Prolog

5 0 0
                                        

Rambut hitam yang terurai, kusut, dan tidak beraturan. Pakaian biru khas rumah sakit dikenakan gadis yang tengah duduk di pinggiran ranjnag, sambil memegang teddy bear berwarna cokelat kesayangannya.

Ia mengayun-ayunkan kan kakinya yang menggantung, menatap lurus ke arah jendela dan berfikir "kapan aku bisa bermain di luar sana".

"Dara... "
Gadis kecil itu menoleh ke asal suara tersebut.

"Mama... "
Lirih gadis yang mempunyai rambut lurus hitam itu.

Wanita yang disebut "mama" tadi berjalan mendekatinya dan berhenti tepat di hadapannya.

"Mama pergi dulu ya sayang, nanti mama kembali lagi"
Ucap wanita yang mengenakan jas hitam itu dan membelai rambut dara pelan.

"Kemana? "
Tanya dara yang menatap mata abu-abu milik wanita di hadapannya kini.

"Kamu gak bakalan tau dan gak perlu tau sayang, itu adalah urusan pekerjaan"
Jelas wanita yang ternyata mamanya dara.

"Lagi? Dara ditinggal lagi? "
Tanya dara lagi dengan nada sedikit tinggi.

Wanita yang dihadapan dara hanya mengangguk pelan.

"Suster dan dokter disini akan merawat kamu, jadi kamu bisa main bareng mereka"
Kata wanita yang meiliki tinggi kurang lebih 170 cm ini.

"Ya udah, lagian dara sudah terbiasa"
Ucap dara sedikit judes sambil mencebikkan bibirnya.

"Anak pintar, mama pergi dulu ya, jaga diri kamu baik-baik ya sayang"
Ucap mama dara yang diakhiri dengan kecupan di dahi dara.

Wanita itu berjalan keluar ruangan tersebut, dara hanya bisa menatap kepergian mamanya yang sudah sering terjadi.

"Baru juga ketemu udah pergi lagi"
Gerutu dara sambil memukul-mukul teddy bearnya ke kasur.

Tapi ia sedikit kaget karena ada tamu yang tidak di undang berdiri di depan pintu ruangan inapnya.

Dara menghentikan aktifitasnya dan memicingkan matanya menatap orang yang sedang berdiri disana.

"Who? "
Ucap dara, ia sengaja menggunakan bahasa inggris sebab ia berfikir anak itu tidak mengerti bahasa indonesia.

Namun anak yang di tanya dara tetap diam, membuat dara semakin penasaran. Akhirnya ia beranjak dari ranjang tidurnya dan berjalan mendekati anak itu.

Saat dara hampir dihadapannya, anak itu tiba-tiba berlari yang membuat dara sontak kaget.

Bukan dara namanya kalau tidak memecahkan rasa penasarannya. Ia pun mengejar anak itu.

Namun ia kehilangan jejak anak itu, dara melihat sekelilingnya, tetapi hasilnya nihil ia tidak menemukan anak itu.

"I know you're here, so come out don't hide"
Teriak dara.

Karena tidak ada jawaban dan anak itu tidak muncul juga, membuat dara frustasi.

"Grrrrr... Siapa sih"
Gerutunya lagi.

"Exit!! are you a ghost"
Teriak nya lagi.

Terlihat dari belakang tembok di hadapan dara ada seseorang Yang keluar dari balik sana.

"finally you come out too"
Dara mendekati anak itu.

"What is your name?"
Tanya dara kepadanya.

Anak itu hanya diam menatap dara yang membuat dara semakin kebingungan.

"are you mute"
Tanya dara untuk yang keberapa kalinya. Sepertinya besar nanti ni anak bakal jadi wartawan.

Dan ni anak enah siapa namanya bakal jadi patung atau manekin, ditanya tetap aja diam.

"okay, it's up to you i'm tired of asking you "
Dara pergi meninggalkan anak itu yang diam mematung.

Anak itu heran dan menggaruk-garuk kepalanya.
"Dia tadi berbicara menggunakan bahasa apa ya? Kok aneh baru dengar, tanya bunda lah"
Anak itu berjalan berlawan arah dengan dara.

Temanku pernah berkata
Jika kamu ditanya
"Apa alasan kamu menyukainya?"
Jika kamu menjawab "aku menyukainya karena cantik/ganteng" maka dia bukan orang yang benar-benar kamu cintai.

Tapi jika kamu menjawab
"Tidak ada alasan bagiku untuk mencintainya"
Maka dia adalah Cinta sejatimu

Karena mencintai tidak ada dan tidak akan punya alasan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 07, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

It's YouStories to obsess over. Discover now