Everything Begin...

24 4 0
                                        

   Kenalkan namaku Alfy Kurniawan, seorang dosen asal Indonesia yang sedang melakukan penelitian tentang badai di Jepang.

Apa kau tau Aokigahara? Hutan kematian di Jepang? Nah hari ini aku akan melakukan penelitian disebuah desa yang tidak jauh dari hutan itu.

Beberapa hari ini di desa Narizawa selalu terjadi badai yang sangat meresahkan warga, anehnya badai ini hanya muncul terjadi pada pukul 23:23 waktu setempat dan akan berhenti pada saat tengah malam.

Kebetulan aku mempunyai teman seorang guru sekolah dasar didesa ini bernama Arisa Mochida ia memberi tahukan hal ini. Aku yang sudah lama bergelut di bidang cuaca tidak mau melewatkan kesempatan ini. Aku dan dua rekan satu komunitasku Cho Ji Eun seorang mahasiswi muda dari Korea Selatan dan Edward Barron seorang peneliti dari Amerika turut serta dalam riset ini.

"KAMU SERIUS?!" kata Ji Eun tidak percaya seraya mengibaskan surai hitam panjangnya.

"Hei! Agashi! Pelankan suaramu! Ini sudah malam! Lagi pula mereka tidak akan meminta tanda tangan dari pacar halusinasi Baekhyun EXO! Dan asal kau tau saja aku lebih tampan darinya!" Canda Edward sambil mengacak-acak rambut blondenya.

"Dengar! Mr. Mata Biru! Aku sudah menikahinya tahun lalu!" tambah Ji Eun seraya tertawa.

"Hei! Ini bukan bar! Pelankan suara kalian ini sudah malam," kataku menengahi.

"Yes Sir!" ucap Ji Eun seraya menahan tawa.

   Keduanya masih saling melempar pandang dan menahan tawa. Detik demi detik berganti, kami berempat menunggu di dalam mobil. Tiba-tiba angin kencang membelai mobil kami tidak bukan membelai, lebih tepatnya menghantam. Hujan deras mengguyur dan benar saja 23.23 tepat badai itu muncul.

"Hah? Aku tidak pernah melihat pola seperti ini!" ucapku seraya melihat ke monitor.

"Oh My God! Kita baru saja menemukan pola terbaru tahun ini!" Kata Edward gembira.

"Aku juga belum pernah melihatnya!" tambah Ji Eun.

"Benarkah?" Kata Arisa antusias.

"Kenapa perasaanku tidak enak.." ucapku dalam hati.

Tiba-tiba mobil kami bergoyang, seakan digoyangkan banyak orang dari kiri dan kanan.

"Berbahaya! Kita tidak bisa disini terus! Badainya semakin ganas!" kataku setelah melihat badai tersebut makin liar.

"Apakah setiap hari begini Arisa-chan?" Tanya Ji Eun panik.

"Tidak! Ini pertama kalinya seperti ini!" balas Arisa.

Di tengah kegelisahan, aku melihat wajah Edward yang berubah begitu serius menatap layar monitor.

Aku tidak pernah melihatnya seserius ini.

Aku bergegas menghidupkan mobil untuk pergi menjauh, tapi ketika aku hendak nyalakan mobil, tiba-tiba badai semakin membesar, mobil kami terseret beberapa centimeter dari posisi awal.

"Cepat Alfy! Kita tidak bisa berlama-lama disini! Kalau tidak....Arghh!!!" Belum selesai Edward menyelesaikan kalimatnya mobil kami bergetar hebat, terseret beberapa meter dari posisi awal.

Tak lama mobil kami terangkat dan terlempar kedalam hutan.

*****

   Aku membuka mata, kulihat sekeliling, gelap... hanya pohon yang diam tak bergeming....

Tunggu! Arisa?

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling, tampak olehku sesosok gadis tergeletak tak jauh dariku.

Itu Arisa! Syukurlah!

Aku berusaha mengumpulkan tenaga dan menghampiri Arisa.

"Ugh! Kepalaku!" Ucap Arisa sambil memegang kepalanya.

Fatal Frame : Endless NightWhere stories live. Discover now