Prologue

416 22 3
                                        

Laki-laki beriris biru itu menatap pantulan dirinya lewat cermin.

Tak bisa dipungkiri, laki-laki itu tampak lebih tampan dengan balutan tuxedo hitam ditambah dasi kupu-kupu serta jam rolex yang melingkar di tangannya.

Jelas ia tampil lebih menawan di hari istimewa nya.

"Keiji, kamu sudah siap?" Kepala Nyonya Akaashi nongol di pintu kamar yang dibuka setengah—tersenyum sumringah melihat putranya yang tampak lebih gagah dengan balutan pakaian pernikahannya.

Akaashi tersenyum begitu menoleh pada ibunya, "Sudah mah." Jawabnya halus.

Orang yang Akaashi panggil mama itu pun masuk untuk melihat putranya lebih dekat.

"Kamu akan jadi seorang suami, Keiji," wanita tua itu membenarkan dasi anaknya, "tolong jaga istrimu nanti ya.. Sayangi dan lindungi dia dengan segenap hatimu walau nyawa harus jadi taruhanmu."

Bibirnya bergetar mengucapkan kata-kata itu, air matanya pun jatuh seakan mengungkapkan rasa masih tak percaya dengan kenyataan bahwa putra satu-satunya akan menikah hari ini.

Akaashi langsung menggenggam pergelangan tangan ibunya yang masih merapikan dasinya dan menurunkannya perlahan.

Ia juga menyapu air mata yang jatuh dari pelupuk mata ibunya dengan penuh kehati-hatian. "Mah.. Jangan nangis ya," Akaashi melukiskan senyuman yang teduh di wajahnya, "saya pasti akan menjaganya."

Ibu dari Akaashi itu tersenyum dengan perbuatan dan perkataan anaknya barusan. Anak itu memang selalu bersikap manis padanya membuatnya yakin bahwa Akaashi juga akan bersikap seperti itu pada istrinya nanti dan akan menjadi suami yang baik baginya.

Namun tiba-tiba saja telpon Akaashi berdering menghentikan momen ibu-anak itu. Tanpa banyak tanya, Mama Akaashi yang pengertian langsung melepas pelukannya dan pergi meninggalkan putranya sendirian di kamar itu; memberikannya privasi untuk menjawab telpon yang masuk.

"Agen O, maaf mengganggu di hari pernikahanmu tapi ada hal yang penting yang harus kusampaikan."

"Tidak apa komandan. Saya akan mendengarkan." Balas Akaashi bersikap professional.

"Tadi malam, kami mendeteksi adanya pergerakan yang mencurigakan di pusat perbelanjaan dan aku mencurigai jika pergerakan itu ada kaitannya dengan kasus 'compound 1080' tiga tahun yang lalu,"

"oleh karena itu kau dan agen L akan kutugaskan sebagai unit rahasia O.W.L untuk menuntaskan kasus ini."

Kasus 'compound 1080' merupakan kasus yang berakar dari peristiwa pembunuhan para elit.

Selama penyelidikannya, setidaknya dua puluh satu agen terbunuh dan ratusan terluka berat mendorong pimpinan institusi mengambil tindakan untuk menutup kasus ini; menghindari pertambahan kematian anggota mereka.

Akhirnya, setelah mangkir selama tiga tahun kasus ini pun kembali di buka dan langsung diberikan kepadanya.

Yang Akaashi tau, target dari kasus ini adalah sebuah kelompok besar yang mereka sebut 'TOXIN'

"Kau pasti paham tentang seberapa bahaya dan sulitnya penyelidikan ini," pria itu menjeda kalimatnya, "tapi, terlepas dari itu aku percayakan kasus ini padamu. Besok pagi kita bertemu di ruanganku untuk membahas detilnya."

CONFIDENTIALStories to obsess over. Discover now