Prolog

341 26 5
                                        

"Happy working. Do your best at any moment that you have."

Perempuan berblazer kuning cerah itu tersenyum ramah, kemudian menyambut uluran tangan wanita yang terlihat sudah berumur dari bagian staf HRD yang menghubunginya tadi pagi.

"Thank you, ...." perempuan itu melirik Id Card yang tergantung di bagian dada sebelah kanan wanita di hadapannya "Ms. Yumna." Lanjutnya dengan sedikit membungkukan badan.

Kaki kecilnya yang terbalut Chistian Louboutin dua belas centi meter berjalan meninggalkan ruangan yang bernuansa cream. Langkah kakinya mengalun pelan berirama menandakan sisi kewanitaanya.

Perempuan itu berdiri menunggu pintu lift terbuka. Mata indahnya terus menatap layar ponsel yang berada di genggaman tangannya.

Ting. Pintu terbuka lebar, di dalam kotak besar itu hanya ada dua perempuan muda yang terus menatapnya penuh menilai. Dia berharap benda ini segera membawanya ke lantai dasar.

Lift selalu berhenti di setiap lantai. Banyak karyawan yang memasuki, mesin besar itu mulai terisi penuh oleh orang-orang yang akan turun makan siang.

Perempuan itu berdiri di pojokan, tangannya terus bergerak mengibaskan di depan wajah. Dia merasakan sesak kepanasan, seperti tidak ada udara yang masuk.

Setibanya di depan lobi, perempuan itu menghirup udara bebas dalam-dalam. Jari-jari berkutek putih itu merapihkan tatanan rambut berwarna Light Blonde halus miliknya yang terkuncir.

Perempuan berbibir merah itu tersenyum pongah, "Aku akan buktikan kepada Papi, tanpa uang Papi aku masih bisa hidup dengan baik." Ucapnya sinis, dengan tatapan mata menerawang.

Baru saja kakinya akan melangkah menuruni gundakan anak tangga, dari arah belakang dengan tidak sopannya seseorang telah menabrak punggungnya begitu kencang.
Perempuan itu jatuh tersungkur, dan ponsel miliknya terpelental jauh dari jangkauannya. Dia mengeram kesal, awas saja kalau ponsel semata wayangnya rusak dia akan membuat perhitungan dengan laki-laki yang telah membuat dirinya terjatuh malu ini. Pikirnya.

Laki-laki itu berjalan ke arah ponsel, mengambilnya lalu menyerahkan ponsel itu ke wanita yang telah di tabraknya. "Sorry, I did not mean it." Ucapnya penuh sesal.

Perempuan itu berusah bangkit berdiri, tangan kecilnya membersihkan noda debu di tubuhnya. "Sialan." Grutunya.

Laki-laki itu diam mematung, dengan tangan menggantung di udara memegang ponsel berwarna hitam. "Apa kau dari Indonesia?" Tanyanya pelan.

Tida ada jabawan, perempuan itu melirik tajam kepada laki-laki di hadapannya. Tangannya merebut polsen miliknya, lalu pergi begitu saja tanpa satu katapun.

============================
Hay-hay, hallo. Aku punya cerita baru niiiiih.
Semoga ajah pada suka yah.....😁
Aku bakalan nulis cerita ini, kalau cerita aku yang satunya sudah selesai. (Mungkin slow update)😊

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 03, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

I Lay My Love On YouHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora