Prolog

11 1 0
                                        

"NASYAAA!!! AWASS!!!"

Lagi lagi seorang gadis mendapat mimpi buruk itu lagi, ntahlah, mimpi buruk? Bagaimana dia bisa menyimpulkan kalau itu mimpi buruk? Toh dia hanya memimpikan sebuah teriakan dan kata yang di ucapkan sosok yang mungkin dia kenal, dia sering mimpi hal itu dan tak ada perubahan jika mimpi itu datang lagi, tidak berbeda sama sekali dengan mimpi dia sebelumnya

Tok... Tok... Tok...

Sesosok wanita paruh baya itu langsung membuka pintu kamar anak itu setelah mengetuk pintu nya tanpa meminta izin apakah dia di perbolehkan masuk atau tidak. Hm siapa peduli? Toh pintu kamar gadis ini saja jarang di kunci nya

"Bangun sayang, Revo udah nunggu loh dari tadi" kata wanita paruh baya itu sambil duduk di tempat tidur Queen Size milik gadis itu sambil mengusap lemput pipi kanan putri kesayangannya lalu beranjak untuk membuka tirai agar cahaya matahari bisa memasuki kamar anak nya yang hanya di terangi oleh lampu tidur itu

"Hmm hmm" hanya itu respon yang di berikan oleh gadis yang masih setengah sadar itu

Tidak menunggu lama, setelah mendengar respon itu, wanita paruh baya itu keluar dari kamar putri nya karna ingin menyiapkan sarapan untuk gadis itu dan Revo, oh ya jangan lupakan Reyanna suaminya

Gadis yang setengah sadar itu mulai beranjak dari zona nyaman nya itu, lalu melihat ke arah jam dan membuat seakan seluruh energinya seketika terkumpul lalu dengan sangat tergesa gesa dia bersiap siap sebelum turun ke bawah

Gadis itupun berlari menuruni satu persatu anak tangga, kadang melewati beberapa anak tangga lainnya, kenapa dia begitu tergesa gesa?

"Ngapain lu lari? Terbang aja sekalian" celoteh cowo yang sedang memakan sarapan nya itu yang terlihat agak elegan?

"Berisik uhhh" respon gadis itu sambil memutar malas kedua matanya, lalu pandangan nya langsung terfokus pada roti selai yang sedang di beri selai coklat, dia pun langsung berlari menghampiri roti tersebut, tanpa menunggu lama dia langsung mengambil roti tersebut lalu memakannya dengan cepat

"Eh ja-"

"Aku dah telat nih mii, ntar kena hukum berdiri di depan tiang bendera, aku sama revo pergi dulu ya mii, bye mamii, papiii" potong gadis tersebut sambil mengambil tisu dengan cepat lalu membersihkan mulut nya dan mencium dua orang yang dia panggil mami dan papi itu, revo pun mengikuti apa yang di lakukan oleh gadis itu. Mereka pun pergi meninggalkan mention megah itu saat satpam telah membuka kan gerbang untuk mereka lewat

"Ev, mampir bentar ya ke minimarket"

"Ya"

"Sekali lagi lu cuek, gua cuekin balik"

Cowo itu hanya diam sambil meminggirkan motor nya saat sudah berada di depan minimarket, gadis yang diboncengnya pun tanpa aba aba langsung turun lalu berlari masuk kedalam mini market, lalu dalam waktu 5 menit gadis itu langsung keluar dengan cepat

Siapa yang mau untuk di hukum berdiri menghadap sang saka merah putih selama 1 jam pelajaran? Apalagi seperti nya hari ini bakal panasonic-panas banget, yaapp,,, hari senin!! Hari yang sungguhhh... Ah sudahlah

"Ev buruan!! Ntar telat"

Tak sampai 10 menit mereka sudah dekat di depan sekolah nya, SMA Mekar Jaya. Revo membawa motornya dengan kecepatan penuh, jika tidak? Mungkin mereka akan sampai beberapa menit lagi. Revo pun menurunkan kecepatan motor nya saat sudah memasuki gerbang SMA Mekar Jaya, lalu menaikkan sedikit kecepatan motornya lagi agar segera sampai di parkiran sekolah

"Gua duluan ya-"

"Gua juga, hari ini gua yang bawa bendera" kata gadis itu memotong pembicaraan Revo yang untung nya tidak kesal dengan sikap gadis itu

I am AfraidWhere stories live. Discover now