"Kalau sekalinya jatuh cinta, jadi lupa gimana caranya kembali ke dunia awal"
Yuk taburin lovenya. Ramaikan biar semangat update😚
"gue minta putus," keluh cewek itu seraya melemparkan kalung liontin kepada cowok yang sedang duduk bersama teman-temannya. Cewek itu mencoba untuk mengutarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam selama setahun lalu. Jujur ia sangat takut untuk mengatakan hal yang tidak seharusnya ia katakan. Mau bagaimana lagi, cewek itu semakin risih dengan hubungannya yang tidak jelas.
Cowok itu masih tidak peduli dengan kedatangan gadisnya, ia masih fokus dengan teman-temannya. Lalu salah satu teman cowok itu menghampiri cewek itu dengan segala jurus modusnya, ia ingin menghibur cewek itu dengan kata-kata gombalnya, semoga saja terhibur.
"lo kenapa minta putus Bu bos? Dia ada salah apa sama lo? Hm.. Jangan bilang lo hamil?" goda cowok itu seraya mengusap puncak kepala gadis itu.
"lo diem!" gertaknya, lalu dengan keras ia menepis tangan cowok itu dengan kuat. Cowok itu langsung kincep dan melangkah mundur.
Oke untuk urusan ini, ia tidak berani, bisa berabe kalau ibu negara marah besar, lebih baik ia serahkan saja kepada cowok berkacamata itu. Dia cowok baik, yang selalu sabar menghadapi masalah apapun, banyak orang yang menyukai nya, apa pun yang membuat dirinya di rendahkan ia akan membalas dengan sebuah senyuman manisnya. Baginya tersenyum adalah hal yang paling menyenangkan.
"pak bos!" panggil cowok yang bernama Rian kepada cowok itu.
Cowok itu langsung menoleh dan menyudahi aktivitasnya, dengan cepat ia bangkit dan menghampiri cewek itu. Mata cowok itu sangat tajam tapi tidak ada tanda-tanda kemarahan di matanya, sangat tenang, itu lah dirinya.
"alasannya?" tanyanya to the point.
"banyak, masa pacaran gak ada perhatian ini lah itu lah, ini pacaran apa sekedar iseng sama gue?" tanya cewek itu. "inget ya gue bukan boneka yang lu bisa mainin sebutuhnya. Udahlah lebih baik kita udahan capek nyet! Gue kagak terima sogokan dari lu, makanya gue lempar." tunjuk cewek itu kearah kalung liotin berwarna ungu itu, harganya cukup lumayan bisa beli motor satu. Cewek itu kaget saat mendapati kalung itu beserta jumlah uangnya, ia tidak menyangka cowok itu akan memberikan kalung semahal itu.
"lo maunya gua perhatiin lo terus?"
"menurut lo gimana?" tanya balik cewek itu. Tangannya ia lipat di atas dada, tidak lupa wajah songongnya ia tunjukan kepada cowok itu. Mereka berdua sangat cocok dalam hal adu bacot, pasti Raka tidak akan mau mengalah dengan cewek itu. Dan sebaliknya cewek itu pun sama saja tidak mau mengalah dengan cowok itu. Sifat mereka hampir sama, apa lagi kelakuan mesumnya, jangan di tanya mereka berdua adalah pakarnya. Tapi sayang cewek itu belum pernah merusak asetnya, ia masih ingin menjaga miliknya sampai ia menikah.
"baik gua turutin, sampe lo bilang putus, gue perkosa lo, paham!"
"gila lu! Gak adil ini anjir, untung di lu itu mah! Gak enak di gue."
"terserah lo, gua bakal turutin semuanya. Inget sampe gua jatuh cinta beneran dan jadi bucin karena lo, gua nggak akan macem-macem." janji cowok itu kepada cewek berkucir kuda. Sudah lama Raka tidak melihat gadis ini, ia sangat senang bisa melihatnya lagi setelah setahun lamanya ia pergi dan tidak menanyakan kabarnya. Raka tidak akan membiarkan gadis bar-barnya pergi, sudah cukup ia mencampakkannya.
"apa-apaan sih, taik lu." maki cewek itu. Niat dia ingin putus malah terjadi seperti ini, sial, berulang kali cewek itu mengumpat. Sampai kapan ia harus terjebak dalam hubungan aneh ini? Rasanya ia ingin melompat dari atas gedung lalu berakhir tragis. Lebih baik cewek itu memilih untuk menjauh dengan cowok itu.
Jujur cewek itu merasakan kapok setelah menemui Raka, goblok, itulah yang ia katakan pada dirinya sendiri, andai dirinya tidak menanyakan hubungannya dengan Raka pasti tidak akan terjadi seperti ini.
"tugas lo gampang buat gua jatuh cinta sedalam-dalamnya sama lo."
"gak gak!" elak cewek itu.
"kenapa, mau gua perkosa rame-rame nih?" ujarnya.
Perkosa? Ia ingat jelas saat dirinya tidak sengaja bertemu dengan cowok itu di rumah Daffa. Yaps pertemuan tak terduga sampai akhirnya cewek itu di klaim Raka sebagai pacarnya. Saat itu rumah Daffa Mahendra sedang mengadakan pesta sex dan juga minuman. Di saat itulah ia tahu siapa Raka Aditya yang sebenarnya. Walaupun cewek itu sudah mengenalnya melalui aplikasi instagram tapi sama saja ia penasaran dengan cowok yang bernama Raka Aditya, cowok dengan segala sifat baiknya di mata semua orang, ia tidak tahu saat cewek itu bertemu langsung dengannya, benar-benar menjijikan. Cewek itu kira Raka adalah cowok baik, ternyata dugaannya salah besar.
Kecewa satu kata itu cukup mendominasi seluruh hujatannya untuk Raka, parahnya lagi cowok itu benar-benar gila. Pusing tujuh keliling mengitari seluruh planet alam semesta, ia tidak mengira cowok itu akan satu sekolah dengannya. Astaga, hari pertama ia sekolah di SMA Gajah Mada sudah membuat cewek itu kesel setengah mati, mana mungkin Raka Aditya itu menyatakan cintanya di tengah keramain penduduk sekolah, setelah Raka menyatakan cintanya, ia memilih untuk tidak peduli dengan cowok itu, ia mengabaikannya.
Cewek itu tidak peduli dengan ucapannya yang sangat menyakitkan, yang ia inginkan adalah terbebas dari Raka Aditya. Sudah dua minggu kemudian Raka tidak pernah lagi menghampiri dirinya atau mencari cara untuk bertemu dengannya, syukurlah ia bisa terbebas.
Dan setelah lima minggu kemudian cewek itu dikejutkan dengan tingkah bangor Raka yang mencari kegaduhan dipagi hari, tentunya Raka menghampiri dirinya lagi, entah terbuat dari apa hati dia sampai masih mengejar cewek itu, padahal cewek itu selalu saja menghujat Raka. Mau tidak mau cewek itu menerima ajakan Raka untuk menjalin kasih dengannya.
"pala lu botak, lu berani kayak gitu sama gue, gue jejek masa depan lo!" ancam cewek itu.
"ah masa, jadi pengin merawanin," Raka membelai pipi cewek itu dengan lembut lalu menarik dagu cewek itu. Tentunya Raka ingin mencicipi bibir manis milik gadisnya yang belum pernah ia coba selama setahun lalu.
Senyum jahat Raka tercetak jelas sampai cewek itu bergedik ngeri. Jujur ia takut bibirnya akan di perawani oleh Raka.
Dugh.
"yes!" cewek itu berhasil menendang aset berharga miliknya. Belum sempat Raka merasakan bibir milik gadisnya malah aset berharganya yang menjadi sasarannya. Sial!
"huh sakit ya beb, ahaha! Makan tuh!"
Mendengar cewek itu tertawa saja sudah membuat Raka merasakan debaran cinta yang tidak ia rasakan selama ini. Apakah ia sudah jatuh cinta dengan cewek itu?
"yaudah sana lo pergi, bikin ulah aja!" usir Raka seraya mengusap-usap bagian bawahnya yang terasa nyeri akibat tendangan gadisnya.
"anterin gue dong beb, kan seminggu lagi sekulah, terus perlengkapan sekolah belum lengkap, ke toko yuk. Mumpung gue ada duit nih," cewek itu memperlihatkan isi dompetnya yang tidak seberapa kepada Raka. Raka yang melihatnya hanya menghela napas sebanyak mungkin, beli alat-alat sekolah dengan uang seratus ribu apa cukup? Seketika jiwa kesultanan Raka muncul, dan berniat untuk membelikan semua keinginan gadisnya tanpa ia minta. Mulai saat ini ia akan memenuhi kebutuhannya. Semua teman-teman Raka bersorak riang melihat interaksi mereka berdua yang mulai akrab.
"porotin uangnya Bu Bos sampe habis," Teriak Rian. Yang ada di pikirkan Rian adalah 'porotin uang sampai habis' itulah. Mengingat cewek itu adalah teman SMP-nya, ia bersemangat untuk membuat cewek itu menuruti kemauan Rian, tapi sayang cewek itu tidak suka dengan semua kekayaan Raka. Dimata Rian cewek itu baik dan tidak memilih teman dalam bergaul, namun sifat cewek itu seperti cowok.
Jangan lupa vote komennya ya, seeyou😎
Salam manis dari anggur🥰
