Kafe Endes tidak pernah sepi pengunjung. Pagi hari, kafe itu akan dipenuhi mahasiswa universitas yang kampusnya berada di seberangnya. Siang hari, berbagai macam jenis manusia akan menghabiskan makan siangnya. Sore dan malam hari, yah bayangkan saja akumulasi dari dua waktu tersebut ditambah bonus anak SMA yang baru pulang sekolah.
Dua orang cewek duduk berhadapan di sudut kafe itu. Meja di hadapan mereka dipenuhi berbagai makanan mulai dari kentang goreng sampai pancake, tak lupa milkshake dan jus jambu. Keduanya sedang tertawa, menertawakan cerita satu sama lain. Namun, hari itu mereka bertemu bukan hanya sekadar untuk saling bersua seperti biasa.
Mereka bertemu untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Jadi si Ami bakal lari bolak-balik dari rumah dia ke rumah tantenya selama beberapa hari karena dia harus ngawasin keponakannya dan ngejagain kucingnya yang lagi diare," ujar Maya, salah satu dari cewek itu.
Sashi, cewek yang satunya, masih tertawa mendengar cerita Maya tentang Ami. Hari pertama SMA bagi Maya dan Sashi belum tiba, namun Maya sudah mendapat teman baru ketika melihat pengumuman penerimaan. Sashi tidak benar-benar mengenal Ami, namun Maya sudah banyak menceritakan tentang Ami dan segala kelakuan konyolnya.
"Kayanya kalian bakal deket, deh," celetuk Sashi setelah tawanya reda.
Sejak pertama kali Maya menceritakan tentang Ami, Sashi tau sahabatnya itu sudah menemukan teman baru yang cocok dengan kepribadiannya.
Maya tergelak. "Jangan cemburu begitu. Tenang aja, kita pasti masih bakal sering ketemu. Sekolah kita nggak jauh-jauh amat, kok."
Bohong, batin Sashi. Sekolah mereka berbeda kota. Orangtua Maya ingin Maya masuk ke SMA Keperawatan. Orangtua Sashi ingin Sashi masuk sekolah favorite di kota mereka. Alhasil, Sashi dan Maya yang sudah hampir selalu bersama sejak taman kanak-kanak harus terpisah ketika memasuki bangku SMA.
Sashi tidak pandai berteman. Di SMP, lingkaran pertemanan Sashi terdiri atas Maya dan teman-teman Maya. Bahkan ketika Sashi bergabung dengan tim jurnalistik sekolah, dia tidak berhasil menambah daftar pertemanannya.
"Kamu pulang setiap weekend, kan?" tagih Sashi cemas. Maya sudah menjanjikan hal itu kepadanya.
Maya mengangguk. "Aku usahakan."
Maya memang akan mengusahakan untuk pulang setiap weekend. Sashi juga akan selalu menunggu kunjungan Maya. Namun, Senin sampai Jumat adalah lima hari dari tujuh hari dalam seminggu. Dalam lima hari itu, banyak hal yang bisa terjadi.
VOUS LISEZ
Broken Reflection
Roman d'amourDid I find you? Or, did you find me? Well, we lost each other.
