Pertemuan Pertama
"Bagaimana kuliah mu nak, apa menyenangkan?"
...
"ah ya.. ibu dengar kau sedang dekat dengan salah satu teman wanita mu disana, siapa dia.. apa dia gadis yang baik? "
"...."
"chan.. apa kau tidak keberatan jika, kami menjodohkan mu dengan salah satu anak teman ayah?"
tanya wanita paruh baya itu dengan hati-hati pada anak laki-lakinya yang baru saja pulang beberapa waktu lalu karena libur semester kuliahnya.
Tak ada jawaban apapun darinya ia hanya diam seolah tak mendengar apapun yang dikatakan ibunya sembari melanjutkan makannya
Brakk!!!!
Semua terdiam,dan menatap terkejut pada seseorang yang baru saja menggebrak meja makan tersebut
"Apa kau tidak diajari sopan santun disekolah mu chan!!! kau tidak dengar ibumu bertanya padamu!? hah???"
Pungkas laki-laki paruh baya yang tak lain adalah ayah dari chanyeol, seorang CEO pemilik perusahaan terbesar di korea selatan itu dengan tegas pada putranya.
Chanyeol menggigit bibir bawahnya seraya memalingkan wajah tanpa sedikitpun berniat menjawab, ia menaruh kembali sendoknya dengan kasar, lalu beranjak dari duduknya dan berlalu pergi.
"lihat young mi, sepertinya menyekolahkan nya adalah suatu kesalahan besar. percuma saja menyekolahkan anak itu tinggi-tinggi...
dia benar-benar kurang ajar pada orang tuanya sendiri"
Langkahnya terhenti setelah mendengar beberapa ucapan dari ayahnya sendiri. Sakit? tentu saja bukan lagi, namun sepertinya hal itu tidak berpengaruh untuk rasa sakit yang sebelum-sebelumnya sudah ada, yang membuat dirinya menjadi pembangkang seperti saat ini.
chanyeol membalik badannya dan menatap kedua orang tuanya seraya tersenyum smirk
"bukannya ini karena ayah? kenapa mengkambing hitamkan sekolahku.. hahah kau lupa?!! kau sendiri yang mengambil keputusan untuk menyekolahkan ku ke luar negeri meskipun aku tidak ingin,dan sekarang setelah aku pulang kalian ingin menjodohkanku, kau benar-benar seenaknya mengatur kehidupanku, orang tua macam apa kau itu ...AYAH!!?"
ucap chanyeol dengan santainya tanpa mempedulikan ayahnya yang mungkin sudah berapi-api mendengar ucapan yang dilontarkan anaknya sendiri
"kurang ngajar kau park chanyeol!!!"
"apa!!? benarkan apa yang aku katakan..kau selalu mengatur kehidupan semua orang sesuai dengan apa yang kau inginkan,"
"chanyeol jaga bicaramu!!!"
Bentak young mi yang tak lain adalah ibu dari chanyeol yang sedari tadi memilih untuk diam dan kini memilih untuk ikut campur dalam perdebatan anak dan ayah itu
"wae??? Kenapa aku harus menjaga ucapanku padanya bu, apa tidak cukup selama ini aku patuh padanya.. !!!????"
"dasar anak tidak tau diri...dengar chanyeol !!! mau tidak mau kau harus menerima perjodohan ini,besok kau harus bertemu dengan mereka.. kalau kau berani membantah, lihat apa yang akan ku lakukan pada studio musik dan teman-temanmu nanti!!!!"
Kali ini chan sudah tidak bisa lagi berkutik setelah mendengar ancaman ayahnya. Bukan apa-apa, jika sebenarnya dia memang sangat mengenal sifat ayahnya yang selalu berambisius mencapai semua keinginan dan kepuasaannya sendiri tanpa memperdulikan kebahagiaan orang lain, termasuk anaknya sendiri.
Chanyeol mengepal tangannya sembari menahan emosinya yang sudah meluap-luap dan bisa saja meledak sewaktu-waktu namun kali ini ia hanya bisa diam dan kembali mengikuti alur yang di rencanakan ayahnya.
"..lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, aku tidak akan peduli dengan semua itu.. "
Chanyeol meraih jaketnya dan kunci motornya lalu tanpa babibu lagi ia pergi entah akan kemana
meninggalkan kedua orang tuanya yang saling terdiam satu sama lain.
