1#Hari Pertama

132 19 15
                                        

Pagi hari yang cerah, kicauan burung mulai terdengar, kupu-kupu berterbangan kesana-kemari, melompat dari satu bunga ke bunga yang lain. Sesekali Lidya tersenyum melihat kupu-kupu tersebut berpindah bunga, Lidya menghela nafas.

"Andai.....aku seperti kupu-kupu, selalu melakukan hal yang mereka inginkan, huh.....sedangkan aku....nggak pernah merasakan hal yang aku inginkan....."

Lamunan nya terpecah oleh seorang gadis yang mengagetkan nya, Lidya tersentak.

"Astaga..." Kata Lidya sambil memegang dadanya.

Lidya menoleh ke arah gadis yang telah mengagetkan nya, disaat Lidya melihat wajah gadis tersebut dia terdiam kok kaya kenal ya.

"Lid, lo masih inget gue nggak" Kata gadis tersebut, Lidya masih memperhatikan gadis tersebut.

"Iih tuh kan, lo pasti lupa kan sama gue"

"Hmm.....oh kak Nia yaa" Kata Lidya " Aku kangen banget banget kak" Kata Lidya sambil memeluk Nia.

"Iya Lid, gue juga kangen tau, udah dua tahun lo nggak kasih kabar apa-apa ke gue" Kata Nia.

" Iya kak aku minta maaf dech, ayo...udah siang nih, nanti telat masuknya " Kata Lidya sambil menggandeng tangan Nia.

Sesampainya di depan kelas sepuluh, Nia melepas genggaman tangan Lidya, Lidya menoleh.

"Kok di lepas?....ayo masuk ke kelas" Kata Lidya sambil menggandeng tangan Nia kembali.

"Lidya...aku mau masuk ke kelas dulu" Kata Nia sambil melepas genggaman Lidya yang berulang kali mengajaknya ke kelas sepuluh.

"Lah....ini kan mau masuk ke kelas" Kata Lidya.

Lidya masih belum paham juga dengan kata-kata Nia, Nia memegang dahi sambil menggelengkan kepala.

"Ya ampun....Lidya, lo lupa ya gue itu kan kakak kelas lo, gue sekarang kelas XII" Kata Nia meyakinkan.

Lidya berpikir, mencerna kata-kata Nia, ternyata Lidya benar-benar lupa tentang Nia. Mungkin, karena satu semester kemarin Lidya selalu mengerjakan tugas, sampai-sampai lupa dengan sahabatnya sendiri.

"Oh iya maaf ya kak, aku bener-bener lupa kak" Kata Lidya tersenyum.

"Ya sudah.....sana masuk dulu, kakak juga mau masuk ke kelas" Kata Nia sambil menunjuk ke arah kelas dua belas dengan jari telunjuknya.

"Dah..." Kata Nia sambil melambaikan tangan nya.

Lidya membalasnya, disaat Lidya melihat Nia berjalan menuju ke kelasnya, dia melihat seseorang sedang melihat ke arahnya. Lidya bingung, kenapa sejak tadi orang itu melihat ke arah Lidya saat masih berbincang dengan Nia.

Sebelum masuk ke kelas, Lidya menoleh ke arah laki-laki itu dan melihat dia menyambut kedatangan Nia, mereka berdua berbincang sebentar di depan kelasnya lalu menggandeng tangan Nia dan masuk kelas, lalu Lidya bergumam.

"Hmmm......ternyata oh ternyata" Kata Lidya sambil menggelengkan kepala. Lidya menganggap mungkin laki-laki itu pacarnya Nia.

***

Teet....Teet.....Teet.....

Bel sekolah pun berbunyi, siswa yang masih berada di dalam kelas berhamburan masuk ke kelas masing-masing. Lidya yang sudah duduk di dalam kelas hanya menggelengkan kepala dan berdecak saat melihat teman-temannya masuk ke kelas. Lidya tidak mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya, karena dia sedang sibuk dengan dirinya sendiri yaitu menulis lirik lagu yang ingin ia mainkan bersama gitarnya. Tapi masalahnya, dia belum bisa merancang tangga nadanya.

"Andai ada dia di sini pasti nih lagu udah jadi"

Lidya melihat ke arah pintu dia melihat seseorang yang berlari menuju mejanya, oh ternyata Raina. Raina datang dan duduk di samping Lidya sambil senyum-senyum bahagia.

"Lo kenapa Rain, senyum-senyum sendiri, lagi bahagia yaa....." Kata Lidya sambil menyenggol tubuh Raina yang lumayan gitu deh.

"Ehemm....bagi-bagi dong bahagianya "

"Hah, bagi-bagi? ini juga udah di bagi kok" Kata Raina.

Raina tertawa karena perkataan permintaan Lidya. Lidya bingung, apa-nya yang udah di bagi, jelas-jelas dia tidak merasa kebagian tuh.

"Maksud lo?"

"Ya iyalah, sebenarnya yang bahagia itu lo bukan gue" Dahi Lidya mengerut dan kembali memahami kalimat yang di ucapkan Raina.

"Emangnya apa yang membuat gue bahagia dan apa yang membuat lo senyum-senyum?" Kata Lidya keheranan.

"Jadi gini ceritanya.....tadi pagi gue kan di panggil sama kak Aziz, lu tahu nggak jantungku dag dig dug der banget rasanya Lid, seneng banget gue di panggil sama orang ganteng" Kata Raina sambil meremas tangan Lidya.

"Iya....terus" Lidya menahan rasa sakit tangannya yang diremas oleh cewek gendut dan baper an itu.

Seketika wajah Raina berubah " kenapa Rain"

"Tapi itu cuma sebentar, dia cuma bilang gue sekelas sama lo nggak, terus ya aku jawab iya. Katanya sih dia nyuruh lo ketemu dia di ruang musik pas istirahat." Kata Raina dan ia melanjutkan aktivitasnya. Nyemil.

"Kak Aziz, siapa dia, kenapa dia kenal sama gue, padahal gue nggak pernah denger tuh nama" Kata Lidya di dalam hati.

"Kamu lagi mikir apa Lid?" Tanya Raina.

"Hmmmm.... Kak Aziz yang mana sih kok gue nggak kenal ya" Tanya Lidya.

"Hah lo nggak kenal sama Kak Aziz?" Lidya hanya menggelengkan kepala.

"Ya ampun Lidya lo udah ada setengah tahun di sini dan lo nggak kenal sama yang namanya Kak Aziz. Perasaan lo pinter deh kok sama kakak kelas aja lo nggak kenal, kudet pake bgt tau" Lidya cemberut dan menunggu jawaban dari Raina yang ia sela dengan makan cemilannya.

"Gini, Kak Aziz itu anak band, senior ekstra musik di sekolah ini, dia itu ganteng, putih, murah senyum, ramah, sabar kalo lagi ngajarin junior nya, dan......" Lidya langsung menghentikan perkataan Raina yang terus-menerus mengeluarkan kelebihan Kak Aziz menggunakan jari telunjuknya.

Raina terdiam dan langsung melanjutkan makan cemilannya.

"Huh.....dasar cewek gendut" Gumam Lidya.

***

Bryan menghentikan langkah kaki Nia sebelum masuk ke kelas.

"Nia, siapa dia" Kata Bryan. Nia menoleh.

" Emangnya kenapa?" Tanya Nia sambil mengangkat alis.

"Nggak, cuma nanya. Kelihatannya gue baru liat tuh anak, dia anak baru yaa"

Nia tidak menjawab, dia hanya menghela napas.

"Lo pengin tau lebih jauh kan?, Nanti aja ya pas istirahat nanti aku kenalin lo sama dia"

Bryan hanya membalas dengan senyuman dan menggandeng tangan Nia, lalu mengajaknya masuk ke kelas.

***

Part 1 dari novel pertamaku semoga kalian suka ya , jangan lupa vote and komen buat kesadaran ku kalo masih ada yang salah. Sampai nanti ya ke part 2.

Love


Sovie nm.

Dear Bryan (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang