***
Kau tau, Kamu meninggalkan tempat yang sudah nyaman untukmu, saat kau kembali tempat itu sudah berbeda -Bella Stefany
Itu bukan tempatku aku hanya bertamu disana, walaupun itu nyaman tapi aku harus meninggalkannya -Fabian Adi Pratama
Ka...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
-Happy Reading-
Pertemuan aku denganmu adalah hal yang paling aku sesali, yang paling aku benci dan yang paling memalukan.
***
Bella berhenti di depan gerbang SMA Taruna, dengan nafas tersengal ia melihat jam yang berada di pergelangan tangannya, dua menit lagi bel masuk akan berbunyi.
"Alhamdulilah gak telat, makasih ya Allah," batin Bella senang
Sudah dua hari Bella bersekolah di SMA Taruna ini, ya bisa dibilang dia murid baru, jadi dia harus menjaga nama baiknya jika dia terlambat maka image anak baru yang baik akan rusak, dan Bella tidak mau itu terjadi dia ingin bersekolah di sini dengan tenang tanpa hambatan.
Bella masuk kedalam, ia berjalan di koridor sekolah dengan tangan memegang kedua tali ranselnya. Tiba tiba seseorang menabrak bahu Bella dengan keras membuatnya tak seimbang dan terjatuh.
Bruk..
"Eh sorry sorry." Kagetnya, dia membantu Bella untuk berdiri.
Bella berdiri dengan wajah tertekuk, dia menatap tajam cowok di depannya, tapi tatapan itu seketika berubah saat dia mengetahui siapa penabraknya.
Bella menjadi speachlees saat cowok itu menatapnya, Bella baru sadar bahwa yang menabraknya tadi adalah kak Rehan cowok yang terkenal akan ketampanan dan kepintaran nya itu, dia juga ketua dari club buku bagaimana tidak jadi cowok idaman kalau kayak begini bentuknya, paket komplit deh pokoknya.
Bella masih menatap manik hitam Rehan dengan wajah kagum, ya ampun kalo kayak begini Bella rela Rehan menabraknya setiap hari.
Rehan melambai lambaikan tangannya didepan wajah Bella. "Dek," ujar Rehan, Bella terlonjak kaget ia tersadar dari lamunannya dengan wajah yang memerah.
"Hah iya kak," jawab spontan Bella
"Gue tadi buru buru mau ke perpus jadi nabrak lo deh, sorry," ucap Rehan ramah.
"Ditabrak setiap hari sama kak Rehan juga gak papa kok," lirih bella
"Apa?" tanya Rehan bingung, Bella menggaruk belakang kepalanya.