Prolog

0 0 0
                                        

"Yah, nila pengen boneka itu."  Ucap gadis kecil yang menunjuk sebuah boneka panda dengan ukuran sedang.

"Gak! Boneka kamu udah banyak di rumah!" Tegas sang ayah.

"Tapi yah," ucap gadis itu terpotong.

"Nila! Ayah bilang enggak ya enggak! Kamu ini sudah besar, umur kamu sudah 7 tahun. Kamu itu udah jadi kakak, seharusnya kamu lebih dewasa. Jangan manja! Ayah gak suka punya anak yang manja." Jelas ayahnya.

Gadis itu hanya tertunduk menahan air mata yang ingin keluar.

***

Disebuah taman komplek yang ramai, dipenuhi oleh keluarga yang bergembira.

"Raka jangan lari-lari nak," kata sang ibu.

Bocah laki-laki yang umurnya masih 5 tahun itu tetap berlari-lari tak memperdulikan sang ibu yang berteriak.

"Bunda, ada es krim." Tunjuknya. "Raka mau es krim." Pintanya

"Ya udah, nih uangnya. Beli sama kakak ya," ucap sang ibu

"Kok cuma segini, Bun? Buat nila mana?" Tanya Anila

"Nila kan udah gede, jadi gak usah beli es krim,ya?! Buat adeknya aja." Ucap ibunya dengan santai

Nila hanya tertunduk lesu. Padahal ia sangat ingin es krim.

Setelah membeli es krim untuk sang adik, mereka pun kembali duduk bersama orang tuanya.

"Kak, kita main di sana yuk!" Ajak Raka

"Yuk!" Seru Anila.

"Hati-hati ya. Nila jaga adik kamu!" Ucap sang ibu sedikit berteriak.

"Iya, Bun." Jawab Anila.

Mereka bermain-main di sebuah perosotan.

"Raka naik dulu, dibelakangnya kakak. Biar kalo Raka jatoh kebelakang, nanti kakak yang nahan." Ujar Anila

"Iya kak."

Raka naik satu persatu anak tangga, namun saat diatas kaki Raka terpeleset hingga ia jatuh menghantam tanah dengan kepala duluan.

"AKH!"

Anila yang masih diatas hanya diam kaget. Sampai orang tuanya datang.

"Ya ampun Raka!" Teriak sang Bunda seraya memeluk Raka yang menangis.

"Nila!"  "Turun kamu!" Teriak ayahnya

Nila pun turun dengan tubuh yang bergetar.

"Kamu apa kan adik kamu sampe bisa jaoh gitu?! Kamu dorong dia?!!" Tanya sang ayah membentak nila.
"Kamu tuh bisa gak sih jagain adeknya?! Gak becus banget jadi kakak!"

"JAWAB NILA!" kali ini bukan sang ayah yang membentaknya tapi bundanya.
"Kamu sengaja ya, dorong Raka?! Gara-gara kamu gak bunda beliin es krim?!"

"Huhuhu enggak bunda." Jawab nila yang menangis.

"Ayo kita pulang!" Ucap sang ayah sambil menarik baju nila, yang membuat gadis itu hampir jatuh.

"Malam ini kamu gak boleh makan, Nila." Ucap sinis bundanya.

🌱🌱🌱

Baca juga "BODO AMAT SQUAD" ☺️

Jangan lupa vote ya, biar authornya makin semangat nulis, makasih : )

ANILAStories to obsess over. Discover now