°°°
Selamat Membaca!
°°°
14 Juli 2013
Tringg!
set,
Milla mematikan alarm yang berbunyi pada pukul setengah enam pagi. Yang dimana 30 menit sebelum matahari menampakkan wujudnya.
Milla langsung bangun dan berkata, "Aduh astagaa, kesiangan lagi deh!" tukasnya.
"Mill, cepet bangun. Sarapan, mandi, rapih-rapih. Nanti takut telat lagi!"
itu bukan suara dari orang rumahnya, tetapi dari seberang balkon di depan rumahnya yang dimana itu adalah balkon kamar Esra, tetangga sekaligus sahabat karibnya Milla.
"Astaga, heran banget sama dia. Rajinnya kok kebangetan." balasnya pelan, supaya tidak terdengar oleh Esra.
Lain halnya kalo dia mendengar ucapan Milla tersebut, bisa-bisa ratu macan itu menjadi geram dan menghampirinya.
Milla mulai masuk ke kamar mandi dan memulai meeting di pagi hari yang indah ini.
°°°
Nadim menuruni anak tangga yang berbahan kayu dengan style forest. Aroma masakan mamahnya sudah dikenali oleh indra penciumannya. Dia pun segera menghampiri mamahnya yang sedang berkutat di dapur dengan bahan-bahan untuk sarapan nanti.
"Good morning, mah."
"Eh, sudah rapih toh. Tadinya mamah baru ingin ke kamar kamu setelah menyelesaikan urusan dapur." kata mamahnya Nadim sembari menengok ke belakangnya.
"Ah, mamah lupa kalo Nadim itu kan mau jadi pemain sepak bola. Dengan mengurangi begadang dan bangun pagi secara teratur itu akan menyeimbangkan pertahanan fisik."
"Iya kah?"
lalu Nadim langsung menganggukan kepala sekali, sembari membantu mamahnya merapikan masakan-masakan yang baru matang itu ke meja makan.
"Papah mana mah?"
"Tadi sudah berangkat duluan, ada urusan mendadak mengenai perkembangan olahan disana"
"Ohh, yaudah. Yuk makan mah."
Setelah sarapan, Nadim langsung memakai sepatu kets miliknya di teras depan rumah. Ralat-ditambah dengan ratu macan yang sedang menunggunya. "Lemot lo."
"Heh, enak aja. Gue udah bangun pagi banget tau. Lo aja yang gece pake banget. Noh, liat si Milla aja baru makan kali."
"Idc."
Oke, Esra adalah remaja yang rajin, cuek, dan dingin. Nadim hanya memasang senyum paksa di depan Esra yang sudah kehilangan batas kesabarannya. Karena menunggu dua sahabatnya. Mereka pun langsung berpindah ke rumah Milla.
°°°
"Bun, masak apaan?" tanya Milla yang baru keluar dari kamarnya dan menghampiri meja makan.
STAI LEGGENDO
Closer heart
Teen FictionRaisha Camilla. Itu nama gadis sembrono berambut keriting mekar. Ia anak kedua dari empat bersaudara. Selalu mempunyau suasana ricuh namun, hangat di rumah. Gadis keriting ini bertekad untuk tidak memiliki relasi dengan lawan jenis melebihi sahabat...
