Perkenalkan, nama ku citra cantika putri. Usiaku saat itu baru menginjak angka 20 tahun. Usia yang jiwa mudanya masih dipenuhi rasa ingin tahu, dan seperti yang dikatakan oleh guruku sewaktu masih sekolah yaitu usia permulaan untuk meniti hidup sebenarnya. Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, ayah dan ibuku masih hidup namun sudah berpisah sejak aku duduk dibangku sekolah menengas atas. Setelah berpisah dengan ayah, aku hidup berdua dengan ibu ku disebuah rumah yang terbilang cukup kecil, rumah itu dipinjam kan oleh kakak pertama ku. Sedangkan kedua kakak-ku mereka sudah berkeluarga.
Semua berjalan normal seperti biasa, tidak ada yang aneh. Meskipun rumah yang kami tempati lumayan lama tidak dihuni, tapi bangunan nya masih baru karena sudah direnovasi. Ya, kakak ku baru saja membeli nya kemudian dipinjam kan untuk-ku dan ibuku.
Setelah beberapa minggu kami menempati rumah baru, aku mulai merasa kejanggalan demi kejanggalan datang silih berganti. Mulai dari suara-suara aneh, seperti suara ketukan didalam lemari, hingga suara tangis perempuan didalam kamar mandi. Aku pun merasa was-was dan gelisah setiap kali tidur, seperti ada yang memperhatikan ku diam-diam. Seakan ada sepasang sosok mata yang tidak hentinya mengawasi tidurku.
*******
Malam sudah hampir larut, sekitar pukul 23.00 aku berniat untuk tidur karna besok ada kuliah pagi. Ibuku sudah lebih dahulu berlayar kedalam dunia mimpi, maklum saja beliau lelah seharian bekerja. Belum lama aku memejamkan mata ku, aku kembali membuka mata dengan jantung yang berdebar kencang. Aku merasa tidak nyaman, dan tidak bisa tidur padahal aku sangat mengantuk. Lagi-lagi aku merasa diawasi oleh seseorang. Aku mencoba mengabaikan perasaan resah itu dan kemudian lanjut mencoba untuk tidur. Akhirnya, aku pun tertidur....
Jreeeeenngggggggg
Tv menyala dengan suara yang sangat nyaring. Aku langsung terbangun dan mencari remote untuk mematikan tv, dalam keadaan setengah sadar aku gelagapan mencari disekitar kasur tapi tidak ada. Ternyata remote itu berada tepat disamping tv. Bagaimana bisa? Tv menyala sendiri. Pikirku sejenak.
Saluran tv pun hanya warna biru. Ku tengok jam didinding menunjukkan pukul 03.00.
Aku kembali tidur, berusaha mengabaikan hal tersebut. Saat aku memejamkan mata aku seperti langsung terlarut dalam mimpi yang aneh.
Aku ingat betul bagaimana mimpi nya, aku berada disebuah tempat entah dimana akupun tidak tahu. Suasana nya sangat mencekam, banyak pepohonan menjulang tinggi. Tidak ada seorangpun selain aku. Aku kebingungan, mencoba berpikir dan mencari jalan untuk keluar dari tempat itu tapi yang kulakukan hanya semakin masuk kedalam. Aku berlari berharap bertemu seseorang, dengan harapan bisa membantu ku. Bukannya bertemu seseorang, aku malah bertemu dengan makhluk berwujud seram berbadan tinggi, mata merah, bertaring panjang sampai menjuntai keluar mulutnya dan berbulu hitam pekat. Aku sangat ketakutan, dan berlari memutar arah. Disana aku rasanya sudah berteriak habis-habisan tapi tidak ada suara yang keluar. Langkah ku terhenti, karna sebuah danau luas tepat dihadapanku. Satu sisi aku ragu untuk menceburkan diri. Disisi lain aku dikejar makhluk tadi.
Byurrrrrr...
Aku bercebur kedalam danau kemudian berenang secepat yang aku bisa. Aku menangis, dan tentu saja ketakukan setengah mati. Ingin rasanya semua ini berakhir.
Pukpuk..
seseorang menepuk-nepuk kaki ku.
Aku terbangun dan lega melihat ibu
"Duh, citra... dibangunkan susah sekali kamu ini. Kamu itu kenapa menangis ? Tidur kok nangis". Tanya ibu
"Ya allah, ma..syukur alhamdulillah citra dibangunkan oleh mama, citra mimpi buruk dikejar makhluk seram. Citra ketakutan sampai nangis"
"Owalahh. Pantesan kamu nangis sambil tidur. Kirain mama kenapa"
By the way, aku tidur satu kamar dengan ibu.
******
Sejak pagi aku terus kepikiran dengan mimpi yang kualami semalam. Rasanya terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Kejadian didalam mimpi semalam terus terbayang dipikiran ku, tentu saja hal itu sangat mengganggu.
Sahabat baik-ku pun sampai heran karena melihat ku yang banyak diam sejak pagi. Seperti orang yang banyak pikiran.
"Cit,, lo kenapa sih?". Tanya ruru
Ruru adalah sahabat baik-ku
"Ngg...nggak papa ru"
"Yakin nggak papa ? Kalau ada masalah cerita aja. Lo kayak baru kenal aja ama gue. Biasanya juga cerita kan"
Dan aku pun menceritakan perihal yang mengganggu pikiran ku.
"Gilaaaa..!!!! Serem banget. Merinding gue cit". Ruru sambil memperlihatkan bulu lengan nya yang merinding.
"Tuh kannnn.. jangan tambah nakutin dong. Parno gue". Aku memanyunkan bibirku dan menatap ruru dengan mata sayup.
Melihat reaksiku yang ingin menangis ruru pun tertawa. "Hahahaa.. yaudah lah jangan dipikirin kan cuman mimpi doang".
"Makan yuk. Laper gue". Ajak ruru
"Boleh. Btw gue juga laper pengen makan banyak biar banyak tenaga"
"Lo kayak orang yg habis kecapean hanis kerja keras aja, pake banyak tenaga segala"
"Iyanih.. rasanya capek banget habis lari didalam mimpi semalam"
"Huuuuuu. Gak sekalian lari dari kenyataan aja lu". Ledek ruru
Kami berdua pun tertawa...
Aku dan ruru berjalan dilorong kampus, tentunya untuk menuju kantin. Banyak mahasiswa/i yang berjalan berbarengan kami saat itu. Tapi aku merasa ada yang aneh lagi, aku merasa ada yang mengikuti ku. Seperti ada orang asing ditengah keramaian ini. Berkali-kali aku memeriksa sekitar dan menatap wajah-wajah dikeramaian ini. Memastikan diantara mereka tidak ada yang aneh. Dan dapat dipastikan mereka semua tidak aneh, hanya aku seorang yang aneh .
******
Semenjak tinggal dirumah baru. Aku merasa hari-hari ku tidak lagi mengasyikan. Setiap malam aku masih saja bermimpi aneh, belum lagi aku selalu terbangun pukul 03.00 pagi. Mimpi yang kualami juga seperti bersambung dan berkaitan dengan mimpi dihari sebelum nya.
Aku berubah jadi penakut, parnoan, dan gampang marah juga. Citra yang dahulu ceria dan lembut sudah tidak ada. Sekarang hanya citra yang bersikap dingin dan sinis.
Aku juga sering kesurupan, percaya atau tidak itulah yang terjadi, itulah yang kualami. Aku juga bisa melihat yang tak kasat mata, padahal sebelumnya aku tidak pernah bisa. Dan tidak pernah terpikir akan hal itu.
Aku juga bisa tahu jika seseorang berkata bohong/ jujur. Tentu saja aku tahu hal demikian karna ada yang memberi tahu ku.
Ya,, dia adalah jin yang selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi.
Aku tidak tahu pasti sejak kapan dan bagaimana hal ini terjadi sebelumnya. Satu hal yang pasti, hal ini sangat mengganggu. Aku tidak merasa nyaman dengan semua ini. Meskipun aku menjadi tahu jika seseorang berbohong kepada ku, atau jika seseorang ingin menyakiti ku maka mereka yang terlebih dahulu celaka. Semua adalah ulah si jin itu.
Aku menceritakan hal ini kepada ibu, awalnya ibu tidak percaya. Tapi lama-lama percaya juga karena sikap ku yang bertolak belakang dengan citra yang selama ini ibu kenal, membuat ibu yakin dengan apa yang aku ceritakan sebelumnya.
Perlahan, semua keluarga ku pun tahu. Dan ruru juga tahu, tentang apa yang menimpa ku.
Mereka mencoba memaklumi, dan memahami kejadian demi kejadian yang janggal ini
YOU ARE READING
Aku, wanita yang dicintai jin
HorrorCerita ini diangkat dari kisah nyata, tentang seorang wanita yang di cintai oleh jin, makhluk tak kasat mata yang terobsesi dengan nya. Sebut saja citra, wanita muda berusia 20 tahun yang menjalani kehidupan yang tak pernah terbayangkan oleh siapapu...
