#Bagian 1#

51 3 0
                                        

kringgg...kringg...kringgg...

Terlihat jam weker yang ada diatas meja belajar berbunyi sedari tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.35 namun gadis yang masih tertidur lelap diatas kasurnya itu tidak mengabaikan jam wekernya yang berbunyi.

Dirinya lebih memilih untuk bergulat diatas ranjangnya itu, dan melanjutkan melihat mimpinya.

Tokk..tokk..tokk

Terdengar ketukan pintu yang keras membuat gadis yang tertidur diatas ranjang itu frontal kaget dan bangun dari tidurnya.

Melihat jam wekernya yang sudah menunjukkan pukul 06.40 membuat dirinya langsung berlari kecil menuju kamar mandi dan bersiap diri untuk berangkat menuju ke sekolah. Namun gadis itu tidak mempedulikan seseorang yang sedari tadi mengetuk pintu kamarnya.

Disisi lain, di ruang makan terlihat Clara (ibu Kanza) dan Kayla anak sulungnya itu, sudah selesai sarapan dan akan bergegas menuju ke kantor. Sedangkan Kayla sendiri akan bergegas pergi kuliah.

"Kanza kemana bi?"

"Masih dikamarnya bu, mungkin masih siap siap." Jawab seorang wanita paruh baya yang sedang membereskan piring dan gelas yang ada diatas meja makan.

"Kamu tadi sudah ke kamar adikmu ay?"

"Sudah ma, tapi gak ada respon dari Kanza." Jawab Kayla. Ibunya hanya mengangguk saja.

"Oh iya ma, minggu depan aku ada penelitian di Bandung selama tiga sampai lima hari. Tugas dari kampus. Jadi kemungkinan aku akan menginap di villa temenku. Boleh kan ma?"

"Iya boleh, tapi jangan lupa jaga kesehatan ya kak. Jangan telat makan. Vitamin nya juga jangan lupa diminum. Itu penting juga kan buat daya tahan tubuhmu."

"Iya ma pasti itu"

"Yaudah kalau begitu ayo kita berangkat keburu jam 8 mama ada meating di kantor."

"Iya ma, Kayla juga ada kelas jam 8"

Setelah itu Clara berangkat menuju kantornya. Karena hari ini ada jadwal meating di kantornya. Begitu juga dengan Kayla ia berangkat kuliah seperti biasanya selalu diantarkan dengan Clara.

Setelah selesai bersiap diri dia sempat melirik lagi jam yang ada diatas mejanya itu menunjukkan pukul 06.50

"Gilaa! Gue udah telat, sepuluh menit lagi kelas bakalan dimulai."

Seperti biasanya rambut yang selalu diikat kebelakang, memakai kalung yang ketat dilehernya dan tidak pernah lepas, di kedua lengan tangannya dipakaikan gelang dan seragam yang selalu tidak dimasukkan menjadi ciri khas dari Kanza setiap harinya jika akan pergi ke sekolah. Seragam yang lengannya selalu ditekuk keatas, dan memakai kaos kaki yang tidak terlalu terlihat oleh orang.

Tidak pandai berdandan atau merias diri berbeda dengan kakaknya yang selalu merawat dirinya dengan selalu mempoleskan warna warna diwajahnya, merawat rambutnya seperti anak perempuan pada umumnya. Tapi tidak dengan Kanza. Dirinya lebih nyaman tampil apa adanya tanpa ada coretan apapun diwajahnya.

Gadis itupun berjalan menuruni tangga, terlihat dari caranya melangkahkan kaki yang tergesah-gesah takut akan telat ke sekolah.

"Mama sama kak Ayla kemana bi?"

"Ibu sama non Ayla sudah berangkat dari tadi non."

"Yaudah, kalau gitu aku langsung berangkat aja"

"Gak mau sarapan dulu non?"

"Gak usah bi, Kanza udah telat. Yaudah bi Kanza berangkat"

"Iya non ati-ati"

Ya, dirumah yang besar bertingkat 2 itu hanya ditinggali oleh 5 orang saja. Clara, Kayla, Kanza, bi Inah, dan pak Maman (supir dari keluarga Kanza)

"Mau saya antar non?" Tanya pak maman

"Gak usah biar aku sendiri aja yang bawa mobil. Pak maman dirumah aja"

"Tapi nanti kalo ibu datang dan tau kalo pak maman gak nganterin non Kanza gimana?"

"Udah itu nanti biar jadi urusan aku aja. Sekarang mana kunci mobilnya?"

Dengan segera Kanza menerima kunci mobil yang diberikan oleh pak Maman dan melajukan mobilnya sekencang mungkin ke arah sekolahnya. Tidak mempedulikan Pak Maman yang sedari tadi berbicara kepadanya khawatir akan keselamatan Kanza. Ya, Kanza baru menginjak kelas 2 SMA dan dirinya pun belum memiliki SIM untuk memenuhi kriteria pengemudi kendaraan pada umumnya.

"Hati hati non...!!" Terisk pak Maman dari kejauhan.

Setelah itu pak Maman langsung masuk kedalam rumah untuk sarapan. Ya, pak Maman dan bi Inah mereka berdua sudah bekerja dirumah itu sejak 20 tahun yang lalu. Artinya sebelum Kanza lahir mereka berdua sudah bekerja disana. Pak Maman dan bi Inah sangatlah baik, mereka berdua rela mengabdi bekerja kepada keluarga Kanza.

Rela meninggalkan keluarga yang ada di kampung demi mengumpulkan pundi pundi uang untuk keluarganya.

☆☆☆



















Assalamualaikum, bagaimana untuk part pertamanya? Maaf jika ceritanya kurang bagus atau agak gak jelas soalnya baru pertama kali bikin cerita di wattpad :v

So? Mau tau kelanjutan ceritanya? Langsung next part ke dua yaaa..
Semoga kalian sukaa(:❣

Oh, iya jangan lupa divote yaa

KANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang