Author's Note
Sebelumnya aku mau minta maaf kalau misalnya ada Typo atau kesalahan tata bahasa. Tolong di maklumi karena ini pertama kalinya aku nyoba untuk menulis. Hope the story is good enough!
-------
Aku Daisy.
Ya, namaku hanya satu kata tersebut 'Daisy' tanpa tambahan apa pun, sangat simpel. Aku juga berharap hidupku sesimpel namaku tersebut, tapi ternyata tidak. Inspirasi dari namaku adalah karena itu jenis bunga kesukaan dari ibuku dan aku pernah bertanya alasannya,
" Bu, kenapa ibu suka bunga Daisy? "
" Ibu suka karena ayahmu, dulu bunga yang pertama dia kasih ke ibu adalah bunga Daisy "
Alasan yang sangat Sweet, dan karena itulah juga aku menyukai namaku dan bunga Daisy. Namaku melambangkan rasa cinta dari kedua orang tuaku.
Aku adalah perempuan kelahiran Ibu Kota Indonesia, Jakarta, pada 20 tahun yang lalu. Aku adalah anak semata wayang yang hidup di keluarga yang dulu kuanggap 'harmonis'. Seorang perempuan yang merantau sampai ke Negeri Sakura dengan alasan untuk "menggapai cita - citanya" yang padahal ia dan semesta pun tau, itu bukanlah alasan sebenarnya dirinya meninggalkan negara kelahirannya itu.
Keinginanku untuk merantau jauh itu sudah ada sejak duduk di bangku kelas satu SMA, awalnya aku kira itu hanya keinginan sesaat. Dengan alasan aku pernah bilang ke ayah tentang impianku itu dan dengan jelas nan tegas dia menentangnya.
"TIDAK", katanya.
Tidak pernah lagi aku menyinggung tentang keinginan itu di depan ayah.
Tapi, keinginan sesaat itu terwujud secara tiba-tiba dengan motivasi dari kejadian yang enggak pernah aku bayangkan sekalipun.
Jadi disinilah aku sekarang, sedang menangis bersama teman-teman Indonesiaku. Hari ini adalah hari Perpisahan yang mana hari terakhir kami bersama, setelah itu kami akan berpisah. Setidaknya perpisahan kali ini kulakukan dengan baik dengan kata 'Bye' dan 'Sampai Jumpa' yang dapat kulakukan dengan benar.
****
Aku sedang duduk dengan kebiasaan yang sudah kulakukan sejak hari pertama yaitu memperhatikan mahasiswa dan mahasiswi yang sedang memasuki ruang auditorium, iri melihat mereka sudah memiliki teman untuk mengobrol. Aku bukan orang yang pandai untuk memulai percakapan kepada orang baru, alasan itulah sampai saat ini aku belum memiliki teman. Aku masih tetap memperhatikan orang yang memasuki auditorium sampai Sensei masuk dan memulai perkuliahan.
Ini sudah seminggu semenjak aku memulai kuliah tahun pertamaku di University of Japan, tetap dengan kebiasaanku memperhatikan pintu sampai Sensei masuk dan masih belum punya teman. Sebenarnya, ini adalah tahun ke-dua ku berada di Jepang, satu tahunku disini di habiskan dengan belajar bahasa Jepang terlebih dahulu. Hari Perpisahan tiga bulan yang lalu adalah perpisahanku dengan kelas bahasa Jepang sekaligus teman-teman Indonesiaku.
Tidak sepenuhnya berpisah karena di kampusku ada empat teman Indonesia, tetapi kami berbeda jurusan dan jadwal kuliah, jadi menyulitkan untuk hanya sekedar bertemu.
Pada hari kuliahku ke-9, jangan tanya mengapa aku menghitung harinya, tetap pada kebiasaanku yang sama dan akhirnya ada yang mengajakku mengobrol.
"Kamu punya kertas lebih? "tanyanya.
"Punya", jawabku
"Boleh aku minta?, Oh ya! Namaku Maiko Sakura", katanya.
"Boleh. Oh, aku Daisy"
"Terima kasih, Daisy", ujarnya dengan senyum.
Percakapan itu berhenti disitu, tidak ada basa-basi lagi setelahnya.
-------
Sensei : Dosen
Author's Note
Terima kasih sudah membaca ceritaku dan untuk vote-nya! Sungguh vote dari kalian sangat membantu.
Part selanjutnya akan aku update secepatnya
YOU ARE READING
Daisy [TAMAT]
Short StoryKetika Daisy berpikir untuk kuliah di luar negri adalah sebuah keinginan belaka, nyatanya keinginan itu terwujud. Dulu ia ingin pergi keluar negri untuk mengejar cita-citanya, apakah alasan ia pergi sekarang masih dengan alasan yang sama? Atau alas...
![Daisy [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/226115730-64-k53208.jpg)