Semilir angin hari ini sangat menyejukkan hati yang sedang sendiri. Ku goreskan pena hitam di secarik kertas buram. Entah sampai kapan, aku akan menanti. Menanti kepada seseorang yang belum kunjung memberiku hati untukku miliki.
"Azura, sini sarapan dulu." Suara itu mengejutkan ku yang sedang termenung. Ya, tak lain itu adalah Ibunda ku yang paling ku sayangi.
Oh iya, nama ku Ariella Azura Shaffira , aku terlahir dalam keluarga ternama yang sangat mempengaruhi dunia bisnis di Indonesia. Tapi, Inshaa Allah aku berperilaku semestinya kok.
"Iya Bun, sebentar. Aku mau pake jilbab dulu." Ucapku sedikit berteriak karena kamarku di lantai 2, sedangkan meja makan dan ruang keluarga ada di lantai pertama.
Aku mulai mengambil pashmina hijau tosca milikku dan mulai memakaikannya dengan jarum pentul dengan warna senada.
"Selamat pagii Bundaku sayangg." Aku memecah keheningan di meja makan dan ternyata Bunda sudah menunggu sedari tadi.
"Selamat pagi jugaa Azura nya Bunda." Ucap Bunda hingga membuatku sedikit terkekeh.
"Maaf ya Bun, nunggu lama ya?" Ucapku dengan sedikit nada sedih dan sendu.
"Gapapa kok sayang.." Tutur Bunda dengan sedikit senyum manis bak bidadari yang turun dari kahyangan.
"Oh iya Bun, Ayah sama Bang Vino mana?" Tanyaku penasaran.
"Astaghfirullah, Bunda lupa kasih tau kamu ya nak, setelah kamu selesai Shalat Shubuh dan masuk ke kamar mu, Ayah sama Bang Vino* sepedaan. Katanya sih mau cari angin pagi.." Bunda menjelaskan singkat, padat, namun sangatlah jelas.
"Tapi udah jam 7 loh Bun, lama banget dong mereka sepedaannya. Ih kesel deh, kenapa Bunda ga kasih tau aku, kan aku mau ikutan." Nada sendu kembali terdengar dari mulut Azura.
"Iya sayang, Bunda minta maaf ya. Sebagai permintaan maaf Bunda, gimana kalo nanti siang kita belanja peralatan Shalat buat kamu deh, sekalian makan siang." Ucap Bunda yang membuatku sumringah
"Bener Bun? Yeyy, Mukena baru Alhamdulillah, Tak Lupa Sajadah Pula." Azura mengucapkan itu sembari bernyanyi dengan nada yang amburadul.
"Yaudah sarapan dulu sayang, kasian tuh makanannya di anggurin haha.." Ucap Bunda yang memanggil gelak tawa.
"Iya Bun." Azura meng iya kan ucapan Bunda nya.
Kini, hanya ada suara garpu dan sendok yang sedang bertarung dengan sepiring nasi dan teman teman nya.
"Bunda, sini piring kotornya biar Azura aja yang cuciin ya bun." Ucap Azura ketika melihat piring Ibundanya situ habis tanpa sisa karena menghabiskan makanan tanpa sisa itu ada dalam sebuah Hadits yang di Riwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ahmad.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Jika satu suap makanan kalian terjatuh, maka hendaklah dia mengambil dan membersihkannya, lalu memakannya. Janganlah ia membiarkannya dimakan setan."
(HR. Imam Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ahmad).
Bunda melihat anak bungsunya dengan giat mencuci piring itu mengucapkan syukur kepada Allah karena telah mengaruniai dirinya dengan seorang anak yang berbakti kepadanya. Tanpa disadari, air mata mengalir begitu saja tanpa ada permisi.
Azura yang tak sengaja melihatnya pun kini berjalan perlahan mendekati Bunda nya seraya bertanya
"Bunda kenapa? Kok nangis bun? Bunda... La Tahzan, Innallaha Ma'ana." Ya, pertanyaan Azura mampu membuat senyum Bunda nya merekah seperti bunga mawar yang sangat cantik bak lazuardi.
"Iya sayang, Bunda gapapa kok. Terimakasih ya nak sudah menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya. Bunda sangat terharu melihat sikapmu yang mencerminkan bahwa kamu nantinya akan menjadi seorang Muslimah yang sejati." Balas bunda nya yang tak kalah bijak dengan anaknya itu, Azura.
"Aamiin Bunda, Alhamdulillah jika Azura sudah berbakti kepada Bunda dan juga Ayah. Azura juga sangat sangat bersyukur memiliki orang tua seperti Bunda dan Ayah. Bunda yang selalu pantang menyerah dan Ayah yang tak pernah kenal lelah." Perkataan Azura begitu menyihir Bundanya yang baru saja menyeka air mata di pipinya sehingga dengan deras air mata itu kembali mengalir di pipi indah sang Bunda.
Azura mendekap Bunda nya, memberikan rasa hangat dan juga kasih sayang, mengalirkan energi positif, dan juga saling menguatkan agar Bunda tak menangis lagi. Tanpa disadari, jarum jam kini sudah menunjuk angka 8 yang artinya sudah satu jam mereka bersama di ruang makan menggoreskan kenangan.
Ding dong, ding dong...
Sekiranya itu adalah bunyi bel rumah bak istana Azura dan keluarganya.
Azura dan Bundanya saling melempar tatapan yang mengundang pertanyaan. Mereka masih bingung, siapa yang memencet bel rumah mereka?
Bunda segera berdiri untuk membukakan pintu rumahnya yang bernuansa emas, namun sebelum Bunda sampai di pintu, dirinya di cegat oleh putri bungsunya.
"Sudah, Bunda duduk saja ya. Biar Azura yang buka pintunya." Ucap Azura diikuti senyum yang menyakinkan.
"Iya Azura, terimakasih ya." Bunda pun melempar senyuman manisnya.
Azura berjalan mendekati pintu rumahnya, membuka nya dan langsung memeluk seseorang itu. Bunda nya penasaran, dan bertanya
"Siapa Azura?" Tanya Bundanya
"Ayah sama Bang Vino bun." Balas Azura dengan sedikit berteriak.
Bunda segera bergegas dan menemui kedua lelaki yang begitu berarti.
"Assalammualaikum, dua bidadari ayah." Salam terucap dari bibir Ayah sambil menggoda Azura dan Bundanya.
"Assalamualaikum, Bunda dan Azura" Tak lupa Bang Vino pun memberi salam dan menyalami Azura serta salim kepada Bundanya.
"Wa'alaikumussalam, masuk dulu yuk yah, bang." Ucap Azura.
"Iya, pasti cape ya?" Tanya Bunda.
"Iya bun, cape banget" Ucap Vino dengan nada yang sedikit terdengar lirih karena lelah.
"Memangnya Bang Vino sepedaan kemana sama Ayah?" Azura ikut bertanya.
"Ayah sama abangmu tadi cuma sepedaan sampai taman kota, gak jauh kok. Cuma kurang lebih ya 5 km. Cuma cape aja karena panas nya udah terlalu menyengat." Jawab Ayah.
"Pantesan lama, besok besok kalo sepedaan ajak Azura sama Bunda dong." Azura memberi unek-uneknya dengan sedikit perasaan kesal.
"Iya sayang, pasti kok." Senyum Ayah mengembang di tiap sudut bibirnya.
Ayah, Bang Vino, Azura, dan Bunda duduk di sofa tengah sembari menonton film "Bulan Terbelah di Langit Amerika."
✨✨✨✨✨
For Your Information✨❤
1. Bang Vino*
Bang Vino adalah Kakak (Abang) dari Azura yang tentunya merupakan anak Sulung dari pasangan Ayahnya yang bernama Adnan dan juga Bundanya yang bernama Aziza. Oh iya, nama lengkap Vino itu terkesan modern banget loh, Aditya Zean Alvino. Ya, menurutku itu nama yang indah☺
VOCÊ ESTÁ LENDO
Tentang Aku, Kamu, dan Frasa Alam
RomanceKisah seorang Muslimah yang sedang berusaha Istiqomah, dituliskan dalam sebuah lembaran yang akan memberikan kenangan. Percintaan yang tak biasa, Takdir Allah yang luar biasa, dan pendidikan yang harus ia gapai tuk menjadi Sarjana menjadi tantangan...
