Elang Putih

20 4 52
                                        

Februari 2023

Ini adalah tahun ketiga setelah kepergiannya, dia yang pernah aku anggap begitu istimewa.

'Orang itu' pergi meninggalkan luka yang begitu parah, sampai-sampai untuk melanjutkan hidup pun aku merasa tidak punya harapan. Sampai akhirnya, seseorang yang begitu baik datang mengobati lukaku. Dia berjanji tidak akan pernah meninggalkanku, berjanji tidak akan membuatku menangis walau setetes saja. Orang baik itu bernama Aksara.

Seiring berjalannya waktu, aku yakin bisa menerima Aksara meskipun tidak sebesar aku menginginkan 'orang itu'. 'Orang itu' sudah memutuskan untuk pergi, dan aku harus menerima keputusannya dengan lapang hati.

Aku sama sekali tidak bermaksud menjadikan Aksa sebagai pelampiasan. Hanya saja, aku butuh alasan untuk bangkit, dan Aksara memberikan semua yang aku butuhkah. Ini bukan tentang materi, melainkan tentang sesuatu yang lebih penting dari itu.

Aksara memberikan aku solusi, dia yang selalu ada, dia yang rela melakukan apa saja agar aku tertawa, dia yang membuatku merasa berharga, dia yang bertindak tidak hanya dengan kata-kata. Bohong jika aku bilang tidak tersentuh karenanya.

Cinta itu butuh waktu. Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk menumbuhkannya, apalagi Aksara selalu memupuk tiap harinya. Lagi pula, aku pernah begitu mengagumi Aksara sebelum bertemu dengan 'orang itu'.

Hari ini aku berniat untuk menemui Aksara, aku ingin berterima kasih padanya karena telah bersedia menjadi temanku yang selalu ada, aku juga ingin berterima kasih atas segala yang telah dilakukannya demi aku. Aku ingin meminta maaf karena telah membuatnya menunggu begitu lama.

Yang paling penting, aku juga akan mengatakan bahwa aku sudah benar-benar mencintainya, aku menyayanginya, aku sudah bisa melupakan 'orang itu' walaupun tidak sepenuhnya.

Aku ingin tahu bagaimana reaksinya, dia pasti senang sekali. Aku tidak sabar melihat matanya yang menyipit dan senyumnya yang merekah bahagia.

Aku tiba di kedai kopi langganan Aksara, biasanya tiap pulang dari kampus dia selalu nongkrong di sini. Benar saja, aku melihatnya duduk di bangku panjang sambil menyesap secangkir kopi bersama dengan ... seorang wanita?

Samar-samar aku dapat mendengar pembicaraan mereka.

"Jadi ... kapan kamu ngelamar aku?"

"Nanti ya, secepatnya. Kamu yang sabar dulu."

"Janji?!"

"Iya, janji."

"Aaaa senangnya, makasih sayang."

Aksara tersenyum sambil mengusap puncak kepala gadis yang bergelayut manja sampingnya. Aku? Aku cuma bisa menutup mulut tak percaya. Aksara setega itu sama aku?

"Aksara, Diana ... jadi ..."

Aksara dan Diana spontan menoleh ke arahku, mereka sama terkejutnya. Aku lihat Diana merekatkan pegangan tangannya kepada Aksara, tampak ketakutan. Kenapa? Dia takut sama aku?

Aksara bangkit dari duduknya diikuti Diana, "Nayara ... aku--"

"Umm ... Aksa, tenang aja. Aku gak apa-apa kok," kataku. "Pada akhirnya, yang berjuang juga akan merasakan titik lelah. Ini semua salah aku, seandainya dari awal aku nerima kamu, kamu gak bakalan mencari yang lain untuk mengisi kekosongan di hati kamu. Tadinya aku kesini pengen memperjelas hubungan kita, aku pengen serius sama kamu. Tapi ya mau bagaimana lagi kan? Aku menyadari perasaanku di saat yang tidak tepat, terlambat."

"Nay ... maaf," ucap Diana, "aku gak maksud ngerebut Aksa dari kamu, tapi dari dulu aku memang udah--"

"Ssttt ... gak perlu di jelasin. Aku sudah tau, baru aja tadi. Seharusnya kalo dari dulu kamu sudah menyimpan perasaan sama Aksa, kamu bilang sama aku. Kita itu teman meskipun gak dekat banget, tapi apa susahnya sih bilang, jadi kan aku gak perlu nyakitin kamu pas cerita tentang Aksa. Aku bisa kok ngejauh dari Aksa demi kamu," ucapku datar. Kali ini aku menoleh Aksa, "Dan kamu Aksa, makasih sudah menjadi orang yang selalu ada selama tiga tahun ini. Maaf karna aku sudah banyak ngerepotin kamu." Aku mendengus, "Udah ya aku mau balik, sebelumnya aku minta maaf karna sudah mengganggu waktu kalian. Jadi ... silakan teruskan."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 17, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Beautiful Ending [short story]Stories to obsess over. Discover now