... Selamat membaca syk ku
