Bagian 1

2 1 0
                                        

Chelsea Island As Aprilia Saskia Defani

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Chelsea Island As Aprilia Saskia Defani

Chelsea Island As Aprilia Saskia Defani

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Henry Lau As Bayu Geofano Anggara

Koo Jun-Hoe As Bagas Ambrato Suhad

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Koo Jun-Hoe As Bagas Ambrato Suhad
....

"Kan udah gue bilang, gue cuman lihat dikit pril"

"Tapi tetep aja lo liat, Geo"

"Astaga pril, gue aja gak tau isinya apaan, lo malah nuduh gue yang enggak-enggak"

"Lo itu udah liat isi chat whatsapp gue, ya jelas gue marah. Udah sana gue udah bosen liat muka lo"

"Tega lo pril, yaudah gue pergi. Awas aja lo kangen sama gue" Ucap Geo sambil berlari memasuki kelasnya.

"Amit-amit gue kangen sama makhluk tak bertulang belakang kayak lo Geo" teriak april yang langsung menjadi pusat perhatian.

April segera memasuki kelasnya sambil membawa buku-buku untuk teman-teman di kelasnya.

"Pak Endi sekarang gak ngajar.."

Belum sempat April melanjutkan ucapannya, teman-temannya sudah heboh.

"Bener pril"

"Akhirnya pak endi ngerti perasaan gue"

"Ehh,, kantin yuk. Gue laper nihh"

"Pril, Pak Endi ngasi tugas gak ?"

Semuanya langsung terdiam dan melihat asal suara.

Bagas Ambrato Suhad, dia tampan dan menjadi salah satu idola di SMA Elang. Dia udah punya pacar dan pacarnya adalah April. Mereka sudah berpacaran dari kelas 11 hingga sekarang. Bagas sangat usil dan sering masuk BK, tapi dia adalah siswa yang sangat pandai. Dia sering ikut cerdas cermat bersama April dan sering menjuarainya.

"Lo emang paling ngerti gas"

April senang memang hanya pacarnya yang mengerti setiap hal dalam dirinya, bahkan dirinya pun sering heran dengan sifat pacarnya itu.

"So, Pak Endi nyuruh buat laporan praktek kodok kemarin dan harus dikumpulkan sekarang. Sekian dan Terima Kasih"

April hanya terkekeh melihat reaksi temannya yang berubah seketika.

"Nihhh, laporan gue udah selesai. Gue mau ke kantin lo ada nitip gak ?"
Ucap Bagas sambil menyerahkan tugas Pak Endi.

"Gila, kok cepet banget baru aja diumumin sama April"

"Iyalah gue kan rajin, laporan gue udah selesai dari kemarin. Yaudah sekarang kal tinggal ngumpul aja"

"Gue boleh nyontek gak, gue gak ngerti nihh. Kemarin gue gak konsen, soalnya gue kasihan sama kodoknya. Dia dibedah dan dipertontonkan seperti itu, pasti keluarganya sedih banget trus .... "

Belum selesai Andre bercerita, Bagas sudah melempar laporannya ke Andre.

"Thanks gas, gue cinta sama lo" teriak Andre yang dibalas dengan acungan jari tengah.

Semua tertawa melihat kelakuan kedua teman mereka itu. Tapi April hanya diam. Seperti itulah pacarnya, hubungan mereka begitu dingin. Bahkan Bagas jarang berbicara dengannya. Dulu Bagas tidak seperti itu, dia sangat baik dan lucu. Tapi semenjak ayahnya menikah lagi dan dia memiliki dua ibu, dia berubah. April selalu meyakinkan dirinya bahwa Bagas perlu waktu untuk memulihkan diri.

"Yahh, gue ditinggal ke kantin lagi"

"Udahlah pril, buat aja laporannya. Siapa tau nanti lo dibawain mie ayam dan es teh" ucap sisi yang duduk di depannya.

Setelah mengumpulkan tugas-tugas temannya, April segera berlari ke kantin untuk makan bersama pacarnya. Tapi dia sama sekali tidak melihat pacarnya.

"Tuhh kan ketahuan lo lagi nyariin gue kan pril" teriak Geo sambil memukul bahu April.

Tanpa menjawabnya April segera duduk dan memesan mie ayam dan es teh favoritnya.

"Gila,, lo masih marah sama gue nihh"

April lebih memilih memainkan HPnya.

"Pril jangan gitu dong, nanti gue traktir es kopi deh"

Pesanan April datang dan April langsung memakan semuanya dengan lahap. Tanpa mempedulikan Geo yang terus memohon agar dimaafkan.

"Yaudah, Gue maafin tapi lo harus ..."

April terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seketika bibirnya sulit untuk digerakan. Hatinya sesak, menahan pilu yang dia rasakan saat melihat itu.

"Bagas..."

......

Jangan lupa Vote + Coment yaa

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 01, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

APRILWhere stories live. Discover now