Diusir dari rumah

43 2 1
                                        

"Sudah saat nya kau pergi adik" bisikan itu terus menggema di telinganya, menjadi pertanda akan berakhir kehidupan mewah nya. Aluna tidak tau apa yang salah dengan takdirnya, mengapa harusa ada wanita lain yang merebut kebahagiaan nya serta ayah ibunya, cinta pertama nya, dan perlindungan neneknya.

Semua orang membencinya, semua yang Alana lakukan selalu buruk di mata keluarga dan tunangan nya, alana sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk mereka, Alana berhasil masuk sekolah ternama di kotanya, alana juga selalu menjuarai setiap perlombaan yang di ikuti hingga membuat sekolah bangga padanya. Namun sayang nya jtu tidak berguna bagi keluarganya, bagi ayah nya itu seperti menjatuhkan harga diri kakak angkatnya

Bahkan mereka menyebutnya sombong karena memiliki IQ yang sangat tinggi, Alana tidak tau apa yang sudah di mainkan wanita itu hingga membuat keluarganya menjauh darinya, ini terjadi 5 tahun yang lalu saat ayah nya membawa seorang gafis yang usianya lebih 2 tauh darinya

Ayah nya mengatakan kalau gadis kecil itu hampir di perkosa, saat itu ia yatim piatu maka dari itu semua keluarga mendekatinya dan menghiburnya

Setelah itu penderitaan di mulai, perlahan lahan kasih sayang ayah dan ibunya berkurang padanya, mereka selalu mempriotitaskan kehidupan anak angkatnya dan meninggalkan anak kandungnya sendirian, hanya kakeknya yang selalu menyayanginya dan mendukung nya

"Kau wanita jahat" Alana mendorongnya menjauh, namun wanita itu mulai menjatuhkan tubuh nya dan menangis.

"Aku tau aku anak angkat dan tak pantas di rumah ini aku minta maaf adik, aku akan pergi" dia menangis dan berteriak saat semua keluarga menghampirinya

"Apa yang kau lakukan pada kakak mu" saat itu juga tangan ibunya menamparnya dengan keras hingga darah keluar dari sudut bibirnya

Dalam detik itu juga, dunianya telah berhenti untuk sesaat, bukan karena pukulan itu. Namun siapa yang telah melakukannya, Alana kecewa. Hatinya mati kehidupannya memasuki zona hitam, dia tidak akan bisa melupakan kejadiaan ini. Sudah bertahun tahun dan ini hal paling menyakitkan dalam hidupnya

"Ibu memukulku?" Air mata alana mulai jatuh, Alana tak bisa menahan rasa sakit dari jiwanya yang kehilangan sesuatu yang berharga yaitu kepercayaan.

"Kau memang pantas mendapatkannya, aku menyesal telah melahirkan mu karna akhirnya kau berubah menjadii monster yang mengerikan"

"Ibu sudah, adik tidak salah ini aku yang sudah keterlaluan, aku yang sudah merampas kasih sayang kalian darinya" wanita itu menundukan wajah nya sambil memegang lengan ibunya sesekali ia tersenyum jahat melanjutkan sandiwaranya.

"Biar aku lergi ibu, biar aku kembali ke kehidupan ku yang lama, aku tak ingin adik membenciku" ini adalah saat yang di tunggu oleh nya, dia akan menikmatik kehidupan mewah nya setelah usahanya yang panjang untuk mengusir wanita itu

"Tidak sayang kau tidak akan pergi" sebagai seorang ibu ia tau bagaimna kehidupan gadis di depanya ini dia sudah berjanji akan terus menyayanginya dan tak akan membiarkanya terluka lagi. Lalu bagaimana dengan nasib anak kandungnya?

"Tapi ibu" dia senfaja menggantung perkataanya

"Kau tidak akan pergi sayang" suara itu adalah suara ayah angkatnya

"Ya kau tidak akan pergi yang seharusnya pergi adalah gadis itu" sambil menjunjukan telunjuk nya ke arah anak kandungnya dan menatapnya dengan tatapan kebencian

"Aku tidak akan mengaggapnya sebagai anak yang telah aku lahirkan"

Saat itu juga hidupnya telah berubah menjadi warna hitam, tak ada lagi kebahagiaan sudah tak ada lagi kepercayaaan dan tak ada lagi kata maaf di hidupnya, dia berusia 18 tahun tapi hidupnya sudah harus di buang

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 28, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DepresiWhere stories live. Discover now