part 1

5 0 0
                                        

Suasana pantai yang indah, di hiasi pondok pondok kecil tempat para muda mudi menghabiskan sorenya dengan teman, bahkan ada yang mengajak kekasihnya.

Aceh, kota yang terkenal dengan julukan serambi mekkah ini menjadi salahsatu destinasi wisata yang ramai di kunjungi.

Najwa duduk di dalam sebuah pondok bersama zara sahabatnya sejak kecil, keduanya biasa menghabiskan waktu senggang di pantai ini, dengan muraja'ah hafalan masing masing.

Pantai ini menjadi saksi bisu dari persahabatan mereka, dan juga menjadi saksi akan rasa kagum najwa terhadap ustad akbar, lelaki yang mampu memikat hati najwa dengan imannya, dengan takwanya terhadap sang azza wa jala.

Flashback on

Dalam sebuah pondok kecil, seorang pemuda terduduk dalam keadaan khusyuk, ia sedang muraja'ah hafalannya.
Najwa yang sedari tadi diam diam memperhatikan pemuda itu dengan tatapan kagum "masyaallah, sungguh indah kuasamu ya allah, melihatnya begitu menyejukkan pandangan, najwa yakin ia adalah pemuda yang baik" ucap najwa dalam hatinya, bayangan pemuda yang ia lihat di pantai tadi masih mengisi sebahagian fikirannya, buru buru najwa mengambil wudhu dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, habis shalat najwa berdoa "Ya Allah siapakah pemuda yang hamba lihat di pantai tadi, rasanya hati hamba bergetar ketika mendengar suaranya melantunkan ayat ayat-Mu, ya Allah perkenankan ia menjadi jodoh hamba kelak, rabbanaa atina fiddun ya hasanah wafil akhirati hasanata waqinaa azabannar amin" ucap najwa dalam doanya.

Ternyata akbar, pemuda yang di lihat najwa di pondok pantai itu juga memperhatikan najwa, namun najwa tidak menyadarinya.

Flashback of

Seulas senyum tergambar jelas di bibir gadis yang bernama najwa humaira.

Tak bisa di pungkiri hatinya begitu bahagia bila mengingat ustadz akbar.

Bicara tentang ustadz akbar, pemuda itu berangkat ke malang, kampung halamannya.

Dua bulan yang lalu ustadz akbar mengirim surat pada najwa

"Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum ukhti najwa
Maafkan atas kelancangan surat yang ana kirimkan ini.
Ana takut mengatakan langsung kepada anti bila bertatap muka nanti ana takut zina
Jadi ana kirim lewat surat saja

Sebenarnya ana ada niat melamar anti, tapi di malang keluarga ana sedang dilanda duka,
Apakah anti mau menunggu sampai ana datang kerumah anti bersama ayah dan bunda ana nanti.

Ana mengharapkan balasan anti.
Bisakah anti menghubungi no. 0823********

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Jun 01, 2020 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

risalah cinta najwaHistórias para pegar e não largar. Descubra agora