Part 1🖤

28 2 0
                                        

Pagi in Reina bangun lebih awal karena mendengar pintu kontrakannya dikdtuk dengan keras, Reina langsung bangkit dari tidurnya ddan bergegas membukakan pintu, ternyata pemilik kontrakan yang datang dengan wajah garang. Hal itu membuat Reina ketakutan sebab dia tau apa yang dilakukan pemilik kontrakannya pagi pagi seperti ini

"Kapan kamu mau bayar kontrakam ha?ini udah akhir bulan dan kamu belum juga bayar." Reina tersentak karena sang pemilik kontrakam langsung to the point

"Nanti ya bu, saya belum punya uang." Jawab Reina menundu

"Kalau ngga punya uang ya ngga usah ngontrak, bikin susah aja. Saya kasih waktu kamu seminggu untuk mendapatkan uang,kalau sampai seminggu kamu ngga bayar juga angkat kaki kamu dari sini ngerti?" Bentak pemilik kontrakan. Reina hanya bisa mengangguk pasrah

Selepas kepergian pemilik kostnya Reina bergegas menyiapkan diri untuk ke sekolah, tidak hanya fisik tapi juga mentalnya, karena pasti dia akan mendapat banyak bullyan lagi

Sesampainya disekolah Reina berjalan santai menuju kelasnya, tapi di sepanjang koridor dia mendapati banyak bisikan mengenai dirinya. Lantas diapun mempercepat langkahnya. Namun, karena tidak memperhatikan jalan,dia bertabrakan dengan seorang pria

"Aduh...maaf aku ngga sengaja." Ucap Reina yang masih menunduk. Namun lelaki itu malah pergi tanpa mendengarkan Reina

Sementara ditempat lain,beberapa lelaki tengah berjalan menuju ke kelas dengan gaya coolnya

"Lo kenapa sih vin, dari tadi diem terus?" Tanya artha yang dari tadi memperhatikan temannya yang hanya diam saja

"Bonyok mau jodohin gue sama anak temen papa." Jawab malvin yang tengah mengambil rokok dari sakunya

"Lah, kok bisa sih ini kan udah zaman modern,ngapain pake jodoh jodohan segala." Ucap vario

Flashback

Malam ini, dirumah keluarga dirgantara terlihat sedang ada yang dibahas dengan serius.

"Malvin, papa sama sama udah sepakat-" ucapan abimana trpotong karena malvin menyelanya

"Sepakat apa pah, mau ngasih aku mobil kan?" Tanya malvin antusias

"Iya, papa sama mama bakal ngasih kamu mobil, tapi kamu harus terima pejodohan dengan anak temannya papa." Ucap abimana dengan tegas.

Malvin yang mendengarnya kaget bukan main. Yang benar asaja papanya ini,emang ini zaman siti nurbaya apa.

"Kok gitu sih pah"

"Ya terserah kamu, kalau masih mau mobil ya terima permintaan papa. Tapi kalau ngga mau ya kamu masih harus pake motor kamu itu." Jawab abimana lalu pergi ke ruang kerjanya.

Flashback off

Kedua teman Malvin tertawa mendengar cerita temannya itu. Sedangkan Malvin yang kesal pergi meninggalkan kelas, tak lama bel masuk pun berbunyi, sontak membuat Malvin tambah kesal yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas.

Kringg.....

Akhirnya, waktu yang ditunggu tunggu telah tiba, Malvin dan kedua temannya memutuskan untuk ke kantin, begitu pula dengan Reina. Karena tidak mempunyai teman Reina selalu sendiri kemanapun, bahkan dikelas dia lebih memilih duduk sendiri daripada dengan teman sebangku. Sesampainya di kantin dia langsung menjadi pusat perhatian karena banyak yang membicarakan dirinya

"Tuh cewek cantik sih, tapi sayangnya dia disini karena beasiswa." Bisik vario kepada kedua temannya.

"Ho'oh, kasian sih kalo terus terusa dibully." Malvin menoleh sesaat lalu kembali menikmati makanannya

Sementara Reina, dia duduk di pojok kantin sendirian hingga tiba tiba ponselnya berdering, dia mengambil ponselnya lalu membaca tulisan ibu

" halo bu ,ada apa?"

"Kamu pulang ya nak, bapak mau bicara sama kamu."

"Iya bu, nanti Reina pulang."

Setelah itu Reina kembali ke kelasnya. Tak lama, bel masuk berbunyi, namun para badboy SMA Galaksi masih berada di rooftop. Sementara Reina, masih setia fokus ke papan tulis dengan seksama.


Tbc..

RE-VINWhere stories live. Discover now