I

12 2 0
                                        

Hari yang cukup cerah untuk memulai pagi ini. Matahari seperti menusuk mataku seakan ingin disapa. Aku terbangun dari tidurku yang hanya aku lakukan selama 3 jam. Aku perlahan-lahan membuka mata dan mendapati seseorang sedang memegang setumpuk kertas di tangan kirinya dan sebuah korek api di tangan kanannya.

"Bangun atau mama bakar ini sampah-sampah," ancam seorang wanita paruh baya berumur 58 tahun yang sedang berusaha untuk membangunkan anak wanita pemalasnya ini. Disaat orang lain membangunkan anaknya dengan lemah lembut atau yang paling kasar adalah dengan menyiram air. Ibu satu ini malah mengancam akan membakar sesuatu. Seorang ibu yang luar biasa.

Aku pun menyadari apa yang sedang dipegang ibuku bukanlah kertas yang tidak berguna tapi melainkan kertas yang dapat menghasilkan uang. Aku pun segera terbangun dan mengambil kertas tersebut dari tangan ibuku.

" Mama!!! Ya Allah maa, Ica bisa gak dapet duit nih kalo mama bakar ni kertas," ucapku sambil mengusap-usap benda sumber penghasilannya.

"Itu bukan sumber duit kamu. Sumber duit kamu tu ini," kata Ibuku sambil menunjuk bibirku. "Kalo kamu gak bacot kamu gak dapet duit. Sudah sana mandi, dari tadi ada telepon terus dari Aldo, katanya disuruh cepet ke kantor soalnya ada klien," ucap ibuku lalu dia pergi keluar sambil ngomel karena keadaan kamarku yang sudah bukan dianggap kamar lagi. Seperti sudah dianggap tempat pembuangan sampah.

Aku pun mengambil handphone dan ternyata sudah ada 25 panggilan tak terjawab dan spam chat dari Aldo tapi karena terlalu banyak jadi malas untuk dibaca. Aku segera menelpon balik Aldo yang merupakan kaki tanganku dalam dunia perbacotan ini. Tak sampai dering ke-5 Aldo pun mengangkat telepon bosnya yang tidak pernah dianggap bos.

"Napa lu nelpon-nelpon?"

"Astaghfirullah KAKKKK, lo tidur ato mati? Cepet sini ada klien,"

"Bukannya hari ini bukan jadwal gue nerima tamu? Suruh dateng besok!"

"Kalo gue bisa usir ya udah gue usir dari tadi. Lah ini dia dateng bareng pak Bambang gimana nolaknya coba?"

"Ngapain Pak Bambang ke kantor? Bukannya dia di KL? Lo yakin itu Pak Bambang?"

"Gak tau gue. Pokoknya yang disini adanya Pak Bambang yang gue tau sama klien yang gak tau gue siapa. Pak bambang yang bawa. Ya kali ini bukan Pak Bambang. Lo kira dia robot konspirasi? UDAH CEPET SINI GAK USAH BANYAK BACOT. BYE!"

Aldo menutup teleponku secara sepihak. Memang tidak ada adabnya ini bocah sama bos. Aku berpikir sejenak. Apa yang membuat Pak Bambang balik ke Indonesia secepat ini? Kasus apa yang begitu penting sampai ia rela untuk kembali padahal kemarin ia pergi ke KL untuk menemui istrinya yang sedang dirawat di Rumah Sakit ternama di KL karena mengidap radang selaput otak? Aku pun memeriksa chat whatsapp yang hampir tidak kubuka seharian dan aku menemukan sebuah chat dari Pak Bambang.

Ada kasus pembunuhan berencana yang menyangkut anak konglomerat. Kamu yang urus.

Kasus anak orang kaya lagi. Kenapa anak orang kaya selalu saja membuat masalah. Ini emang kurang didikan atau emang anaknya yang terlahir bejat. Tapi ini kasus pembunuhan. Tumben sekali. Setiap kasus yang dilakukan anak orang kaya biasanya tidak sampai pembunuhan. Paling berat adalah kasus perundungan atau bullying. Berencana pula. Ya ampun kapan aku bisa tidur nyenyak. Terakhir aku tidur nyenyak adalah sebelum aku dinyatakan lulus tes sebagai Advokat. Walaupun biasanya kasus anak orang kaya akan bergulir cepat, tapi jangan berpikir aku hanya mengerjakan kasus khusus anak orang kaya. Kasus yang paling banyak dikerjakan adalah kasus White Collar Crime atau kasus yang melibatkan orang yang berasal dari golongan sosial ekonomi yang tinggi. Pada umumnya kasus tersebut selalu melibatkan unsur-unsur finansial atau keuangan. Bahkan sampai-sampai aku dijuluki sebagai White Fox karena orang menganggapku licik seperti rubah dan warna putih karena aku hanya berkutat di kasus-kasus putih saja. Ya aku tidak pernah mengurusi kasus golongan kelas bawah. Tidak tahu kenapa. Apa mungkin karena wajahku ini seperti wajah-wajah sosialita. Lah apa hubungannya?

CHRYSANTHEMUMHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin