Prolog

15 0 0
                                        

-Inggris, London
09.03 A.M

~Charlotte Greisy Quenby Yovanka~
Putri dari keluarga Yovanka


Semburat hawa dingin musim salju telah menyapa di kedua tubuhnya. Hingga membuat kedua pipinnya berwarna merah. Greisy menatap setiap rintikan salju yang turun di luar sana dari balik jendela kamarnya.

Ia tak nafsu untuk memakan apa apa, dibenaknya hanya ucapan papahnya tadi malam. Dia sangat tertekan hingga membuatnya linglung. Dia melangkahkan kakinya ke arah Kamar mandi dengan jalan tertuntun. Diwajahnya masih terlihat bercak air mata yang menetes tadi malam dan matannya yang lebam.

Matannya kembali buram saat membuka pintu kamar mandinnya. Dia terlintas bayangan wajah Felix, lelaki yang dijodohkan dengannya. Dia mengedip ngedipkam matannya hingga membuat air matannya luruh. Ia mengusapnya dengan nafas yang tersenggal, menahan isakan. Dia segera menutup kamar mandinnya dan menghidupkan shower dan diarahkan ke atas kepalannya.

Dia terduduk dan memeluk kedua kakinnya menyelipkan wajah sedihnya di sela sela kedua kakinnya. Dia masih belum terima perjodohannya dengan Felix.









Gimana ceritannya
Nggak seru ya...
Maaf ya
Lagi
Perdana
Lanjutin aja bacannya.
NEXT;-

Tak Dapat Dipisahkan Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora