Setelah melipat sajadah, Ibrahim yang akrab disapa dengan Ibra mengecek ponselnya. Di ponselnya jam menunjukkan pukul 4.50, menurutnya masih terlalu pagi untuk bersiap ke sekolah. Kemudian, ia pergi ke singgasananya untuk melanjutkan tidur.
Sampai ketika, "Ibra, banguun! Kamu mau ke sekolah jam berapa? Ini udah siang," teriak Sammara, ibunda Ibrahim dari luar kamar.
Tak terdengar sautan dari Ibrahim, bundanya pun mengetuk pintunya dengan kencang sehingga menimbulkan suara 'Dug dug dug'
Kemudian berteriak lebih kencang dari sebelumnya, "Ibra ini udah jam 6 pagi! Kamu masih mau kelonan ama guling kamu?!", dengan napas yang memburu melanjutkan perkataanya, "Baiklah, kalo kamu ga bangun dan berangkat sekolah bunda bakal potong uang jajan kamu."
Yang di teriaki akhirnya bangun dengan nafas yang tak beraturan, kaget sepertinya. Ibrahim mengecek jam di ponselnya, dan ternyata benar, sudah jam 6 lewat. Ibrahim membuka pintu kamar yang terkunci dan berkata, "Bunda kok gak bangunin Ibra? Kan kalo Ibra telat bisa kena semprot Ale".
Sammara menjawab, "Heh, bunda udah bangunidaritadi, kuping kamu aja noh somplak. Bunda udah gedor - gedor pintu biar kamu bangun, eh malah tetangga yang bangun."
Malas mendengarkan omelan bundanya yang akan membuatnya tambah telat, akhirnya Ibra berkata, "Maaf ya bunda cantik, omelannya ditunda dulu. Tenang aja, Ibra udah mandi kok tadi sebelum subuhan, jadi tinggal ganti baju doang terus berangkat deh."
Mendengar perkataan Ibra, akhirnya Sammara meninggalkan tempat dan menyiapkan bekal untuk dibawa oleh putranya.
⚽️⚽️⚽️
Selesai ganti baju, Ibra keluar kamar dan bergegas untuk berangkat sekolah. Sebelum itu, ia menghampiri meja makan yang terdapat 2 kotak bekal dan memasukkan keduanya ke dalam tas.
Ia sudah tahu siapa pemilik kotak bekal berwarna biru dengan merek ternama itu dan alasan mengapa bunda menyuruhnya membawa kotak bekal itu. Alasan pastinya untuk mengembalikan kotak itu kepada sang pemilik, Alesha.
Setelah itu, ia berpamitan kepada kedua orang tuanya dan menghidupkan motornya. Lalu, ia berteriak, "Ayah Bunda, Ibra berangkat dulu ya! Jangan kangen, Assalamualaikum."
Ayah dan ibundanya menjawab sambil menggelengkan kepalanya.
🙂
Hallo!
Ini cerita pertama gua, waktu itu di tulis dengan judul "Freund", tapi gua ganti hehe
Mau mulai nulis cerita ini lagi karena tepancing krn temen gua yang lagi nulis juga :)
Semoga suka :)
KAMU SEDANG MEMBACA
AMIGO
Teen Fiction"Lo itu cuma temen doang, ga lebih!" - Sevilla Alesha - "Iya, temen hidup kan maksud lo?" - Andalusia Ibrahim -
