Magnus.... magnus dimana kamu?" setibanya di Edom Alex segera menuju ke kastil asmodeus untuk mencari magnus.
ALEX" lorenzo berteriak untuk menenangkan alex " alex tenanglah, kastil ini sangat luas tidak mungkin kamu berteriak-teriak sepanjang jalan untuk mencari magnus. Bukannya magnus yang kamu temukan tetapi iblis-iblis edom akan datang untuk menyerang kita.
Bagaimana aku bisa tenang lorenzo" seru alex gusar " stelleku tidak berfungsi disini, aku tidak bisa mengakfitkan tracker rune untuk mencari magnus sedangkan lilith mengumpulkan kekuatan untuk menyerang magnus. Kita tidak tahu kapan lilith akan memulai peperangan. Aku harus berada di sisi magnus sebelum lilith menyerang.
Alex, tenanglah! kalau kamu panik seperti ini kita akan lebih lama menemukan magnus. " lorenzo mencoba menenangkan alex " coba pikiran alex, magnus, dia adalah anak raja neraka dimana dia akan berada" lorenzo mengutarakan pendapatnya supaya alex dapat berpikir lebih jernih.
Sedikit demi sedikit alex mulai tenang dan dapat berpikir dengan jernih kembali.
"thanks lorenzo"
"dia anak raja, pasti dia ada di tempat dimana raja bertahta." Lorenzo mengatakan apa yang ada dipikirannya kepada alex.
Alex dan lorenzo melihat di sekitar ruangan itu dan menemukan tangga melingkar di pojok kastil ini. segera mereka berdua menuju tangga tersebut dan naik untuk melanjutkan pencarian letak tahta raja.
Benar saja setelah mereka tiba di lantai paling atas kastil milik asmodeus ini mereka menemukan ruangan yang sangat megah. Dan di sana, di depan balkon berdiri seseorang yang sangat di cintai oleh alex.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Magnus tampak gusar memikirkan banyak hal. Tatapan matanya kosong saat menatap merahnya langit Edom. Banyak hal yang magnus pikirkan kali ini. walaupun sering kali dia mengeluarkan senyumnya yang manis tapi di dalam otak warlock nya tersimpan beribu-ribu masalah yang dia pikirkan.
Dia memikirkan pemberontakan lilith yang sebelumnya mengancam dia untuk membukakan portal menuju ke dunia manusia. Magnus memikirkan bagaimana caranya dia mengalahkan lilith.
Oh come on, dia baru beberapa bulan tinggal di edom. Kekuatannya mungkin besar namun melawan iblis tertua dan wanita. Tidak pernah terpikiran oleh magnus bahwa dia harus memerintah di kastil milik ayahnya ini setelah apa yang dia lakukan kepada Asmodeus.
Sedangkan, lilith terlihat marah sekali. Dengan kemarahan yang seperti itu, dia akan menyerap energi kejahatan untuk meningkatkan kekuatannya. Magnus harus memikirannya cara untuk menggagalkan pemberontakan lilith.
Namun diantara semua pemikiran bagaimana caranya mengalahkan lilith. ada satu yang menguasi seluruh pemikiran dan hatinya. Cintanya, cintanya yang dia tinggalkan di dunia manusia. Setelah berbulan-bulan tinggal di Edom magnus tidak bisa melupakan kenangan - kenangan manis dan pahit bersama alex. Magnus pikir alex mungkin seperti orang-orang di masa lalunya yang dengan mudah dia lupakan dan tergantikan dengan yang lain. Namun kali ini, tampaknya alexander gideon lightwood membuka sesuatu di dalam diri magnus yang selama berabad-abad telah di tutup rapat. Gerbang yang tertutup itu terbuka tanpa bisa ditutup lagi. Magnus menyadari ada sesuatu yang telah diambil oleh alex dari dalam dirinya dan tidak akan di kembalikan lagi.
" magnus"
Diantara lamunannya, magnus dapat mendengar suara alex memanggil namanya.
"bahkan akupun bisa mendengar suaramu lex" magnus berkata sambil menampilkan senyum sekilas "alex, kamu benar-benar telah membuka sesuatu dalam diriku yang selama ini aku takutkan" magnus lanjut bermonolog.
YOU ARE READING
WAR OF HEARTS
FantasyCerita ini berawal dari magnus yang menyelamatkan alicante dari iblis-iblis yang berhasil keluar dari Edom. Magnus pergi ke Edom untuk menyegel lubang yang terbuka di edom supaya iblis tersebut tidak keluar dari edom namun dengan mengorbankan diriny...
