1. Kenyataan yang tidak bisa di hindari

3 0 0
                                        

...


Mereka tidak mau ini terjadi, tapi tidak bisa menhindar, Mereka saling mencintai dan saling memiliki mereka sudah merasa rasa yang mereka miliki sudah berada di tempat yang tepat.

Tapi kenapa tuhan seperti tidak memihak pada mereka berdua, tidak bisa menyalahkan rasa karena rasa sudah memuncak di hati kedua sejoli.

Lee Jihoon yang saat ini ada dirumah sang kekasih, sedang mencerna apa yang terjadi, di sebrang meja pun sang gadis mengalami hal yang sama, keduanya terlihat menunduk dalam diam dalam diri dan pikiran mereka ingin menangis dan marah.

Diruangan ini sedang terjadi percampuran dua emosi, Pertunangan dan pernikahan tidak bisa dihindari, lalu mengapa dua sejoli ini terlihat sedih di suasana yang sakral ini, Memang benar sesuatu yang baik akan terjadi tapi bukan kepada mereka melainkan kepada dua orang yang saling mencintai di samping mereka.

Yap, Orang tua masing masing pasangan ini juga saling mencintai dan berencana untuk melakukan pernikahan dalam waktu dekat.

Kedua sepasang kekasih ini juga ingin bersama, menjadi keluarga bahagia tapi tidak sebagai adik dan kakak, tapi mereka tidak bisa menghindari ini.

Keduanya tersenyum meski dalam hati mereka terus berkecamuk perasaan sedih dan kecewa.

Kenapa tidak mereka duluan yang mengaku sedang menjalin cinta hingga kejadian ini mungkin tidak akan terjadi.

Keduanya hanya terjebak didalam pikiran masing masing tanpa ingin berbicara atau melarang semua ini terjadi.

Skip time after they parents wedding

Pernikahan tidak bisa dihindari, Shin Hari kini resmi menyandang nama Lee Hari, bukan sebagai istri dari Lee Jihoon melainkan sebagai adik sang kekasih.

HaRi maupun Jihoon tidak bisa menolak hal ini, orang tua mereka pun belum tau bahwa anak anak mereka sudah lama mengenal dan saling mencintai hingga kini sang anak gadis sudah berada di penghujung pendidikan di universitas, sang kakak sudah lebih dulu lulus universitas dan bekerja di sebuah perusahaan musik sebagai pencipta lagu.

Jihoon dan HaRi terpaut 2 tahun usia, mereka saling mengenal dari saat mereka duduk di bangku sekolah menengah akhir takdir memihak mereka pada saat itu mereka satu universitas dan menjalin kasih dibangku univ.

Orang tua mereka hanya tau mereka adalah teman sekampus atau bahkan kenalan saja, tanpa ingin tahu sebenarnya mereka sudah memiliki rasa yang muncul sejak dulu.

Jihoon dan HaRi kini tinggal dirumah yang sama keduanya masih belum bicara satu sama lain dari semenjak pertunangan kedua orang tuanya, hanya saling menyapa tanpa ada perbincangan menggugah hati seperti dulu, tanpa canda atau pun senyuman di bibir keduanya.

Hati mereka masih belum menerima kenyataan.

Keempat anggota keluarga kini sedang berada di meja makan, kegiatan sarapan pagi yang harusnya bersemangat tidak bisa dirasakan oleh HaRi dan Jihoon Keduanya tetap terdiam seperti orang asing berbeda dengan kedua orang tua mereka yang sudah membahas segalanya

"Jihoon, sepertinya susah akrab dengan orang baru .."
Ucap sang ibu

Yang di bahas hanya menolehkan kepalanya dan sedikit tersenyum

"Aku memang pendiam.."
Lancar Jihoon menanggapi ucapan sang ibu baru.

"Kau sepertinya juga belum pernah bawa kekasih kerumah ?"
Kali ini ayahnya ikut menimpal

"Ekhmm.."
Jihoon hanya membalas dengan deheman sambil mengunyah makanan

"Kalau begitu HaRi anaknya seperti apa ?"
Sang ayah sekarang bertanya kepada sang putri yang belum terlalu ia kenal

"HaRi biasanya banyak bicara dan selalu semangat,Tapi akhir akhir ini ibu lihat juga HaRi sedikit murung kenapa ?"
Ibunya menjawab pertanyaan sang ayah namun kembali bertanya pada sang gadis

"HaRi hanya memikirkan kampus ma, Semester akhir membuat otak Hari lelah hhehe ..."
Sang anak tidak mungkin menceritakan hal yang sebenarnya terjadi

Sang ibu tersenyum lembut dan berkata
"Pikirkan keluarga baru mu, kini kamu punya ayah dan bahkan kakak di samping mu kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu jangan terlalu stres.."

HaRi hanya tersenyum lemah

Jihoon hanya menatap sendu sang gadis, gadisnya memang terlihat sedikit berbeda dari hari hari sebelum ini terjadi, senyumannya menghilang matanya terlihat sendu dan Jihoon sangat sadar bahwa nafsu makan sang gadis sangat berbeda sekarang berat badannya terlihat sedikit menghilang.

HaRi pun mengalihkan pandangan menatap Jihoon, pandangan mereka berdua saling bertemu keduanya berbicara menggunakan mata mereka, saling berbicara lewat pandangan bahwa mereka saling merindu dan ingin kembali seperti dulu.

Mereka hanya bisa menyembunyikan rasa yang mereka miliki.

Ntah sampai kapan ?

Ntah berapa lama lagi ?

Jihoon terus merasa bodoh

HaRi terus merasa tertekan

Orang tua mereka terlihat bahagia tanpa mereka tau sebenarnya harus ada korban dari pernikahan mereka.

TBC
With love ❤️

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 04, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

[Woozi] What Kind Of FutureWhere stories live. Discover now